Obsesi Duda Anak Satu

Obsesi Duda Anak Satu
Bab:2


__ADS_3

Saya yang awalnya ingin meminjam daster kepada bibi pun ingin putar balik dan tidak jadi meminjamnya.


Ketika saya yang akan berputar balik tiba-tiba daddynya intan pun memanggil saya


"kenapa putar balik takut sama saya"?


"ya saya takut kepada bapak makanya saya putar balik" dalam batin saya


saya pun menjawab"emmm saya tidak takut kok pak. saya kesini hanya ingin menanya kepada bibi apakah bibi memiliki daster karena saya ingin meminjamnya


dan bukan bibi yang menjawab malah daddynya intan yang menjawab


"saya akan mengantar kamu buat beli baju tidur pasti kamu tidak enak kan tidur dengan menggunakan pakaian formal seperti itu".


"Tidak usah pak saya gak papa kok pakai baju ini dan saya juga tidak ingin merepotkan bapak"


tanpa aba-aba dia berdiri dan memegang tangan saya.Saya yang awalnya menolak tapi daddynya intan tetap memegang saya


dan menyuruh saya buat masuk ke mobil mau tidak mau saya pun menurutinya dengan terpaksa


dan ketika daddynya intan masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah


dan kami pun sampai ke dalam toko pakaian yang dari awal sampai ke toko pakaian sama sekali tidak ada yang memulai percakapan yang ada hanya kecangguan


Ketika kami mulai memasuki toko pakaian disana terdapat berbagai jenis pakaian di hingga piyama dan ketika saya akan mengambil piyama yang menurut saya pas di saya tetapi ketika saya lihat harganya


saya sangat terkejut "apa piyama kayak biasa gini seharga Rp.500.000 apakah tidak salah" dan saya pun pergi untuk mencari piyama yang lebih murah dan ternyata semuanya harganya memang seperti itu


dan daddynya intan pun mulai agak kesal karena saya yang melihat piyama sangat lama dia pun bilang "gurunya intan kok kamu lama bangat si pilih piyamanya kan tinggal pilih piyama yang kamu suka nanti saya yang akan membayarnya ".


Saya mendekati daddynya intan dan


"Emm pak kayaknya kita beli piyamanya jangan disini deh soalnya disini mahal-mahal masak piyama biasa aj dijual harganya ratusan"sambil berbisik

__ADS_1


"Gapapa kamu pilih aja nanti saya yang akan bayar lagian ini kan toko terkenal disini tentu saja pakaian ataupun piyamanya harganya segitu"daddynya intan.


"Tapi pak"Tania


"gak usah tapi-tapi sekarang kamu pilih piyama apa yang kamu suka terus kita bakalan bayar dan pergi dari sini saya itu harus pulang karena masih ada kerjaan yang harus saya kerja dirumah"daddynya intan.


"Baiklah pak"Tania


setelah kami selesai membayar kami pun segera pulang dan ketika di dalam perjalanan tidak ada yang membuka topik saya pun membuka topik agar menghilangkan kecangguan ini.


"Daddynya intan mohon maaf kalau boleh saya tau nama bapak siapa ya soalnya tadik kita tidak ada pengenalan sehingga saya memanggil bapak dengan sebutan daddynya intan itu menurut saya sangat tidak enak untuk didengar"Tania.


" Nama saya Alexandra dan kamu bisa memanggil saya dengan sebutan Alex"Alexandra


"Owh baiklah pak Alex perkenalkan nama saya Tania senang mengenal bapak"Tania


setalah sampai dirumah kami pun masuk ke kamar masing-masing saya pun segera mandi dan segera tidur sementara daddynya intan masih ada diruang kerja.


dan intan pun mengijinkan saya buat pulang kerumah, saya segera turun dan berpamitan dengan pak Alex atau deddynya intan yang sedang sarapan di meja makan dan juga bibi setelah saya mendapatkan ojek saya pun sampai dirumah.


saya berbaring di tempat tidur segera karena sangat lelah dan mengantuk akhirnya saya pun terlelap hingga sore dan ketika bangun saya pun segera mandi dan membeli makanan di warung depan lalu saya pun makan-makanan yang saya beli.


*Di rumah Alexandra*


Intan yang sudah seharian menceritakan tentang Tania ibu gurunya itu bahkan sudah berulangkali di dengar oleh Alex.


"Intan kayaknya kamu suka banget sama guru kamu itu padahal biasanya kamu sudah banget akrab sama orang asing"Alexandra.


"Ya intan emang sulit buat akrab sama orang asing tapi dengan bu guru Tania intan tidak merasa asing intan malahan suka banget dengan bu Tania karena bu Tania itu tidak hanya cantik tetapi juga sangat baik kepada semua orang termasuk intan"Intan.


Bahkan intan mau kalau bu guru Tania menjadi mommy nya intan karena intan mau merasakan seperti apa punya mommy yang sebelumnya belum pernah intan rasakan"Intan.


"Intan kenapa intan berniat menjadikan bu guru Tania menjadi mommy nya intan kan sudah ada citra kekasih daddy bukan kha bisa daddy menikah dengan citra dan dia yang akan menjadi mommy sambung nya intan"Alexandra.

__ADS_1


"Tidak daddy intan tidak mau tante citra jadi mommy nya intan karena tante citra itu gak sayang sama intan didepan daddy saja tante citra bersikap baik kepada intan sedangkan di belakang deddy dia bahkan tidak peduli dan mengabaikan intan "Intan.


"Bagaimana mungkin intan tante citra sangat menyayangi intan tidak mungkin dia tidak peduli dengan intan"Alexandra.


"kalau daddy tidak percaya intan ya sudah"Intan .


intan pun segera berlalu dan pergi ke kamarnya dan tinggalah Alexandra yang ada di ruang tamu.


*Dikosan Tania*


Saya merasakan sangat bosan setelah selesai makan saya pun memutuskan buat tidur karena besok saya akan mengajar.


Ketika keesokannya tiba saya pun mulai bangun,mandi dan siap-siap setelah itu baru memesan ojek dan pergi kesekolah.


Setelah sampai saya pun masuk ke kelas dan mulai mengajar anak-anak seperti biasa saya akan makan di kantin dengan mengajak intan karena saya tau bahwa dia belum terbiasa dengan berteman dengan banyak orang kami pun saling ngobrol dan bahkan intan mengundang saya agar nanti malam pergi ke rumah nya karena kebetulan daddynya sedang ulang tahun sehingga mengadai acara di rumah


saya pun menerima undangannya dan nanti setelah pulang saya akan mempir ke mall buat mencari dress yang cocok untuk pergi ke ulang tahun daddy intan.


Sesampainya di mall saya pun mencari dress dan saya bertemu dengan dress yang sesuai dengan saya setelah itu saya mulai mencari kado dan saya bertemu dengan satu dasi yang menurut saya sangat cocok dengan daddynya intan setelah itu saya bayar dan langsung pulang kerumah buat bersiap-siap ke rumah intan.


Malam pun tiba dan saya pun telah sampai ke rumahnya intan saya masuk dan dikejutkan oleh daddy nya intan entah mengapa jantung ku seolah berdetak sangat cepat dan muka ku rasanya sangat panas mungkin sudah memerah saking panasnya dan Alexandra menghampiri saya.


"Hei masuklah mengapa kamu berdiri di depan pintu"Alexandra. Sambil mulai berjalan ke arah saya


"Emm iya pak Alex"Tania


dan akhirnya kami pun memulai acara ulang tahunnya dan mulai menikmati acaranya hingga tengah malam saya sangat mabuk karena terus-menerus di paksa oleh karyawannya pak Alex karena tidak enak menolak sehingga saya minum seteguk dan akhirnya pingsan.


Setelah keesokan paginya saat saya bangun saya dikejutkan oleh kamar yang bukanlah kamar saya dan yang paling mengejutkan saya buka memakai dress yang saya pakai kemarin melainkan piyama yang pernah saya beli dengan pak Alex akhirnya saya mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin ternyata di saat saya mulai ingat.


Ya kemarin saat saya yang sudah mabuk hingga pingsan disaat saya terbangun saya sudah digendong oleh pak Alex dan disaat sampai tepat di pintu kamar tamu saya malah memuntah di baju yang di pakai oleh pak Alex bahkan dress saya pun ikut terkena tetapi pak Alex kemudian tetap mengendong saya hingga sampai ke ranjang dan keluar untuk menyuruh bibi mengganti pakaian saya dengan piyama yang kemarin beli.


Astaga Tania apa yang sudah kamu lakukan kamu sudah memuntah di bajunya pak Alex gimana saya keluar dari sini saya merasa dia pasti akan menatap saya atau bahkan lebih serem dari kemarin rasanya saya ingin keluar dari sini tanpa harus keluar dari pintu kamar ini.

__ADS_1


__ADS_2