Obsesi Duda Anak Satu

Obsesi Duda Anak Satu
Bab:9


__ADS_3

"Indra itu sahabat saya Alex kamu jangan salah paham dulu"Tania


"tapi kenapa dia bilang dengan sebutan Tania ku apakah dia belum tau kalau kamu itu sudah punya suami dan tidak pantas dia sebut tania ku apa lagi di depan ku "Alexandra


"dia memang suka seperti itu menyebut ku sebagai miliknya karena itu sudah menjadi kebiasaan dia sejak kami masih SMK"Tania


"jadi dia sahabat mu yang kemarin kamu temuin "Alexandra


"iya dia sahabat ku dan yang sudah saya anggap kakak laki-laki ku kamu dengar kan dulu ya penjelasan ku jangan emosi dulu"Tania


"iya ayo jelaskan dan saya akan mendengarkan "Alexandra


"Indra itu adalah sahabat sekaligus kakak laki-laki bagi ku dan kami berdua sudah sahabat sejak memasuki SMK akan tetapi kami berpisah karena Indra yang harus kuliah di luar negeri yang sudah disiapkan oleh orang tuanya dan dia kembali kemarin dia langsung chat saya dan kami pun akhirnya bertemu"Tania


"oh begitu dan tadi dia bilang dia ingin bertemu dengan mu tapi saya tidak akan mengizinkannya"Alexandra


"kenapa dia itu baru pulang kemarin dan kami juga belum selesai kangen-kangenanya"Tania


"pokoknya tidak boleh"Alexandra


"kenapa, aku masih kangen sama kakak Indra "bujuk Tania


"apa kamu bahkan kangen sama lelaki dan kamu bilang di depan saya "marah Alexandra.

__ADS_1


Dia segera masuk ke kamar mandi


gimana saya membujuknya kalau dia seperti ini kenapa sekarang dia bahkan terlihat seperti mengekang saya agar tidak keluar tetapi tidak mungkin dia bukan lelaki seperti itu saya percaya itu.


Alex pun keluar dari kamar mandi dan saya pun masih mencoba membujuknya karena saya tidak enak untuk menolak Indra apalagi dia baru saja pulang dari luar negeri dia pasti ingin ada teman yang menemaninya jalan-jalan apalagi saya juga masih kangen sama sahabat saya yang sudah saya anggap sebagai kakak saya.


"bisakah saya pergi saya tidak enak menolaknya dan lagi kakak Indra pasti ingin berkeliling Jakarta dan dia pasti ingin ditemani"Tania


"kalau saya bilang tidak ya tidak Tania jangan keras kepala apakah kamu mau saya bawa kamu ke kantor ikut dengan saya agar kamu tidak pergi menemui sahabatmu itu"Alexandra


"kenapa kami seperti ini kamu seperti mengekang ku agar tidak pergi menemui sahabat ku apakah kamu pikir kami ada hubungan apakah kamu tidak percaya dengan ku"marah Tania


"iya aku tidak percaya kamu,puas dan sekarang kamu jangan sekali-kali keluar dari rumah ini apalagi menemuinya kecuali kamu keluar untuk belanja atau makan tetapi sendiri tanpa ada sahabat mu itu mengerti"tegas Alexandra


Akan tetapi ketika Tania akan keluar dia di hadang oleh Alex dan dengan emosi Alex menggendong Tania sampai ke ranjang dan dia mulai melepaskan pakaian Tania tanpa sehelai benang pun dan mereka melakukannya dengan Tania yang menangis karena Alex melakukannya dengan kasar tidak seperti sebelumnya tanpa memperdulikan Tania yang sudah memintanya untuk pelan-pelan .


Dan karena Alex izin tidak masuk kantor hari ini sehingga dia pun tertidur disamping Tania yang masih menangis dan akhirnya saking kebanyakan menangis Tania pun akhirnya tertidur.


Sampai sore saya pun bangun dan ketika cek hp banyak pesan dan telfon Indra yang masuk dan khawatir terjadi apa-apa dengan saya yang tadi pagi ada suara cowok yang mengangkat telfonnya di hp saya dan saya pun menghilang tanpa mengirim pesan atau pun menelfonnya.


Dengan singkat saya membalas bahwa mereka tidak dapat bertemu untuk sementara ini dan saya sebenarnya ingin menjelaskan tentang siapa yang mengangkat telfon malam ini akan tetapi saya memutuskan agar ketika kami bertemu secara empat mata baru saya akan menceritakan nya.


Saya mandi dan segera turun dan melihat intan yang sedang mengobrol dengan salah satu bibi ketika saya turun intan pun memeluk saya dan saya pun ikut mengobrol di lain sisi Alex yang sudah bangun pun segera melihat ke samping dan dia tidak melihat Tania di sampingnya dan di pun dengan terburu-buru memakai baju dan segera cek di kamar mandi akan tetapi tidak melihat ada Tania di sana ketika di turun dan melihat bahwa ada bibi,intan,dan Tania yang sedang mengobrol di taman dengan muka Tania yang masih lembam akibat terlalu banyak menangis tadi.

__ADS_1


Dan Alex pun berjalan ke taman dan segera menggendong Tania hingga Tania pun terkejut ketika badannya yang sudah digendong oleh Alex dan Alex bilang ke intan bahwa ada sesuatu yang dia ingin katakan ke saya di kamar jadi kami pun sekarang sudah sampai di kamar.


"Apakah kamu marah dengan saya"? Alexandra


"kamu pikir saja sendiri"kesal Tania


"maaf aku hanya takut kamu jatuh cinta dengan si sia*an indra-indra itu"Alexandra


"heh jangan memanggil nya seperti itu kakak Indra orangnya baik kok"Tania


"pokoknya kamu jangan berhubungan dengan dia aku takut kamu nanti bakalan jatuh cinta sama dia"Alexandra


"kamu kenapa kamu cemburu ya"Tania


"aku rasa begitu aku merasa bahwa aku sangat takut kehilanganmu dan kamu tidak boleh dekat dengan lelaki mana pun walaupun dia sahabat mu"Alexandra


"Alex cemburu itu pasti boleh karena itu bertanda kamu cinta dengan ku tapi apakah kamu sama sekali tidak percaya dengan ku saya bukan wanita gampangan yang dengan mudah cinta sama cowok lain dan saya rasa juga saya mulai mencintaimu"Tania


"gak mau tau pokoknya kamu harus menuruti apa yang ku katakan "Alexandra


"tidak ada tapi-tapi sekarang saya mau mandi dan kamu tunggu di kamar ini "Alexandra.


Dia pun berlalu ke pintu dan mengunci pintu kamar dan segera mulai mandi dengan kunci yang disimpan di kamar mandi bersama dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2