
"Astgaa Alex mengapa kamu berubah kenapa kamu seperti ini kamu boleh cemburu tapi kamu cemburu nya berlebihan bahkan ini seperti obsesi kamu terhadap ku"bicara sendiri Tania.
Alex yang sudah mandi pun keluar dan melihat saya yang masih menangis segera melihat Alex keluar dari kamar mandi saya pun berlalu menuju ke kamar mandi tanpa melihatnya yang sedang berdiri di depan kamar mandi.
"Tania maafkan saya kalau saya egois tapi entah kenapa aku takut kamu kalau dekat-dekat dengan sahabat mu itu dan nanti kalian akan jatuh cinta entah mengapa saya merasa saya akan selalu cemburu kepadamu"Gumam Alexandra.
Akhirnya kami turun bersama dengan saya yang bahkan menjaga jarak dengan Alex
"daddy,mommy kok kalian kayak jauhan gitu tidak seperti biasanya dekat-dekat"?intan "ini sayang mommy kamu itu lagi marahan sama daddy gimana ya agar bisa dapat maaf dari mommy mu"Alexandra
"Mommy-mommy jangan marah donk sama daddy kasihan daddy dicuekin sama mommy"intan
"enggak sayang mommy lagi gak marahan kok sama deddy"Tania
"Benarkah"intan
"iya sayang "Tania
"kalau gak marah ayo sini peluk mau peluk"manja Alexandra
"dia kenapa sih udah tau saya lagi marah sama dia kenapa dia mencari kesempatan dalam kesempitan di depan intan saya kan jadinya tidak bisa menolak" batin Tania.
Kami pun berpelukan dengan Alex yang sengaja mengeratkan pelukannya
"bisakah sudah peluknya saya itu lagi marah sama kamu "bisik Tania
__ADS_1
"enggak saya mau peluk kamu bahkan saya pengen lebih lama "bisik Alexandra.
Cukup lama berpelukan kami pun mengakhirinya dengan saya yang beralasan bahwa intan akan sekolah dan kami bahkan belum sarapan mau tidak mau Alex pun melepaskan pelukannya.
Seperti kegiatan biasanya saya di pagi hari akan tetapi hari ini agak berbeda karena saya yang langsung mengantar intan ke sekolah tanpa mengantar Alex dulu ke mobilnya seperti biasa.
*Di dalam mobil Alex*
"apakah dia harus sampai segitunya gara-gara saya melarangnya bertemu dengan sahabatnya itu saya hanya cemburu apakah itu salah"gumam Alexandra
"Robi gimana caranya meluluhkan hati wanita yang sedang marah saya sangat bingung karena istri saya sedang marah dengan saya"? Alexandra
dan dijawab oleh asisten sekaligus supir yang biasa jemput dan mengantar Alex
"menurut saya ketika pacar saya sedang marah saya akan kasih dia coklat atau bunga yang dia suka mungkin istrinya boss pasti bakalan luluh dan tidak marah lagi ke boss"Robi
"Iya boss"Robi
*di kamar Tania*
rasanya saya sangat tidak mood untuk ngapa-ngapain bahkan biasanya saya yang suka nonton drakor dan sambil makan cemilan pun bahkan tidak mood buat melakukannya tiba-tiba saya merasakan sesuatu dan segera masuk ke kamar mandi dan ternyata saya sedang datang bulan.
Dengan segera saya mengambil pembalut dan menggunakannya setelah itu saya keluar dari kamar mandi dan mulai berbaring di ranjang sambil menahan perut yang sangat sakit entah mengapa datang bulan kali ini sangat sakit tidak seperti biasanya.
Sambil berbaring menahan sakit lama-kelamaan pun tertidur dan siangnya setelah bangun dengan perut yang masih sakit tiba-tiba saja saya kepengen makan coklat dan kebetulan di rumah tidak ada coklat dan saya pun memutuskan untuk keluar membeli coklat di pusat perbelanjaan.
__ADS_1
Ketika berjalan entah darimana saya bertemu dengan Indra yang lewat dan kemudian berhenti.
"Tania astaga kamu dari mana saja kakak khawatir sama kamu kakak mau samperin kamu pun kakak saja tidak tau alamat kamu,kamu tinggal dimana dan kamu tidak kenapa-napa kan tidak ada yang sakit kan''? Indra
"Kakak pertanyaannya terlalu banyak gimana Tania menjawabnya tanya saja satu-satu kakak"tania
"maaf kakak terlalu khawatir dengan Tania"Indra
"Ya sudah ayok kak kita cari tempat buat kita ngobrol agar lebih enak ngobrolnya"Tania.
Dan kebetulan di dekat sama ada taman kami akhirnya pergi ke sana.
"Baiklah kak Tania akan menceritakannya"Tania
saya pun menceritakan tentang saya yang sudah menikah dengan duda anak satu dengan jujur dan tanpa ada yang kurang dan tentang kemarin saya pun bercerita akan tetapi saya berbohong bahwa kemarin saya sedang ada urusan jadi tidak bisa keluar dan yang mengangkat telfon adalah suami saya.
"Apa jadi kamu sudah menikah dengan duda anak satu kenapa kamu mau menikah dengan duda sedangkan disaat itu kamu kan gadis apalagi dia sudah memiliki anak "Indra
"karena saya mencintainya kak dan saya juga menyayangi anaknya jadi saya tidak merasa kenapa enggak saya menikah dengan nya walaupun dia duda dan saya gadis di saat itu "Tania
"Hmm yang penting kamu bahagia kakak juga bahagia "sedih Indra
"kakak tidak kenapa-napa kan kenapa muka kakak jadi sedih katanya kakak bahagia kalau Tania bahagia, Tania bahagia kok kak jadi kakak tidak perlu sedih "Tania
"Kakak tidak sedih kok kakak hanya sedih tidak bisa hadir di pernikahan kamu"Indra
__ADS_1
"tidak apa-apa kak yang penting kakak sudah tau kalau adek kakak yang cantik ini sudah menikah" bercanda tania