
Bilal masih terpaku ditempatnya melihat kepergian keluarga itu hingga hilang dari pandangan. Rasanya air matanya ingin meluncur jatuh saat rasa sesak di dadanya hadir lagi. Dulu Keysa begitu berarti untuknya karena ia begitu amat menyayanginya. Namun, hatinya hancur lebur saat melihat pacarnya dan temannya bersama.
2 tahun hubungan Bilal dan Keysa berjalan, mereka jalani dengan rukun dan saling percaya satu sama lain.
Hingga ujian akhir tiba, seluruh murid tingkat akhir fokus amat keras untuk belajar demi menghadapi ujian akhir nasional. Begitu juga dengan Bilal dan Keysa. Keduanya memutuskan untuk break sejenak demi fokus belajar dan berjanji untuk jalan-jalan setelah menyelesaikan ujian.
"Nanti selesai ujian kita jalan yuk, ke pantai gitu !" Ucap Keysa kala itu.
Bilal ingat, dia sangat antusias saat itu, di kepalanya sudah banyak rencana yang ia susun dan banyak tempat-tempat indah yang jadi pemikirannya untuk melepas penat bersama sang kekasih.
Hari demi hari berlalu hingga ujian nasional sudah berada didepan mata, semua murid berdoa sepenuh jiwa agar mampu menjawab seluruh pertanyaan yang biasanya menjebak setelah berhari-hari berjibaku dengan buku pelajaran masing-masing.
"Aduh, deg-degan nih !" Ucap Ari.
"Betul, semoga semua soalnya gampang !" Harap Fandi.
"Amin !" Jawab Bilal.
Ketiganya terkekeh dan larut dalam obrolan ringan nan nyeleneh saat Keysa dan teman-temannya lewat.
"Hai cantik, hari ini kamu pun terlihat wow !" Si playboy Ari langsung menatap menggoda kearah Marsya yang berdiri di sisi Keysa.
"Eh, yang ini juga tak kalah cantik, membuat hatiku berdebar-debar kencang !" Ari beralih kearah Dewi yang berada disamping Keysa.
"Dan wow, senyummu mengalihkan duniaku hingga berputar 180 derajat !" Kali ini Ari beralih pada Sherly yang berdiri dibelakang temannya dan mengedipkan mata membuat gadis itu tersenyum geli.
"Playboy tengik !" Umpat Bilal dan Fandi bersamaan. Keduanya geleng-geleng kepala melihat sifat mata keranjang Ari.
"Syirik aja !" Ari melotot pada keduanya.
"Semangat cinta UN-nya !" Bilal mengedipkan mata pada Keysa membuat teman-teman mereka melengos.
"Iya, kamu juga !" Keysa ikut mengedipkan mata pada Bilal.
"Hueksss !" Ari mengejek membuat Fandi menahan tawa sedangkan Bilal dan Keysa menatapnya bengis.
Setelah bercengkrama sebentar, ketujuhnya memasuki kelas masing-masing.
UN dimulai, semua murid fokus membaca dengan teliti soal-soal yang tertera bersamaan dengan mata elang guru pengawas mengawasi semua murid-murid agar tidak menyontek. Semakin lama wajah-wajah itu semakin memelas menghadapi soal-soal ujian itu, tak sedikit dari mereka celingak-celinguk mencari pertolongan namun malah bertemu pandang dengan tatapan maut guru pengawas.
Hingga akhirnya, dengan penuh perjuangan dalam beberapa hari ini semua murid telah menyelesaikan dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan.
Dan 3 hari setelah ujian selesai, seorang teman mereka berulang tahun yang akan diadakan dihotel berbintang disana.
Tapi naas, disitulah awal kehancuran hubungan mereka. Bilal ingat, ia datang bersama kedua temannya dan Keysa pun datang bersama ketiga temannya.
Mereka bercengkrama sejenak, saling melepas rindu yang terbentang akibat UN. Bilal meraih tangan Keysa dan menggenggamnya, keduanya larut dalam hingar bingar pesta.
__ADS_1
Tiba-tiba perut Bilal sakit dan cowok itu segera menuju toilet untuk menuntaskan isi perutnya namun saat kembali ia tak menemukan Keysa dan Fandi pun juga tiba-tiba dikatakan tidak diketahui keberadaannya.
Keesokan harinya, Bilal menemui Keysa namun yang didapatinya gadis itu terasa tidak sama. Tatapan ceria nan penuh cinta yang biasa ia berikan pada Bilal kini benar-benar berubah.
"Tadi malam kamu kemana ? kok gak bilang-bilang kalau mau pergi ?" Tanya Bilal.
"Aku.. aku.. tiba-tiba gak enak badan trus aku pulang duluan !" Keysa menunduk.
"Kok gak bilang-bilang. Kan aku bisa antar kamu pulang !" Ucap Bilal.
Keysa tidak menjawab, ia berusaha keras menahan tangis.
"Maaf. Aku minta maaf. Ya udah, aku pulang dulu. Mama suruh aku pulang cepat !" Keysa buru-buru pergi dari hadapan Bilal hingga cowok itu tidak sempat menahannya.
Dan hari-hari berikutnya, sikap Keysa berubah drastis. Gadis itu semakin aneh, mulai menghindar dan entah mengapa Bilal menyadari tatapan terluka kekasihnya meski dengan cepat gadis itu memalingkan pandangan serta dengan cepat beranjak darinya membuat Bilal pusing 7 keliling.
"Kamu kenapa Key ? kenapa akhir-akhir ini kamu aneh ?" Bilal mencengkram lengan Keysa yang lagi ingin berlalu menghindari dirinya.
"Aku nggak apa-apa !" Ucap Keysa namun tatapan matanya kembali menyiratkan luka yang dalam.
"Bisa tolong jelasin ada masalah apa ? tolong jangan menghindar seperti ini ? aku tahu kamu lagi gak kenapa-kenapa !" Suara Bilal meninggi.
Keysa tidak menjawab dan malah memeluk Bilal erat. Dia menangis didada cowok itu. Suara tangisan yang terdengar menyayat hati membuat Bilal tidak lagi bertanya lebih lanjut dan hanya balas memeluk gadis itu.
Keesokan harinya dan selanjutnya, Keysa tetap menghindari Bilal. Berusaha keras tidak bertemu dan juga tidak mengangkat teleponnya membuat Bilal frustasi. Bahkan saat ia curhat kepada kedua sahabatnya entah ia sadar atau tidak, Fandi pun menatapnya dengan tatapan rasa bersalah.
Sebulan lebih sikap aneh Keysa hingga pengumuman kelulusan tiba dimana mengumumkan kelulusan semua murid yang diwarnai dengan coret mencoret seragam.
"Kenapa Key ? kenapa ?" Tanya Bilal tidak percaya. Tadinya ia sangat senang saat Keysa meneleponnya ingin bertemu ditepi danau namun hatinya luluh lantak saat Keysa mengatakan ingin putus.
"Aku udah gak bisa lanjutin hubungan kita. Aku mau putus. Aku udah gak punya perasaan apapun ke kamu lagi !" Jelas gadis itu dengan linangan air mata yang deras.
Bilal terperangah mendengar perkataan gadis itu.
"Kamu ini sebenarnya kenapa ? sikap kamu tiba-tiba aneh dan sekarang kamu mau putus ?" Bilal menatap gadis yang terus menangis itu.
"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku juga gak mau ini terjadi !" Keysa tergugu.
"Maksud kamu ?" Bilal tidak mengerti.
Keysa tidak menjawab dan malah memeluk erat cowok itu. Kembali terisak didada itu, memeluk dengan sepenuh jiwa cowok yang dicintainya yang nantinya sudah tidak bisa ia gapai lagi.
"Terima kasih atas semuanya, aku harap kamu dapat yang lebih baik dari aku. Selamat tinggal !" Keysa melepas pelukannya dan membelai lembut pipi kiri Bilal.
Kemudian gadis itu dengan cepat berlari meninggalkan Bilal yang kini mematung melihatnya pergi. Perasaannya kini terasa perih. Diputuskan disaat lagi sayang-sayangnya.
Belum lagi hilang rasa terkejutnya akibat diputuskan Keysa, beberapa hari kemudian Bilal mendengar jika Keysa dan Fandi menikah. Dunianya runtuh seketika. Dia menatap tidak percaya pada Ari yang memberi kabar itu juga sama terkejutnya namun itulah yang terjadi. Pernikahan teman mereka yang hanya melibatkan keluarga inti.
__ADS_1
"Keysa dan Fandi ?" Bilal tidak percaya dan menatap lekat temannya. Berharap cowok yang biasa bersikap tengil itu hanya bercanda.
Tapi Ari pun hanya mengangguk lemah, ia memahami perasaan temannya itu dan juga ikut merasakan pedih hatinya.
"Tapi kenapa Ri ? Kenapa bisa ? Fandi temanku, Keysa pacarku ? kenapa mereka berdua bisa ?" Bilal tidak percaya dan memegang erat rambutnya.
Pikiran-pikiran buruk kini menghampiri otaknya, apakah kedua orang itu berkhianat dibelakangnya ? Apa karena itu sikap Keysa berubah ? Dia lebih memilih Fandi ketimbang dirinya ?
Memikirkan itu, amarah Bilal memuncak. Dia ingin segera menemui Keysa untuk meminta penjelasan. Menyadari itu Ari segera menahannya.
"Sabar bro. Sabar !"
"SABARRRR !" Bilal berteriak membuat Ari terkejut. Teriakan Bilal memenuhi kamar cowok itu.
"Mereka berdua pasti selingkuh, tega-teganya Fandi sama aku. Memang selama ini dia anggap aku apa ?" Bilal berteriak keras sekali.
"Dia tahu aku sayang banget sama Keysa. Tapi apa ? dia nusuk aku dari belakang !" Bilal masih berteriak hingga air matanya jatuh.
Ari tak bisa berbuat apa-apa selain merangkul Bilal dan menenangkannya.
Belum juga Bilal meminta penjelasan pada Keysa juga Fandi, ia kembali menerima kabar jika kedua orang itu akan berangkat ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan disana.
Dan hari ini adalah hari keberangkatan pengantin baru itu, Bilal ditemani Ari menuju bandara berusaha menemui Keysa. Menelusuri bandara yang ramai, akhirnya mereka menemukan keduanya sedang diruang tunggu. Bilal dan Ari mendekat membuat Keysa dan Fandi terkejut dan lagi gadis itu menatap dengan tatapan terluka. Sedangkan Fandi yang berdiri tak jauh dari mereka juga memperlihatkan tatapan sama terlukanya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Apa kalian berdua pacaran di belakangku ?" Bilal to the point.
"Nggak Bil, nggak. Itu semua gak benar. Ini gak seperti yang kamu pikir !" Keysa dengan cepat membantah.
"Kenapa Key ? KENAPA ? Kalian berdua tega sama aku !" Bilal emosi tidak percaya.
"Nggak gitu Bil !" Keysa menangis berusaha menggenggam tangan Bilal namun ditepis oleh pria itu.
"Trus apa ? APAAAAAA ?" Bilal berteriak hingga membuat semua orang menatap kearahnya.
"Bil, stop. Malu dilihat orang !" Fandi buka suara.
"Diam kau brengsek !" Bentak Bilal seraya menerjang Fandi dengan meninju pipi kirinya keras.
"Massssss !" Keysa memekik dan segera menolong Fandi yang terjatuh didekatnya membuat Bilal semakin terluka.
"Ayo kita balikan. Aku sayang banget sama kamu. Aku bersedia maafin kamu yang penting kamu kembali, kamu balik !" Ucap Bilal setelah dengan cepat meraih lengan gadisnya dan memeluknya erat.
Mendengar perkataan Bilal membuat Keysa semakin terluka, ia pun balas memeluk erat. Terisak didada Bilal.
"Maaf Bil, maaf. Sekarang aku adalah seorang istri jadi aku gak bisa balik lagi ke kamu. Maaf, maafin aku, maaf banget !" Keysa memeluk erat tubuh Bilal dengan tangisan yang menyayat hati.
"Aku benar-benar minta maaf tapi aku dan Fandi tidak pernah mengkhianati kamu. Sekali lagi aku minta maaf !" Keysa mendongak sejenak memegang pipi Bilal kemudian kembali memeluk tubuh itu erat.
__ADS_1
Fandi pun tak tahan melihat itu, ia segera bangkit dan melepas paksa pelukan 2 orang itu dan menyeret istrinya memasuki pesawat setelah menatap dalam pada Ari. Meninggalkan Bilal yang mematung menatap kepergian 2 orang yang begitu berarti untuknya.
Seseorang menepuk pundak Bilal, Ari muncul dengan raut wajah sedihnya melihat drama sahabatnya. berusaha keras agar mereka baik-baik saja dan membawa Bilal pulang.