
Enam bulan setelah Adara melahirkan, kehidupan Cakra dan Adara begitu berwarna karna kehadiran sang buah hati Aksara pradikta putra.
~~
Sekarang Adara sedang menonton tv sambil menggendong Aksa seraya menyusuinya. Saat siang hari seperti ini dia hanya berdua saja bersama Aksa di apartement, karna Cakra sedang bekerja di kantornya.
Menginjak usia enam bulan Aksa terbilang sangat rewel jika di tinggal sendirian, dia harus berada di gendongan Cakra atau Adara agar tetap tenang dan tak menangis, meskipun hal itu cukup merepotkan tapi Adara tak pernah mengeluh sekalipun.
Enam bulan adalah waktu yg cukup untuk menjadikan Adara ibu yg mandiri, semenjak Aksa berumur dua bulan Adara sudah tidak perlu bantuan dari ibunya, dia memilih untuk mengurus segalanya sendiri meskipun sesekali masih di bantu oleh ibunya.
Cakra pun tentu saja membantunya, meskipun hanya membantu hal-hal kecil, maklum Cakra tidak ahli dalam bidang ini, paling-paling dia hanya membantu untuk mengganti popok Aksa saja.
~~
Tiba di sore hari, biasanya Cakra akan segera pulang dan itu tandanya Adara harus segera memasak untuk makan malam.
Adara menidurkan Aksa di box bayi yg memang sengaja di taruh di ruang tamu agar dia muda mengawasi Aksa meskipun sedang memasak.
Setelah proses masak memasak Adara segera menata masakannya di meja makan, kemudian dia segera mencuci tanganya dan beranjak kembali untuk mengecek Aksa apakah terbangun dari tidurnya atau belum.
Dan ternyata Aksa masih setia dengan tidurnya, itu menandakan Adara bisa beristirahat sebentar. Dia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa lalu menghela nafas lelahnya.
"Harus kuat meskipun ga ada ibu" ucap Adara menyemangati dirinya sendiri kemudian kembali menyalakan tv.
Beberapa saat kemudian pintu masuk terbuka, menandakan kepulangan Cakra. Adara langsung segera menghampirinya dan langsung masuk ke pelukan Cakra.
"Aksa mana sayang?"
"Gitu yaa, mentang-mentang udah punya anak yg di tanyain duluan bukan aku!" balas Adara seraya melepas pelukannya.
"Hehehe manja bat dah!" ucap Cakra sambil mencubit ujung hidung Adara, kemudian beranjak mendekati box bayi yg berada di ruang tamu dan di ikuti oleh Adara.
"Mau aku buatin minum ga Cak? Kamu pasti capek kan!?"
"Ga usah, capeknya udah hilang kalau udah liat kamu, sini duduk!" balas Cakra yg sudah duduk di sofa lalu menepuk tempat di sampingnya mengisyaratkan Adara untuk duduk.
Adara pun langsung duduk dan menyenderkan kepalanya di bahu Cakra.
"Cak..?"
__ADS_1
"hm?"
"Tadi papa nelfon"
"Tumben, terus?"
"Katanya papa sama mama mau kesini"
"Oh ya udah" balas Cakra singkat.
"Tapi Cak, aku kayaknya takut deh"
"Lah kok takut?"
"Takut aja, ini pertama kalinya papa kesini semenjak ada aku kan?! Biasanya kan hanya mama yg kesini"
"Ga usah takut sayang, papa jarang kesini karna emang sibuk kerja, sebelum ada kamu juga papa ga pernah jengukin aku disini" jelas Cakra.
"Tapi tetep aja rasanya degem-degem" balas Adara seraya tersenyum kikuk.
"Udah ga usah di pikirin" ucap Cakra lalu mencium kening Adara.
~~
Sedangkan Cakra jangan tanya, dia hanya sibuk memaikan hp nya tanpa memperdulikan kedua orang tuanya. Dia sebenarnya hilang selera untuk berbicara dengan papanya, karna setiap pembicaraan dengan papanya pasti berujung dengan pembahasan tentang perusahaan.
Sampai saat ini papa Cakra masih terus menyuruh Cakra untuk memegang beberapa perusahaan yg di milikinya, tapi Cakra pun masih setia dengan pilihannya.
"Dar mama boleh gendong Aksa ga?"
Pinta mama Cakra memecah keheningan.
"Eh iyah mah" balas Adara seraya memberikan Aksa ke ibu mertuanya itu.
"Cak, kamu masih belum berubah pikiran yah?" tiba-tiba papa Cakra meluncurkan pertanyaan yg sebenarnya sudah berulang kali dia berikan pada Cakra.
"Ga pah, Cakra masih betah kerja di kantor Cakra sendiri. Kan papa juga tau alasan Cakra nolak. Tolonglah papah ngertiin dikit kehidupan Cakra"
"Papa ga bisa percaya orang lain selain kamu nak!"
__ADS_1
"Tapi Cakra juga ga bisa ngorbanin kehidupan Cakra pah, Cak--"
"Cak kamu ga boleh ngomong gitu!" potong Adara tiba-tiba.
Dan akhirnya Cakra memilih diam kembali, dia sudah tidak ingin melanjutkan pembicaraan yg membuatnya sangat muak.
"Yasudah, papa harap nanti kamu berubah pikiran, tolong pertimbangkan kembali nak!" ucap papa Cakra seraya menepuk-nepuk bahunya.
10 : 10 PM
Setelah berbincang panjang lebar akhirnya kedua orang tua Cakra memilih untuk pulang ke rumahnya. Adara mencium kedua tangan mertuanya begitupun Cakra. Sedangkan Aksa sudah tertidur pulas di gendongan Cakra.
Karna memang sudah merasa cukup lelah, Cakra dan Adara segera menuju kamar mereka untuk beristirahat. Cakra menidurkan Aksa di box bayi yg juga terdapat di ruang kamar mereka, lalu dia beranjak ke kasur yg disana sudah ada Adara.
"Cak kamu baik-baik aja kan?" tanya Adara sambil memeluk Cakra yg baru saja membaringkan tubuhnya.
Yg di tanya tak menjawab dia malah menutupi wajahnya dengan punggung tangannya.
"Kamu capek yah?! Yaudah kamu istirahat yah, semoga mimpi indah Cak" ucap Adara pelan.
"Sampai kapanpun aku ga bakal nerima tawaran papa, jadi kamu ga usah bujuk aku buat terima tawaran papa. Ngerti?" tiba-tiba Cakra berbicara dengan nada yg super datar, hal itu membuat Adara sedikit tersentak kaget.
"Iyah, maafin aku" balas Adara mengalah, memang dia juga sudah beberapa kali membujuk Cakra untuk menerima tawaran papanya, Adara hanya tidak ingin menjadi alasan Cakra untuk menolak keinginan papanya. Jujur saja dia cukup takut jika mertua laki-lakinya itu membenci hanya karna penolakan Cakra.
~~
Paginya Cakra dan Adara di bangunkan oleh tangisan Aksa buah hati mereka. Adara tentu saja langsung beranjak dari tidurnya dan langsung menggendong Aksa.
Tanpa Adara sadari ternyata Cakra juga ikut bangun, kemudian tanpa aba-aba Cakra langsung mengambil alih untuk menggedong Aksa.
"Kamu tidur lagi aja, aku tau kamu semaleman begadang karna nemenin Aksa yg rewel" ucap Cakra menyuruh Adara untuk tidur kembali.
Cakra langsung menuju ke sofa sambil terus mengusap-ngusap punggung Aksa agar segera berhenti menangis. Adara yg tadinya di suruh tidur sama Cakra tak menurutinya, dia malah memilih duduk di samping Cakra.
"Aksa biar sama aku dulu sayang, sana tidur" suruh Cakra sekali lagi.
"Gapapa, aku tidur disini aja sama kamu" balas Adara seraya menyenderkan kepalanya di bahu Cakra.
Oke sampe sini dulu yak, sebenarnya bingung mau nulis extra part nya kayak gimana, tapi semoga kalian tetap mau baca yah.
__ADS_1
Lanjut next yah :)
♡♡♡