
Begitu juga dengan Keysa, saat kedua anaknya asik bercengkrama di kursi ke belakang. Ia mengalihkan tatapan kearah jendela mobil, berusaha agar sang suami tak melihat air matanya yang jatuh.
Pertemuan dengan Bilal membuat perasaannya bergemuruh.
"Kenapa ? kamu masih sayang sama dia ?" Ucapan Fandi membuat Keysa terkejut.
Wanita itu menoleh kearah sang suami yang nampak fokus pada jalan didepannya. Aura kecemburuan menyeruak dari ayah 2 anak itu.
"Nggak, aku gak nyangka aja kita ketemu seperti ini !" Ujar Keysa menahan tangis.
Wajah Bilal memenuhi kepalanya. ia pun teringat kembali ke masa SMA mereka dimana hubungannya bersama Bilal terjalin.
Pesta ulang tahun teman mereka itu, Keysa sangat senang akhirnya bisa bertemu dan bercengkrama dengan Bilal setelah berhari-hari waktunya tersita untuk belajar. Rasa kangen yang membuncah kini hilang sudah. Mereka semua menikmati pesta.
"Bagaimana kalau kita bersulang !" Ucap Sherly membuat keduanya menoleh.
"Boleh, ayo !" Ari menyahut.
Ketujuhnya pun meraih minuman masing-masing dan mengangkatnya ke udara.
"Untuk keberhasilan kita mengerjakan soal-soal ujian nasional !" Ucap Sherly lantang dan suara dentingan gelas menggema sejenak sebelum isinya yang mayoritas jus buah itu masuk ke perut masing-masing.
Ari mengajak para gadis untuk berdansa menikmati alunan dentuman musik DJ. Bilal menahan tangan Keysa yang juga ingin beranjak dari sana. Sedangkan Fandi nampak senyum-senyum menatap Hp-nya sambil menikmati jusnya.
Hingga tak lama, Bilal merasakan perutnya mulas dan tak bisa ia tahan, ia langsung menuju toilet.
Tinggallah Keysa dan Fandy yang menikmati minuman masing-masing. Keysa hendak menyusul teman-temannya saat merasakan tubuhnya tidak enak membuatnya bertahan ditempat duduknya.
Begitu juga dengan Fandi, ia merasakan perasaan tidak enak pada tubuhnya membuatnya terlihat gelisah. Hingga tatapannya bertemu dengan Keysa membuat keduanya mematung sejenak karena dari tatapan itu muncul desiran aneh pada keduanya.
Karena perasaannya semakin tidak enak, Keysa memutuskan untuk segera pulang tanpa meminta ijin pada temannya atau menunggu Bilal.
Keysa sudah diluar dan hendak mencari taksi saat Fandi meraih lengannya.
"Kamu mau kemana ?" Tanya Fandi dengan suara berat nan memburu.
"Aku mau pulang, kayaknya aku gak enak badan !" Jawab Keysa dengan suara yang sama.
"Ya udah, ayo pulang bareng !" Fandi menarik tangan Keysa menuju taksi dimana penumpangnya baru saja turun.
*****
Suara dering ponsel yang cukup nyaring membuat 2 orang yang tidur dengan posisi berpelukan tersentak seketika. Tangan Fandi terulur hendak meraih Hp-nya itu saat merasakan seseuatu yang berat dilengannya, ia membuka mata, menatap sejenak dan detik berikutnya ia kaget bukan main, begitu juga dengan keysa, saat merasakan pergerakan ia membuka mata dan tatapannya bertemu dengan Fandi.
"KYAAAAAAAAAAA !" Keduanya berteriak bersamaan. Keysa langsung terbangun dan tanpa sadar selimutnya terjatuh kepinggang memperlihatkan area dadanya yang polos.
Fandi melotot melihat itu membuat Keysa menunduk dan seketika ia kembali teriak seraya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Aduh, sakittt !" Ringisnya saat merasakan bawah perutnya begitu perih.
Keysa mengintip ke balik selimut dan mendapati dirinya polos, ia terkejut dan seketika menatap Fandi yang juga menyadari dirinya sendiri juga polos.
__ADS_1
"Apa yang udah terjadi !" Air mata Adinda mengalir deras, otaknya dengan cepat mengerti apa yang sudah terjadi.
"Aku.. aku.. aku juga gak tahu !" Fandi panik.
"Ini dimana ?"
"Ini kamarku !"
"Kita.. kita.. Apa yang udah kita lakuin !" Keysa histeris, air matanya mengalir kencang.
Air matanya tak henti mengalir. Melihat itu Fandi berdiri hingga tubuh polosnya terlihat jelas membuat Keysa mematung apalagi bercak darah di kasur dimana Fandi beranjak semakin menghancurkan hatinya dan membuat tangisnya semakin deras.
Fandi pun mematung melihat itu
"Aku gak bermaksud.. aku gak bermaksud seperti ini !" Fandi cepat memeluk Keysa.
Ingatan samar yang semakin lama semakin jelas mulai menghampiri keduanya. Semalam disaat keduanya telah memasuki taksi bersama, Fandi langsung menyebutkan alamatnya dan saat Keysa juga hendak bicara namun tubuhnya terasa panas, sesuatu bangkit dan meronta ingin disalurkan.
Fandi yang merasakan hal yang sama hanya terdiam. Keduanya bertatapan seraya berusaha menahan desiran panas itu hingga sampai dirumah Fandi.
Fandi menarik tangan Keysa memasuki rumahnya, setelah mengunci pintu rumahnya yang kosong ia menuntun Keysa memasuki kamarnya. Tanpa basa-basi lagi Fandi langsung mencumbu gadis itu seraya melepaskan pakaian masing-masing.
Fandi membaringkan tubuh itu dikasurnya dengan terus ******* bibirnya dengan tangan yang meraba area halus ke area lembut lainnya membuat keduanya sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Hingga jeritan Keysa menggema saat Fandi memasukinya dengan sempurna.
*****
Kini keduanya berpelukan dan menangis bersama. Sudah terjadi. Namun apa ? Kenapa bisa mereka melakukan itu ?
"Aku minta maaf. Aku gak bermaksud begini !" Ucap Fandi.
Keysa tidak menjawab, hanya tangisannya yang menggambarkan perasaannya sekarang. Fandi hanya bisa memeluknya dan terus menenangkannya.
Sejak saat itu keduanya berubah, tak seceria biasanya. Keysa masih dalam perasaan terpuruk dan Fandi merasa sangat bersalah. Bukan hanya pada Keysa tapi juga Bilal, temannya.
Keysa kini semakin pendiam, ia berusaha keras tidak bertemu mata dengan Fandi. Bahkan saat menatap Bilal ada perasaan sedih yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Bilal berusaha keras untuk menemuinya dimana ia pun sama kerasnya menghindari cowok itu. Rasa bersalahnya membuatnya sulit untuk berpura-pura ceria atau bahagia didepan cowok itu.
Hingga sebulan lebih kemudian, 2 hari sebelum pengumuman kelulusan. Keysa sedang bersantai diruang keluarga di hari Minggu yang cerah sendirian sambil menonton televisi. Saat asyik menikmati cemilannya hingga sebuah iklan pembalut muncul disana
"Baru, lebih tipis dan lebih nyaman. Membantu menyerap lebih banyak dan mencegah bocor kesamping. Kamu akan merasa nyaman sepanjang hari. Cobain deh."
Keysa tertegun. Ini akhir bulan dan besok tanggal baru membuat Keysa mengingat jikalau bulan ini tamu bulanannya belum datang. Keysa takut dan refleks memegang perutnya. Tubuhnya gemetar memikirkan itu dan berdoa semoga apa yang dipikirkannya tidak terjadi.
Keesokan harinya, Keysa terbangun karena perutnya bergejolak dan ia pun segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang berupa cairan bening.
Setelah ia berhenti mual dan mencuci mukanya, Keysa menatap cermin disana dan seketika menangis sambil memegang perutnya.
"Bagaimana ini ?" Pikirnya.
Keysa keluar rumah menuju sebuah mall untuk mencuci mata sejenak, baru saja ia memesan sebuah barang di aplikasi ojek online seraya menunggu maka ia berkeliling mall hingga ojek online itu sudah tiba berada di titik pertemuan. Keysa memakai topi dan maskernya sebelum menemui ojek online itu.
__ADS_1
"Dengan mbak Keysa ?" Tanyanya.
"Benar !"
Ini pesanannya !" Tukang ojek online itu memberi bungkusan kecil pada Keysa.
Setelah memberi uang dan mengucapkan terima kasih. Keysa segera pulang. Sesampainya dirumah, ia segera memasuki kamar mandi dan mencoba test pack berbagai merek itu.
Air mata Keysa mengalir deras saat semua testpack itu menunjukkan positif. Ia hamil, anaknya Fandi. Sesuatu yang terjadi tanpa disengaja walau hanya sekali namun membuahkan hasil.
Ia segera menelepon Fandi. Cukup lama panggilan berdering hingga cowok itu mengangkatnya.
"Halo !" Sapa Fandi. Ia tidak percaya Keysa meneleponnya dimana selama ini gadis itu berusaha keras menghindarinya.
Mendengar suara Fandi, Keysa kembali menangis.
"Halo Key, kamu kenapa ?" Fandi panik mendengar suara tangis itu.
"Aku hamil !" Keysa to the point membuat lawan bicaranya bungkam seketika.
Fandi tak tahu harus berkata apa. Suara tangisan Keysa meyakinkan dia jikalau gadis itu tidak sedang bercanda.
*****
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, semua murid tingkat akhir bersorak-sorai bahagia setelah menerima surat pengumuman yang menyatakan mereka lulus. Setelah mengucapkan syukur mereka mulai mencoret-coret seragam mereka dengan pilox warna-warni.
Keysa menatap nanar pada Bilal yang sedang tertawa bahagia disana bersama Ari dengan kondisi sudah berantakan akibat dicoret sana sini. Bisa ia lihat, cowok itu celinguk kesana-kemari mencarinya namun Keysa memilih bersembunyi dan menangis lagi.
"Halo Key !" Suara riang Bilal menyambut Keysa membuat gadis itu kembali menahan tangis.
"Ada yang mau aku omongin. Yuk kita ketemuan di pinggir danau X sekarang !" Setelah mengatakan itu Keysa segera memutuskan telepon.
Dan sekarang ia melihat Bilal berlari kearahnya dengan senyum lebar.
"Aku mau putus !" Keysa to the point.
Bilal kaget dan keduanya terlibat sedikit argumen. Hingga Keysa memeluk cowok itu dengan rasa perih.
Fandi yang menyaksikan adegan itu dari tempatnya bersembunyi pun tidak bisa menjabarkan seperti apa perasaannya sekarang. Ia dan Keysa tidak pernah mau ini terjadi tapi kenyataannya kini malah seperti ini.
Kini ia melihat Keysa berlari kearahnya dengan Bilal yang hanya mematung melihat Keysa. Saat Keysa melintas didekatnya, Fandi langsung menarik lengan gadis itu.
"Jangan lari - lari seperti itu. Ingat, kamu lagi hamil !" Sentaknya sedikit jengkel.
Keysa tidak menjawab dan hanya menangis membuat Fandi meraih gadis itu dalam pelukannya.
"Sudah, ayo kita menikah dan besarkan anak kita sama-sama !" Ucapnya tegas seraya membelai lembut punggung gadis itu yang hanya diangguki Keysa serta memeluk erat cowok itu.
Setelah melewati drama panjang memberitahukan kepada orang tua masing-masing dimana keduanya dimarahi habis-habisan akhirnya mereka dinikahkan secara sederhana saja.
Dan kini, keduanya telah berada di pesawat setelah bertemu Bilal. Keysa kembali menangis membuat Fandi meraih istrinya dalam pelukannya.
__ADS_1
"Sudah, jangan nangis, jangan sedih. Ingat, kamu lagi hamil. Nanti anak kita kenapa-kenapa !" Hibur Fandi.
"Mulai sekarang lupain Bilal. Fokus sama aku dan anak kita !" Tekan Fandi membuat Keysa tertegun kemudian mengangguk sambil meraba perutnya.