Om Ganteng Mantan Mama

Om Ganteng Mantan Mama
Bab 1


__ADS_3

Seorang pria sedang duduk di taman dengan tatapan menengadah ke langit, menatap langit biru yang diselimuti awan putih, setelah menyelesaikan urusannya ia memutuskan santai sejenak dibawah pohon rimbun di sebuah taman.


Suasana taman di siang itu cukup ramai. Beberapa orang yang terlihat menganggur, yang banyak pikiran atau bahkan hanya ingin menghabiskan istirahat siang untuk duduk disana sambil menikmati jajanan yang ada. Bermacam-macam pedagang kaki lima dengan jajanan kecil mereka juga ikut meramaikan suasana taman yang biasanya sepi di cuaca yang panas menyengat itu.


Hingga pria itu merasa cukup dan hendak beranjak ingin pulang ketika sebuah tangan kecil menarik-narik kemejanya disertai isakan kecil membuatnya menoleh. Ia tertegun sejenak melihat seorang bocah perempuan sedang sesegukan menatapnya.


"Papa manaaaaaaa ?" Gadis kecil berusia sekitar 3 tahun menyapanya dengan mata berkaca-kaca.


Pria itu sontak terkejut dan menoleh kesegala arah apalagi gadis kecil itu mulai menangis membuat orang-orang yang berada disana menoleh kearahnya.


"Hei cantik. Kenapa kamu bisa ada disini ?" Pria itu berjongkok menyamai tinggi gadis kecil itu, membelai lembut rambutnya berusaha menenangkannya.


"Gak tau, papa hilang !" Gadis itu terus menangis membuat pria itu kembali menoleh kesana-kemari. Hal terakhir yang ia ingat sedang bersama papanya namun fokusnya beralih pada penjual balon yang memperlihatkan balon bentuk boneka Barbie membuatnya langsung mengejar pedagang itu karena menginginkan balon itu hingga penjual itu hilang dari pandangan dan ketika ia ingin kembali pada ayahnya, ia malah tersesat.


"Siapa namamu ?"


"Elli !"


"Oke Elli, ayo kita cari papa kamu ya !" Ucap pria itu seraya mengelus kepala gadis kecil itu lembut yang disambut anggukan kepala.


Pria itu menggendong gadis kecil itu dan membawanya pergi dari sana. Keduanya berlalu diiringi obrolan kecil agar gadis kecil itu tidak menangis lagi.


Beberapa menit setelah pria itu pergi, datanglah sepasang suami istri dengan wajah panik seraya menatap kesegala arah. Si istri sudah bercucuran air mata.


"Kenapa sih mas, kamu ceroboh sekali. Jaga anak aja gak bisa. Padahal aku cuma tinggal sebentar ke toilet !" Si istri geram sekali pada suaminya yang sedang menggendong seorang bocah laki-laki yang seusia dengan bocah perempuan tadi.


"Maaf, tadi aku benar-benar sibuk !"


"Kita ini lagi jalan-jalan mas, tolonglah jangan libatin pekerjaan kamu dulu. Lihat kan jadinya, anak kita hilang !" Omel si istri. Andai mereka tidak berada ditempat umum, maka bisa dipastikan ia akan men-smack down suaminya ini.


Bagaimana tidak, ia yang sedang membawa putranya yang kebelet ke toilet dan meninggalkan putrinya bersama suaminya namun saat ia kembali, ia hanya melihat suaminya yang sedang menelepon dengan mimik serius dan tak menemukan putri mereka disana membuatnya seketika panik dan langsung mencari keberadaan sang putri.


"Eli, kamu dimana nak !" Wanita itu menoleh ke segala arah, air matanya masih setia meluncur sementara matanya menatap garang sang suami yang merasa bersalah.


Pikiran-pikiran buruk serta merta bertamu dalam pikirannya membuat air matanya tak ingin berhenti mengalir.


"Ayo kita cari lagi !" Bujuk suami seraya merangkul bahu istrinya yang masih menangis.


"Maaf, tadi aku benar-benar sibuk. Pekerjaan ini penting !" Ucapnya lagi membuat istrinya tidak berkata-kata saking geramnya. Ingin sekali rasanya ia memelintir tangan yang kini memeluk bahunya dan membanting tubuh itu ke tanah. Namun mau tidak mau ia menurut pada suaminya.


Sementara itu, pria tadi yang berjalan tak tentu arah mencari orang tua dari bocah ini kini menemukan kantor polisi. Segera saja ia masuk kesana dan melaporkan kejadian ini.


Polisi disana menatap intens padanya dan bocah perempuan itu bergantian kemudian meminta identitasnya.


"Siapa nama anda ?" Tanya petugas polisi itu.


"Bilal Hendrawan !" Jawabnya.

__ADS_1


"Baik dek Bilal, untuk sekarang ini belum ada laporan masuk terkait kehilangan anak. Jadi kami akan mengabari anda jika ada yang melaporkan kehilangan anak !" Jelas sang polisi membuat pria bernama Bilal itu menghela nafas panjang.


"Baik pak, kalau begitu saya titip anak ini disini atau bagaimana ?" Tanya Bilal seraya melirik bocah digendongnya.


Polisi itu belum menjawab, ia juga bingung bagaimana baiknya dengan bocah itu. Bilal meletakkan Elli dikursi tunggu disana namun gadis itu langsung menjerit kencang dan merentangkan tangan pada Bilal untuk minta digendong lagi.


Bilal kembali meraih bocah itu dalam gendongannya dan Elli langsung memeluk erat lehernya.


"Begini saja dek Bilal, kalau bisa bawa saja anak itu bersama anda dulu karena dititip disini belum tentu orang tuanya langsung datang. Nanti kalau orang tuanya ketemu saya akan memberikan nomor Hp dek Bilal pada mereka !" Jelas polisi itu. Ia yakin Bilal adalah laki-laki yang baik mengingat pria itu langsung melapor polisi saat menemukan bocah itu dan juga saat melihat adegan tadi saat bocah itu tak ingin lepas darinya.


Bilal kembali menghela nafas seraya melirik Elli yang memeluk erat lehernya. Sebenarnya ia pun tidak yakin untuk meninggalkan bocah ini disini.


"Baiklah pak, kalau begitu saya pergi dulu. Saya tunggu kabar baik dari anda !"


"Baik dek Bilal !"


Bilal pergi dari sana dan langsung menuju mobilnya yang terparkir. Setelah meletakkan gadis kecil itu di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman pada bocah itu, terdengar suara perutnya yang menandakan ia lapar.


Bilal tertegun dan detik berikutnya ia tersenyum. " Lapar ya ? Mau makan apa ?" Tanyanya seraya membelai lembut kepala bocah itu.


"Chicken katsu !" Jawab bocah itu antusias, suara dan tatapannya amat lucu membuat Bilal gemas.


"Baiklah tuan putri, ayo kita pergi makan chicken katsu !" Ucap Bilal melajukan mobilnya membuat Elli bertepuk tangan senang.


**


**


"Pak, anak saya hilanggggg !" Pekik si wanita kencang, langsung membuat polisi yang sedang menulis itu terjengkit kaget dengan jantung berdetak hebat.


Mereka yang tadinya mencari disekitar taman hingga menanyai orang-orang disana dan beruntungnya mereka melihat Elli dan mengatakan jika Elli dibawa seorang pria kearah sana. Setelah mengucapkan terima kasih, pasangan suami istri itu mengikuti arah yang ditunjuk orang tadi dan menemukan kantor polisi.


"Maaf, adek sendiri namanya siapa ?"Si polisi berusaha menahan emosi akibat dibuat terkejut oleh wanita cantik dihadapannya.


"Keysa, ini suami saya Fandi !" Ucapnya.


"Anak saya hilang perempuan umur 3 tahun namanya Selly eh Elli !" Tambahnya.


"Oh iya benar, tadi ada laki-laki kesini bawa anak perempuan namanya Elli katanya terpisah dari orang tuanya. Tapi mereka udah pergi !" Jawab sang polisi membuat pasutri itu lemas seketika.


"Mereka pergi kemana pak ?" Keysa panik mendengar itu.


"Oh maaf, saya juga tidak tahu tapi laki-laki itu tinggalin nomor Hp kok. Tunggu ya !" Pak polisi itu sibuk mencari sesuatu.


"Ini nomor HP-nya atas nama Bilal Hendrawan !" Polisi itu menyodorkan kertas kecil pada pasutri itu.


Gerakan tangan Keysa yang hendak meraih kertas kecil itu sontak membeku saat mendengar nama itu, ia menatap pak polisi itu dengan mimik wajah tak terbaca. Begitu juga dengan suaminya, pria itu juga terkejut mendengar nama itu.

__ADS_1


"Ini dek !" Pak polisi itu mengerakkan kertas ditangannya membuat pasutri itu tersadar.


"Oh iya pak, terima kasih. Saya akan menelpon dia !" Ucap Adinda seraya meraih kertas kecil itu dan menatap barisan angka disana.


"Kalian jangan khawatir, sepertinya dia laki-laki yang baik, tadi aja dia mau titip Elli disini jaga-jaga kalian datang tapi Ellinya gak mau dan menangis makanya dibawa lagi sama si Bilal !" Jelas pak polisi paruh baya itu membuat pasutri itu terpana.


"Baik pak, Kalau begitu permisi !" Ucap Fandi seraya menarik tangan istrinya keluar menuju mobil mereka.


"Apa mungkin itu dia ?" Tanya Keysa sambil menatap dalam suaminya.


"Entahlah, sekarang telepon dia !" Perintah Fandi.


Keduanya sudah berada dimobil, Keysa mencoba menelepon nomor itu namun tidak aktif.


"Tidak aktif !" Ucapnya pada suaminya.


"Coba terus sampai aktif !" Titah Fandi seraya mengemudikan mobil yang hanya diangguki istrinya.


Sementara itu, Bilal sedang berada di mall bersama gadis kecil itu. Mereka menuju tempat makan dan memesan menu yang diinginkan bocah itu. Bilal terpaku melihat cara bocah itu makan, sebelum makan bocah itu mengucapkan bismillah kemudian Elli mengucek-ngucek hidungnya dengan punggung tangannya saat merasakan hangat nasi didepannya dan saat ia mulai mengunyah nasi hangat itu, lubang hidungnya mengembang dengan mata terpejam yang seketika membuat Bilal terpaku, ia langsung teringat pada seseorang dimana cara makannya sama persis.


Setelah makan siang bersama, Bilal mengajak jalan-jalan gadis kecil itu mengelilingi mall dan membelikan berbagai mainan-mainan lucu membuat bocah itu sangat senang dan seketika lupa dengan orang tuanya.


Saat mereka hendak pulang, mata gadis kecil itu terpaku pada sebuah tempat dengan gambar-gambar lucu membuatnya langsung berlari masuk kesana. Bilal hanya menghela nafas mengikuti gadis kecil itu memasuki fotobox dan melihat bocah itu celingak-celinguk melihat isi didalamnya.


Berhubung sudah berada didalam maka Bilal memutuskan untuk berfotobox dengan gadis kecil itu. Setelah memasukkan koin, Bilal mulai mengajak bocah itu berpose lucu hingga gadis kecil itu tertawa-tawa setiap melihat hasilnya dilayar monitor. Dirasa cukup Bilal menyudahi acara berfotonya.


Tak terasa malam telah datang membuat Bilal terkejut, gadis kecil ini benar-benar membuatnya lupa waktu. Ia memutuskan pulang.


"Mama mana.. papa mana.. !" Akhirnya Gadis kecil itu kembali merengek.


"Nanti ya ketemu mama sama papa !"


"Hiks.. hiks.. hiks !"


"Jangan nangis kan om sudah belikan banyak mainan !" Ucap Bilal membuat bocah itu seketika menoleh ke arah paperbag yang mayoritas adalah miliknya.


"Sekarang kita pulang, besok kita cari mama dan papa ya !" Meski wajahnya murung namun bocah itu mengangguk pelan.


Bilal kemudian membawa bocah itu pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, Bilal menggendong bocah itu masuk dan mata gadis itu menelusuri setiap jengkal rumah cowok itu.


"Hiks.. papa.. mama !" Bocah itu kembali menangis.


"Elli jangan nangis nanti kita ketemu papa sama Mama ya !" Bilal menggendong gadis itu berusaha menenangkannya dengan mainan yang tadi dibeli juga makanan ringan.


Demi mengalihkan perhatian bocah itu, Bilal meraih gadgetnya diatas nakas setelah meletakkan Hp dan dompet kemudian membuka YouTube mencari hiburan anak dan berhasil, Elli fokus pada layar gadget hingga bocah itu tertidur.


Bilal menggendong bocah itu memasuki kamarnya, dibaringkannya dikasur secara perlahan dan menyelimutinya kemudian ia berbaring disamping gadis kecil itu, menatapnya seraya mengelus lembut kepalanya hingga ia sendiri tertidur.

__ADS_1


__ADS_2