
Like dulu sebelum baca :)
"Cakraa..--"
"Cakra kamu di mana?!"
Adara memanggil Cakra yg tak terlihat di dalam ruangan yg dia tempati sekarang. Dia sekarang berada di rumah sakit setelah insiden yg terjadi dengan nya dan Aura.
Adara Sebelum nya sudah menerima perawatan dan baju nya pun sudah terganti dengan baju khusus pasien. Setelah menerima perawatan, dokter menyuruh nya untuk istirahat, jadi tadi Adara memilih tidur.
Karna tak mendapat jawaban dari Cakra, Adara membaringkan tubuh nya kembali, lalu dia tak sengaja melihat handphone Cakra yg tergeletak di atas meja di samping kasurnya, dia mengambil nya dan mengotak-ngatik nya. Entah kenapa jiwa kepo Adara tiba-tiba saja keluar.
Adara kepo memeriksa sosmed Cakra secara bergantian mulai dari whatsapp sampai instagram sekalipun. Kemudian dia beralih ke galeri foto dan melihat-lihat kumpulan foto diri nya dan Cakra, senyum terukir begitu manis di bibir nya ketika melihat foto-foto mesra nya bersama Cakra, rasa nya sekarang dia tiba-tiba merindukan suami nya itu.
Setelah puas melihat-lihat foto, Adara beralih ke fitur kamera dan kemudian mengambil beberapa foto diri nya. Saat sedang asik mengambil foto tiba-tiba ada yg ikut bergabung dalam layar kamera, Itu Cakra. Dia datang dan langsung mengecup pucuk kepala Adara saat sedang berselfie ria.
"Kamu dari mana?" Adara langsung mendudukan badan nya dan di bantu oleh Cakra.
"Dari beliin kamu makanan"
"Kamu beliin aku apaan? Aku gamau makan bubur yah!"
Belum sempat Cakra memberikan makanan yg dia belikan pada Adara tapi ternyata sudah tertolak mentah-mentah secara tidak langsung. Ya Cakra membelikan Adara bubur ayam.
"Ga boleh milih-milih makanan, ayo sinii" Cakra beranjak menaruh bubur yg dia beli di meja.
Adara masih tak beranjak dari duduk nya di atas kasur, "Kamu beli bubur kan? Ga mau ah ga enak, maunya nasi padang"
Cakra menghela nafas, lalu beranjak mendekati Adara, dia langsung menggendong tubuh gadis itu ala bridal style dan mendudukan nya di sofa. Ruang rawat Adara memang kelas VIP jadi terdapat sofa dan meja khusus untuk keluarga yg menunggu atau menjaga pasien.
"Makan yah" Cakra menyodorkan bubur ayam yg dia beli ke hadapan Adara. Sedangkan yg di beri makanan hanya menatap makanan nya tak selera.
"Makan dar.."
"Aku kan bukan sakit gigi atau semacam nya, kok malah makan bubur" Adara mempoutkan bibir nya yg masih kekeh tak mau menyentuh makanan nya.
"Makan bubur atau ga makan sama sekali?!" Cakra memberikan pilihan pada Adara dengan nada datar, hingga membuat gadis itu langsung beralih menatap nya.
"Makan bubur" balas Adara dengan wajah sedihnya lalu mengambil mangkuk bubur ayam yg sudah menunggu nya dari tadi.
Cakra tersenyum gemas melihat tingkah istrinya itu. "Aku pergi bentar yah, mau ngurus registrasi. Devi juga bentar lagi mau dateng kesini jengukin kamu, kata nya pulang sekolah bakal langsung kesini"
__ADS_1
"Oke" balas Adara dengan singkat, seperti nya dia sedang merajuk pada Cakra yg hanya memberi nya makan bubur.
"Bubur nya habisin, ga boleh nyisa!" tambah Cakra lagi lalu beranjak keluar ruangan, sedangkan Adara hanya berdecak kesal melihat kepergian Cakra dan kemudian melanjutkan kegiatan nya memakan bubur ayam.
~~
Semenjak Cakra pergi mengurus registrasi dia belum pernah kembali ke ruang perawatan Adara, sedangkan Devi sudah dari tadi datang menjenguk Adara dan berbincang panjang lebar, mulai dari pembicaraan tentang Aura sampai pembicaraan yg lain-lain nya.
Karna Cakra tak kunjung datang dan Devi jugai ngi pulang, akhir nya Adara menelfon suami nya itu agar segera kembali, dia tidak suka jika harus sendirian lagi di ruangan ini.
Dara is calling..
"Hallo Cak, kamu di mana?"
"Lagi diluar dar, kenapa?"
"Sama siapa?"
"Ini sama rio, azka, dan dion!"
"Kok ga bilang pergi nya?"
...... (Adara diam)
"Hallo, dar? Emang ada apa?"
...... (Masih diam)
"Kamu butuh sesuatu?"
"Dar..?"
"Kangennn :( !!" rengek Adara.
"Ha? Ga salah nih hehehe? Perasaan kita belum lama misah!"
"Au ah gelap!"
"Yaudah aku kesitu, tunggu yah"
"Iyah cepet, devi juga udah mau pulang kata nya!"
__ADS_1
"Iyah iyah bawell, bye bye!"
T i i t!
Dan akhir nya Cakra tiba di rumah sakit, sebelum masuk ke ruang rawat Adara dia sempat berpapasan dengan Devi dan hanya saling melempar senyum.
Saat Cakra masuk ke ruangan Adara dia sudah mendapati gadis nya itu duduk termenung di sofa sambil memeluk lutut nya, dia beranjak mendekati Adara dan mengelus lembut kepala gadis itu lalu duduk di samping nya.
"Masih ada yg sakit?" tanya Cakra yg mengalihkan seluruh atensi nya ke Adara. Gadis itu hanya mengangguk dengan senyum tipis nya yg sekarang sudah menatap balik ke Cakra yg duduk di samping nya.
Tanpa aba-aba Cakra tiba-tiba mencium kening Adara, kemudian mencium kedua pipi putih Adara yg masih sedikit memerah, lalu mencium kedua punggung tangan Adara, dan yg terakhir mencium kedua bahu Adara secara bergantian. Jangan tanya ekpresi Adara sekarang, dia hanya diam melongo dan keheranan atas tingkah suami nya itu.
"Ngapain nyium-nyium?" Adara menatap Cakra datar.
"Biar cepet sembuh sayang!" jawab Cakra seraya menampilkan senyum manis nya.
"Oh!! Ga sekalian nyium kaki? Biar masuk surga gituu!?"
"Hehehehe nanti aja" balas Cakra yg masih menampilkan senyum nya.
"Tadi benerankan kamu ketemu sama temen-temen kamu? Ga ketemu sama aura kan?" tanya Adara menyelidik.
"Enggak adara, tadi emang ngebahas Aura tapi ga ketemu dia kok"
"Trus sekarang aura gimana?" tanya Adara menatap dalam pada Cakra. Dia cukup penasaran dengan apa yang di alami Aura setelah mencelakai nya.
"Sekolah bakal nindak lanjutin atas perbuatan nya kali ini, tapi karna dia masih sekolah jadi pihak sekolah kata nya ga mau melibatkan pihak polisi dulu" jelas Cakra.
"Mmm ya udah kalau gitu" balas Adara mengerti dengan perkataan Cakra.
"Ga usah dipikirin lagi yah. Aku juga minta maaf tadi dateng nya lambat"
"Gapapa, yg penting sekarang kamu disini" ucap Adara tersenyum, kemudian melingkarkan tangan nya ke perut Cakra dan menyenderkan kepala nya ke dada bidang Cakra.
~~
jangan lupa untuk like nya yah guys!
M a k a s i h y g u d a h b a c a s a m p a i s i n i !
S a y a n g h e e♡
__ADS_1