
Cakra masih terus menghujani Erza dengan pukulan nya, dia bahkan tidak peduli jika harus berhadapan dengan guru nanti nya, yg penting sekarang kekesalan nya harus tersalurkan.
"Cakraaaa!" pekik Adara hingga membuat Cakra berhenti memukuli Erza.
Melihat Cakra lengah, Erza langsung meluncurkan bogeman nya ke wajah Cakra dan akhir nya mereka berdua baku hantam kembali. 'guru lama bat dah'-batin pembaca :)
Tak lama guru-guru sudah datang dan melerai mereka berdua.
"Apa-apaan kalian berdua! Cepat ikut bapak!" perintah Pak Rama dengan ekspresi tak santainya. Mau tak mau Cakra dan Erza mengikuti nya.
Adara hanya bisa menatap kepergian Cakra dengan mata yg berkaca-kaca, Cakra sempat memberi nya isyarat bahwa dia tidak apa-apa, tapi hati nya tetap saja khawatir melihat wajah lebam Cakra.
~~
Saat memasuki waktu istirahat dan makan siang, Cakra dan Erza masih menerima hukuman nya yaitu di jemur di tengah lapangan.
Adara sedari tadi tak ingin beranjak dan masih kekeh menemani Cakra dari pinggir lapangan. Meskipun Cakra menyuruh nya pergi makan siang dia tidak memperdulikan nya.
Adara tiba-tiba tersentak ketika ada seseorang yg langsung duduk di samping nya, Vanya.
"Hai, Aku Vanya!" sapa Vanya dengan senyum manis nya membuat Adara pangling sesaat.
"Kamu?!" sambung Vanya lagi.
"Adara" Adara hanya bisa tersenyum tipis ketika menjawab pertanyaan Vanya. Cantik sekali- batin nya.
Lama terdiam akhirnya Vanya mencoba angkat suara lagi, dia menatap Adara seraya tersenyum manis.
"Kamu pacar Cakra yah?! Tadi aku liat Cakra jagain kamu banget hehehe" tanya Vanya dengan ramah, Adara terdiam sejenak lalu mengangguk dengan senyum canggung.
Kemarin Adara sempat kesal melihat perempuan di samping nya ini tapi sekarang dia malah tidak enak hati sendiri. 'Terlalu manis, pantas saja Cakra bisa menyukai gadis ini'-batin Adara.
"Kalau kamu mau tau..dulu aku juga pacaran sama Cakra, tapi pisah karna keadaan" ucap Vanya seraya tersenyum memandangi Cakra di tengah lapangan.
"Tapi tenang aja, aku ga bakal ngambil Cakra dari kamu!" lanjut Vanya membuat Adara langsung menggeleng.
"Kaka pacaran sama Cakra berapa lama?" akhirnya Adara berani membuka suara nya kembali.
"Mmm kayaknya dua tahun lebih deh, waktu itu dia kelas satu sedangkan aku kelas dua, dia langsung terkenal gara-gara memacari kaka kelas hehehe" Adara mengangguk mengerti mendengar penjelasan Vanya.
"Aku nitip salam yah sama Cakra, aku bentar lagi mau balik jadi ga bisa ikut agenda Camping sampai selesai" Adara langsung menyanggupi permintaan salam Vanya.
Saat hendak beranjak, tanpa di sangka Vanya langsung memeluk Adara lembut sebagai tanda perpisahan. Kemudian Vanya benar-benar beranjak pergi dari Adara seraya melambaikan tangan nya plus senyuman manis yg tak akan pernah di lupakan oleh Adara.
Cakra yg dari tadi di jemur di tengah lapangan hanya bisa menatap keheranan pada Adara dan Vanya. 'Mereka ngapain pelukan anjir!?'-batin Cakra.
~~
__ADS_1
01 : 25 PM
Akhirnya Cakra dan Erza di lepaskan dari hukuman nya, Cakra langsung menghampiri Adara yg masih setia menunggu nya.
"Dari tadi aku kan suruh kamu makan kenapa ga pergi-pergi!" ucap Cakra memarahi Adara.
"Gimana mau makan kalau kamu juga belum makan" balas Adara sambil mengusap-ngusap pelan luka di wajah Cakra akibat berkelahi tadi.
"Udah deh ini gapapa, ayo makan!" Cakra langsung merangkul Adara dan beranjak meninggalkan lapangan.
"Cak tadi Ka Vanya nitip salam, katanya dia pulang duluan"
"Oh"
"Ka Vanya cantik banget yah, saking cantik nya aku ga jadi kesel sama dia hehehe!" puji Adara dengan polos nya.
"Cantikkan juga kamu!" timpal Cakra tiba-tiba.
"Halah ga usah bohong kamu, kamu pas liat dia juga sulit berpaling kan!"
"Serah deh, ayoo!" ucap Cakra lalu menggenggam tangan Adara.
~~
Semua kegiatan Camping akhir nya terlaksanakan dengan lancar. Setelah penyampaian kesan dan pesan dari para guru, siswa, dan juga alumni kegiatan Camping resmi di tutup.
Adara benar-benar dalam suasana hati yg baik karna telah mengikuti Camping yg dia idam-idam kan, selama perjalanan senyum nya selalu terukir sempurna di bibir nya. Hingga ketika dia teringat sesuatu 'ibunya'.
"Cakra kita kerumah ibu yuk!"
"Ngapain sayang?!" tanya Cakra yg sebenar nya sedang malas berbicara.
"Aku pengen kasih tau ibu soal kehamilan aku!" Cakra spontan langsung menatap Adara.
"Kamu yakin ibu ga bakal marah?!"
"Ga yakin sih, tapi kan ibu harus tau juga! Atau..kita kasih tau mama papa kamu dulu sebelum ibu?!"
"Ga usah, langsung ke ibu aja. Mama papa itu orang sibuk mana punya waktu buat kita!" Adara langsung tertunduk lesu mendengar jawaban Cakra.
"Ga usah sedih, nanti aku yg nyampein ke mama, kamu ga usah capek-capek, lagian mereka ga bakal ada di rumah" jelas Cakra sambil mengelus lembut kepala Adara.
Cakra hafal betul kesibukan orang tua nya itu, sedari kecil dia selalu bermain sendirian, paling dia hanya di awasi oleh pelayan di rumah nya. Cakra takut Adara kecewa maka nya dia tidak ingin ke rumah nya.
~~
"Ibuu..!" sambut Adara ketika pertama kali melihat ibu nya.
__ADS_1
"Ibu kangen nak" ucap ibu Adara seraya memeluk hangat anak semata wayang nya itu.
"Dara juga kangen bu" ucap Adara membalas pelukan ibu nya.
Setelah ritual peluk-pelukan selesai kini giliran Cakra yg menyapa ibu mertua nya itu, Cakra sedikit canggung bertemu ibu Adara. Dia hanya bisa memasang senyum terbaik nya seraya mencium punggung tangan ibu Adara dengan sopan.
"Ayo masuk! Akhir nya mantu ibu dateng kesini juga hehehe!" Senyum Cakra langsung mencuat ketika mendengar kata 'mantu' dari ibu Adara.
~~
Setelah makan malam Cakra Adara dan ibu nya berkumpul di ruang tengah, maksud hati ingin menyampaikan sesuatu, Cakra dan Adara malah di ajak nonton sinetron sama sang ibu.
"Bu Dara mau ngomong sesuatu, tapi ibu jangan kaget yah" ucap Adara sedikit takut hingga sukses membuat ibu nya mengernyitkan alis nya.
"Emang mau ngomong sih nak, jangan bilang kalian mau cerai nih?" tanya ibu Adara dengan tatapan menyelidik.
Cakra yg dari tadi hanya diam sontak langsung melebarkan matan ya akibat pertanyaan mertua nya itu. 'Bisa gila gue kalau cerai sama Adara!' -batin Cakra.
"Ihh ibu kok nanya gitu sih, mana mau Dara pisah sama Cakra!" keluh Adara seraya mengalungkan tangan nya di lengan Cakra.
Ibu Adara hanya terkekeh melihat tingkah putri nya itu.
"Hehehe yaudah, jadi mau ngomong apa? Ibu jadi penasaran deh" tanya ibu Adara lagi masih dengan senyuman lembut nya
"Jadi gini bu--"
"Biar aku aja yang bilang!" potong Cakra.
"Gini bu, Adara.. Adara hamil anak aku bu!" ucap Cakra ragu-ragu. Ketiga nya sempat terdiam sejenak, hingga tiba-tiba ibu Adara tertawa dan langsung memecah keheningan. Cakra dan Adara tentu saja keheranan melihat hal tersebut.
"Lah emang kenapa? Kalian kan suami istri ya wajar dong punya anak!"
"Ibu ga marah? Trus sekolahku gimana?" tanya Adara yg masih heran dengan respon santai ibu nya.
"Ya gapapa, kan nanti kamu bisa cuti nak. Sekarang itu kamu fokus ke anak kamu aja dulu, ga usah pusingin sekolah dulu deh" terang ibu Adara tanpa ragu.
Cakra hanya bisa menggaruk tengkuk nya yg tak gatal ketika mendengar respon ibu Adara yg tidak seperti ekspektasi nya. Sebelum nya dia berpikir ibu Adara akan memarahi nya, bahkan dia sudah menyiapkan badan jika akan mendapat tamparan atau pukulan dari ibu mertua nya itu.
"Pokok nya malam ini kalian harus tidur disini yah, harus! Ga boleh ada penolakan" perintah ibu Adara.
"Yah buu, kan besok kita sekolah!" keluh Adara.
"Bolos dulu aja, kemarin kan kalian habis Camping , mending besok istirahat aja yah!"
Dan terpaksa Adara dan Cakra hanya mengiyakan permintaa nya sang ibu demi keamanan negara dan seluruh jagat raya.
**jangan lupa buat like **:)
__ADS_1
makasih sudah mau baca :)