Obsesi Duda Anak Satu

Obsesi Duda Anak Satu
Bab:11


__ADS_3

Tanpa mereka sadari ada orang yang memotret mereka secara diam-diam.


*Di kantor Alexandra*


Tring pesan dari hp Alex


dengan muka marah dan cemburu


"saya sudah melarangmu agar tidak bertemu dengan sahabat mu tapi kamu diam-diam bertemu ketika saya masih di kantor"gumam Alexandra.


Ya karena takut istrinya bertemu dengan sahabatnya, Alex pun menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Tania tanpa sepengetahuan Tania, entah mengapa Alex menjadi seperti itu apakah dia terlalu mencintai tania sehingga cemburu atau ini hanya obsesinya entahlah kenapa Alex seperti itu.


Dan Alex memutuskan buat pulang dengan muka yang sangat marah.


Sesampai di rumah Alex segera memanggil saya dan kebetulan saya yang setelah selesai menceritakan kepada Indra pun segera pergi membeli coklat dan pulang karena saya tidak ingin membuat suami saya marah apabila dia tau saya menemui sahabat saya yang hanya kebetulan lewat di depan pusat perbelanjaan.


Alex yang masuk ke kamar dan melihat saya yang sedang makan coklat di balkon kamar dan Alex pun segera jalan menuju ke arah saya yang bahkan saya tidak menyadari akan kehadiran Alex dan Alex memegang tangan saya dengan sangat erat dengan mukanya yang terlihat sudah sangat marah.


"Apa kamu tidak ingin mendengarkan apa yang suami kamu katakan"?marah Alexandra


"maksudnya kamu datang-datang kesini marah-marah dan bahkan kamu memegang tangan ku dengan sangat kuat ini sakit Alex"Tania.


Dengan tangan saya yang sudah memerah akibat gegaman Alex yang terlalu kuat dan Alex pun melepaskannya karena dia sudah tidak terkendali lagi sehingga tanpa sadar melakukannya.


"Saya melihat kamu ketemu dengan sahabat mu itu didekat taman rumah kita kenapa kamu ketemu dia tanpa seizin ku padahal kan saya sudah bilang bahwa kamu gak boleh lagi ketemuan sama dia mengapa kamu tidak mengerti"Alexandra


"saya bisa jelaskan ini tidak seperti yang kamu lihat, ini hanya salah paham"tania


"tidak usah kamu jelaskan sekarang saya akan mengunci kamu di kamar ini agar kamu tidak lagi bertemu dengan sahabat mu itu, tunggu saya pulang dari kantor baru saya akan buka dan nanti ketika kamu butuh sesuatu panggil bibi dan bibi akan datang"Alexandra


"tolong jangan begini saya mohon Alex kamu belum dengar penjelasan ku"nangis Tania.


Dan di abaikan oleh Alex yang berlalu keluar dari kamar dan mengunci pintu dari luar.

__ADS_1


Saya pun masih menangis mengapa Alex seperti ini dia bahkan tidak mendengar penjelasan saya.


*Di kantor Alex*


Alex yang masuk ke kantor pun segera masuk keruangannya dengan wajah yang emosi.


Setelah pekerjaan selesai Alex segera pulang.


"Boss apa boss mau berhenti di depan sana kebetulan di depan sana ada yang jual toko bunga boss"Robi


"Oh iya saya lupa tapi gak jadi deh saya lagi marah sama dia kenapa saya yang harus minta maaf dengan membeli Tania bunga"batin Alexandra


"tidak usah langsung pulang aja"Alexandra.


Sesampainya di rumah Alex pun segera masuk ke kamar dan menemukan Tania yang sudah mandi dengan tangan yang berada diperutnya.


"Tania bangun"Alexandra


"apakah kamu baik-baik saja kenapa kamu terlihat agak pucat"Alex


"saya baik-baik saja"Tania.


"Akhkk "kesakitan Tania


"kamu kenapa "Alexandra


"Gak papa ini hanya karena datang bulan aja makanya perutnya sakit"Tania


"apakah kamu yakin"Alexandra


dan dianggukin oleh Tania


saat Alex akan mandi

__ADS_1


"Alex maukah kamu mendengarkan penjelasan ku "Tania


"saya belum siap biasakah kita bahasnya nanti ketika saya sudah siap mendengarkannya"Alexandra


Ketika selesai mandi Alex segera berbaring dan tanpa menghadap ke arah saya.


"sayang apakah kamu marah dengan saya,tadi pagi itu hanya kebetulan kami bertemu dan saya mengajak kakak Indra buat"tania


"bukankah saya sudah bilang untuk sekarang saya belum siap menerima alasan mu"potong Alexandra


"Tapi"Tania


"udah tidur besok saya mau ke kantor "Alexandra


Keesokan harinya


"kayaknya saya harus mendapatkan kepercayaan Alex lagi agar saya bisa menjelaskannya dan kami kembali seperti semula "batin tania


"sayang ayo bangun kan mau ke kantor"Tania


"iya ada apa kok kamu tumben dari semalam sampai sekarang panggil sayang"curiga Alex


"Emm saya hanya ingin aja"Tania


Alex pun berlalu dan segera mandi seperti biasa Tania akan memakainya dasi dan mereka turun bersama dan sarapan bertiga.


"capek banget udah lagi datang bulan terus tiba-tiba kepengen makan bakso dengan cabe yang banyak sudah kayak ngidam aja "gumam Tania


Apa saya turun aja ya siapa tau bakso yang kemarin lewat, kan jadinya tidak usah lagi pesan bakso.


Menunggu selama hampir 2 jam dan Abang yang biasanya lewat tidak lewat juga kemana kira-kira Abang itu, mending pesan aja biar lebih cepat, pas mau pesan lagi-lagi yang jual baksonya kebetulan semuanya tutup apakah mereka ada janjian buat hari ini tidak jual rasanya ingin marah udah perut sakit kepengen makan bakso tapi si*lnya tidak ada yang jual.


Dan saya pun naik ke atas untuk tidur agar tidak kepikiran lagi akan makan bakso walaupun sudah sangat pengen memakannya.

__ADS_1


__ADS_2