Oh My Badboy

Oh My Badboy
E.m.p.a.t.b.e.l.a.s


__ADS_3

Like sebelum baca yah :)


Setelah insiden di club Adara selalu menghindari Aura ketika di sekolah maupun tempat lain. Menurut Adara tidak ada alasan untuk melakukan kontak dengan wanita itu.


Teman-teman Cakra juga sudah mulai sering main ke apartement Cakra kembali, tentu saja Adara senang karna merasa punya teman baru untuk bercerita dan tertawa bersama, kadang juga teman-teman Adara yg datang berkunjung untuk sekedar bertukar curhat dengan nya.


~~


Berbeda dengan hari ini, kali ini Adara tidak bisa menghindari Aura, wanita yg selama ini tidak di sukai nya. Mereka berdua bertemu di toilet wanita di sekolah. Adara yg baru saja keluar dari salah satu bilik toilet spontan kaget ketika Aura telah berdiri di hadapan nya.


"Hai" sapa Aura dengan senyum miring nya.


Tentu saja Adara tak menjawab dan ingin langsung beranjak pergi dari toilet, tapi kaki nya seketika terhenti ketika ia merasa kerah baju nya di tarik hingga membawa badan nya terbentur dengan wastafel toilet.


"Ssshhh, mau lo apa?" Adara menatap Aura tajam dan mencoba menahan rasa sakit di pinggang nya karna benturan yg cukup keras.


"Jangan sok bocah, lo pikir lo siapa hah?! Bisa-bisa nya lo ngambil cakra dari gue! gue yg selama ini deketin dia tapi kenapa malah lo yg dapetin!"


Kali ini Aura benar-benar terlihat berbeda dari biasa nya, bahkan sekarang dia sudah menarik baju Adara hingga dua kancing baju bagian atas nya terjatuh entah kemana.


Masih tak puas Aura malah mencekik leher Adara dengan kuat, hingga membuat Adara sedikit kesusahan bernafas Aura yang melihat itu sama sekali tidak merasa kasihan.


Adara sama sekali tak membalas perkataan Aura dia hanya berusaha menarik tangan Aura dari leher nya, tak ada rasa takut sedikit pun dari raut wajah nya.

__ADS_1


Hingga Aura melepas cekikan nya dari leher Adara dan beralih mengambil air bekas pel yang berada di sudut toilet, kemudian dia kembali menghampiri Adara yang masih diam.


Aura hendak menyiram Adara dengan air bekas pel yang baru dia ambil, tapi seketika tertahan karena ada seseorang yang mengetuk pintu toilet yang sebelum nya dia kunci, dan karena hal itu Aura mengurungkan kembali niat nya.


"Lo tau kan sifat laki-laki kayak Cakra gimana, dia gampang tergoda! Gue ga bakal biarin lo milikin Cakra dalam waktu lama" ancam Aura.


Setidaknya itu yg Aura ucapkan sebelum beranjak pergi meninggalkan Adara.


"Jalang!!" hanya itu yg keluar dari mulut Adara ketika Aura beranjak keluar yg entah mendengar perkataan nya atau tidak.


Di dalam toilet memang tak ada siswi lain nya karna saat Adara ke toilet memang sedang jam pelajaran sekolah. Setelah kejadian tadi Adara memilih tidak kembali ke kelas karna kancing baju nya yg sudah terlepas dua.


Sambil memegang baju bagian atas nya, Adara memilih pergi ke atap sekolah, ia yakin disana tidak ada orang karna sekarang sedang jam masuk. Adara memilih ke atap sekolah karna disana adalah tempat yg tepat untuk menenangkan pikiran nya sekaligus menghindar dari guru jaga.


Adara seakan ingin langsung menghampiri Cakra dan memarahi nya karna bolos jam pelajaran. Tapi niat nya itu dia urungkan karna mengingat kondisi nya yg sekarang, ia kemudian menutup pintu atap kembali dengan hati-hati agar tidak ketahuan Cakra.


Adara memutuskan pergi ke uks sekolah saja, karna itu merupakan tempat satu-satu nya yg dapat ia datangi sekarang dan lagi pula tubuh nya juga membutuhkan istirahat karena kesakitan akibat perbuatan Aura barusan.


Adara hanya berbaring di salah satu ruang uks, air mata nya tiba-tiba jatuh saat mengingat perkataan terakhir Aura di toilet tadi.


"Gue ga takut sama aura, tapi gue takut lo ninggalin gue gara-gara aura cak, hikksss" tangis Adara semakin keras, rasanya sekarang dia ingin sekali melihat Cakra berada di hadapan nya.


Adara mengambil handphone nya untuk menelfon Cakra tapi ia langsung teringat bahwa handphone Cakra telah di rusakn nya. Lalu dia menaruh handphone nya sembarang di atas meja samping kasur.

__ADS_1


~~


Bel tanda istirahat telah berbunyi, Adara langsung mengambil handphone nya kembali, ia meminta Ayu dan Devi untuk segera ke uks dan membawakan dia jaket.


Ayu dan Devi tentu saja langsung panik ketika mengetahui Adara berada di uks. Saat dalam perjalanan ke uks Ayu dan Devi bertemu dengan Azka dan kawan-kawan nya.


"Mau kemana dek, kok lari-lari?"


"Adara di uks" ucap Ayu tanpa menghentikan langkah nya.


Cakra yg sedari tadi diam menyenderkan badan nya di dinding seketika berdiri tegak ketika mendengar ucapan Ayu.


Tanpa di suruh pun Cakra langsung berlari mengikuti Ayu dan Devi, sedangkan Azka, Rio, dan Dion tidak mengikut, mereka pikir mereka tidak perlu pergi karna akan mengundang banyak perhatian.


Saking panik nya Cakra berlari begitu cepat hingga mendahului Ayu dan Devi, Cakra begitu panik hingga melupakan resiko yg terjadi jika dia pergi menemui Adara.


Bagaimana Cakra tidak panik, tadi pagi Adara baik-baik saja ketika berangkat sekolah bersama nya, bahkan begitu cerewet ketika berbicara panjang lebar dengannya di mobil, rasanya tidak mungkin jika Adara tiba-tiba sakit begitu saja.


Next guys :)


Maaf kalau cerita nya gaje hehehe.


m a k a s i h s u d a h m a u b a c a :)

__ADS_1


__ADS_2