Om Ganteng Mantan Mama

Om Ganteng Mantan Mama
Bab 5


__ADS_3

"Mama, buka !" Elly menyodorkan kantung plastik pada Keysa membuat wanita itu tersadar.


Ia menatap dalam kantung plastik berisi stroberi itu. Segera meraih dan membukanya, Elli langsung memasukkan tangannya dan meraih 2 stroberi besar.


"Ini stroberi enak !" Elli menyerahkan 1 pada kakaknya.


"Iya enak !" Sahut Ello setelah menggigit stroberi itu. Kedua bocah itu menikmati stroberi masing-masing di kursi belakang.


Keysa menatap stroberi itu dengan perasaan gemuruh. Ia yakin jikalau buah ini Elli dapatkan dari kebun Bilal. Ia pun meraih 1 dan menyuapkan pada suaminya yang nampak berpikir sama dengannya.


Pandangan Fandi kembali fokus pada kemudi saat indera perasanya membuatnya kembali ingat beberapa tahun yang lalu.


Flashback on


Bilal dengan antusias mengajak Ari dan Fandi ke suatu tempat.


"Pokoknya kalian harus lihat kebun yang baru aku beli. Aku butuh 4 bulan buat rampok mama papa !" Jelasnya membuat Ari dan Fandi saling pandang bingung.


Tak ingin kedua temannya bertanya lagi, Bilal langsung menaiki motornya diikuti 2 pengacau dengan menaiki motor masing-masing.


Cukup lama berkendara, ketiganya sampai disebuah perkebunan dekat puncak. Ari dan Fandi begitu terpesona melihat pemandangan langit dan bukit nan indah yang memanjakan mata.


"Wow !" Sahut keduanya.


"Ayo masuk !" Ajak Bilal memasuki sebuah pagar diikuti keduanya.


Saat melihat isi didalamnya, Ari dan Fandi terpana melihatnya. Buah stroberi yang berbuah lebat memenuhi pot kantong plastik, meski tempat itu tidak terlalu luas dan pot - pot buah stroberi juga tidak terlalu banyak namun stroberi itu terlihat tumbuh subur dan melimpah. Pekerja yang berjumlah 5 orang nampak hilir mudik memetik buah yang siap dipanen dan mengemasnya dalam plastik bening.


"Itu nanti mau dijual ke supermarket !" Jelas Bilal yang diangguki keduanya.


"Wow, aku gak nyangka kamu tertarik dengan kebun seperti ini !" Ucap Ari. Ketiganya mulai melangkah memerhatikan deretan buah itu.


"Emmm.. Keysa suka buah stroberi, makanya aku membeli tempat ini dan membudidayakan bibit stroberi hanya spesial untuknya !" Jelas Bilal dengan wajah tersipu membuat Ari dan Fandi kembali saling pandang dengan senyum mengejek.


Keduanya tidak menyangka, ketua pengacau itu memiliki pemikiran seperti ini di usianya yang masih remaja.


"Tapi yakin, pemula sepertimu bisa atasi ini semua ?" Tanya Fandi.


"Bisa, makanya aku mempekerjakan orang-orang berpengalaman trus juga konsultasi sama mama papa !" Jelas Bilal membuat kedua pengacau lainnya menganggukkan kepala.


"Mulai sekarang aku udah menabung, kedepannya kebun ini bakal aku perluas dan menghasilkan stroberi kualitas nomor 1 di dunia !" Tambah Bilal yakin.


Ari dan Fandi sontak tepuk tangan dan memukul bokong Bilal bergantian. Lalu tanpa tahu malu keduanya segera menuju buah stroberi yang sudah dikemas dan masing-masing mengambil 2 kantong dan menikmatinya setelah membersihkannya.


"Hmmm.. enak !" Sahut keduanya kompak setelah gigitan pertama. Bilal geleng-geleng kepala melihat 2 pengacau itu.


Ketiganya menuju kursi panjang diujung kebun yang mana mengarah langsung menuju pemandangan bukit yang terlihat mengerikan sekaligus mempesona seraya menikmati stroberi masing-masing diiringi gelak tawa.


Flashback off

__ADS_1


Lain juga Keysa, hatinya semakin bergemuruh saat memakan stroberi itu membawanya ke masa dimana Bilal memberinya kejutan.


"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat ?" Ucap Bilal saat Keysa hendak naik ke boncengannya. Minggu pagi itu keduanya berencana untuk jalan-jalan.


"Kemana ?"


"Udah, ini surprise. Ayo naik !" Bilal segera menyerahkan helm pada Keysa kemudian melajukan motor itu.


Cukup lama berkendara, akhirnya merek tiba disuatu tempat yang indah dan asri. Pemandangan langit dan bukit dari sana benar-benar indah memanjakan mata.


"Sekarang kamu tutup mata kamu pakai ini !" Bilal mengeluarkan dasi sekolahnya membuat Keysa mengerutkan kening. Menurutnya Bilal ini korban sinetron.


"Udah ini surprise lho !" Keysa diam saja saat Bilal mulai menutup matanya dengan dasi itu.


Dengan mata tertutup, Keysa mengikuti langkah Bilal yang menuntunnya. Terasa sebuah pintu pagar terbuka kemudian Bilal memastikan Keysa berjalan dengan benar tanpa menabrak apapun.


Setelah sampai, Bilal membuka penutup mata Keysa.


"Surpriseeee !" Ucap Bilal. Keysa perlahan membuka mata, beberapa detik kemudian ia terperangah tidak percaya melihat pemandangan didepannya.


Stroberi - stroberi segar dengan warna merah cantik itu nampak tumbuh subur dalam pot kantong plastik. Terlihat beberapa pekerja nampak begitu telaten merawat tanaman disana.


"Kamu suka ?" Pertanyaan Bilal membuat Keysa seketika menatapnya.


"Ini kebun siapa ?"


"Ini punyaku. Aku membelinya karena aku tahu kamu suka stroberi !" Jawab Bilal yang seketika membuat Keysa terharu.


"Ya udah, ayo jalan-jalan!" Bilal meraih tangan Keysa dan menggenggamnya. Keduanya berjalan-jalan disekitar.


Bilal mengambil stroberi yang sudah dikemas dan membersihkannya kemudian memberikannya pada Keysa. Setelah berkeliling kini keduanya duduk diujung kebun sambil menikmati pemandangan langit dan bukit yang indah itu ditemani stroberi enak.


"Key, udah sampai !" Ucapan Fandi seketika menarik Keysa yang menjelajah di waktu lalu. Ia menatap suaminya kemudian ia menoleh kebelakang dan melihat kedua anaknya telah terlelap.


*****


Bilal termenung dikamarnya, pertemuan dengan Fandi dan Keysa benar-benar memenuhi pikirannya. Tidak akan dia lupakan sekacau apa dia dulu saat mengetahui pacar dan temannya menikah.


Dan sekarang melihat mereka tampak bahagia dengan 2 anak, entah seperti apa gambaran perasaan Bilal sekarang. Dia sendiri tidak bisa menggambarkannya.


Beberapa hari kemudian, Bilal bersiap menuju bandara. Ia harus kembali ke negara New Zealand dimana ia menempuh pendidikan.


"Kamu disana hati-hati trus belajar yang rajin dan jangan lupa makan !" Pesan sang mama saat memeluk sang anak dengan erat.


"Iya ma, pasti !" Bilal tersenyum.


"Kamu hati-hati, kalau ada apa-apa langsung telepon papa !" Pesan sang papa saat Bilal memeluknya.


"Iya ma, pa. Ya udah, Bilal berangkat !" Bilal menaiki taksi sambil melambaikan tangan pada orang tuanya yang nampak berat melepaskan anak pengacaunya.

__ADS_1


Bilal duduk diruang tunggu bandara menunggu boarding. Matanya menatap lekat burung besi yang berdiri angkuh menantangnya. Senyumnya terukir membayangkan suatu hari nanti ia akan duduk dibalik kemudi pesawat itu dan menerbangkannya menembus awan.


"OM GANTENGGG !" Teriakan itu menyadarkan Bilal dan saat menengok ke kiri dilihatnya gadis cilik itu berlari kearahnya seraya mengulurkan tangan.


Bilal dengan senang hati meraih Elli dan menggendongnya seraya memutar-mutar tubuh kecil itu membuat gadis kecil itu tertawa.


"Om Ganteng mau naik pesawat juda ?" Tanyanya.


"Iya.. Elli juga mau naik pesawat ?" Bocah itu langsung mengangguk.


"Iya, mama sama papa harus sekolah !" Jawabnya polos membuat Bilal serta merta menoleh lagi dimana Fandi yang sedang menggendong Ello berdiri disamping Keysa yang mematung melihat keakraban putri dan mantannya.


Dan sekarang mereka semua duduk bersama di restoran bandara dengan Elli yang masih bergelayut dipangkuan Bilal.


"Kalian kuliah dimana ?" Tanya Bilal memecah kesunyian.


"Universitas X Amerika !" Jawab Fandi.


"Kalau kamu ?" Tanya Keysa.


"IAA New Zealand !" Jawab Bilal.


Mendengar itu, Fandi dan Keysa terdiam. Mereka sangat tahu jika Bilal memang bercita-cita menjadi seorang pilot.


"Sambil kuliah Fandi juga bekerja di bidang konstruksi !" Keysa tersenyum kearah suaminya yang dibalas senyum juga oleh Fandi.


Bagaimanapun Fandi sangat menyadari ia sekarang adalah seorang kepala keluarga dimana ia sudah tidak bisa lagi bergantung kepada orang tuanya.


Melihat pemandangan itu, Bilal tertegun, ia merasakan sesuatu yang aneh didadanya, rasanya sudah tidak se-sesak kemarin. Apa artinya ia sudah merelakan semuanya ?


"Itu bagus. Sambil kuliah juga cari pengalaman !" Ucap Bilal membuat keduanya tersenyum.


Mereka larut dalam obrolan ringan sembari menikmati makan masing-masing yang juga dimana Bilal bercanda ria dengan Elli dimana gadis kecil itu tak jarang terpingkal-pingkal.


Hingga suara pemberitahuan jika pesawat yang akan menuju Amerika akan berangkat.


"Kalau begitu kami duluan !" Fandi beranjak diikuti Keysa.


Memastikan semua barang sudah berada ditangan. Fandi menggandeng tangan Ello dan Keysa menggendong Elli.


"Dadah, om Ganteng !" Teriak Elli seraya melambaikan tangan pada Bilal. Senyum polos gadis kecil itu membuat Bilal ikut tersenyum hangat.


Ia pun balas melambaikan tangan, Keysa menoleh sedikit seraya tersenyum tipis.


Bilal terus menatap kepergian keluarga itu hingga hilang dibelokan. Ia menarik nafas, mengingat kembali saat Ello merengek pada papanya ingin ke toilet.


Saat itulah, saat Fandi mengantar putranya ke toilet. Keysa langsung menceritakan segalanya dimana malam itu dia dan Fandi dalam pengaruh obat aneh hingga membuat mereka seranjang hingga akhirnya menikah.


Sulit bagi Bilal untuk mempercayai itu karena bagaimana itu bisa terjadi ? Pikiran Bilal kacau berusaha mencari sambungan benangnya.

__ADS_1


Pengumuman keberangkatan sudah berbunyi menandakan pesawat yang akan dinaiki Bilal. Membuatnya menghilangkan pikiran itu sejenak. Cowok itu mulai melangkah, sejenak ia terdiam seraya menoleh kearah tempat terakhir kali ia melihat keluarga itu.


'Semoga aku bisa merelakan semua ini !' Batinya berkata seraya melangkah pasti mengarungi perjalanannya dalam meraih cita-citanya.


__ADS_2