
15 Tahun kemudian...
Disebuah SMA swasta, seluruh murid-murid tingkat akhir sedang bersuka cita karena telah menerima pengumuman jika mereka lulus 100%. Berbagai macam ekspresi senang ditunjukkan murid-murid itu setelah mengucapkan syukur atas keberhasilan mereka melalui ujian akhir yang penuh tekanan dan debaran.
Pilox warna-warni mulai bermunculan dan menyemprotkan dari satu seragam ke seragam yang lain hingga yang awalnya seragam murid-murid itu putih bersih kini terlihat menyaingi warna pelangi.
Mereka berlari kesana-kemari dengan menyemprotkan pilox dengan suasana yang penuh dengan hingar-bingar kesenangan.
Dibawah pohon mangga, nampak seorang gadis cantik dengan tag nama Sellira Putri Fansa, biasa disapa dengan selli oleh teman-temannya dan Elli panggilan dari keluarganya.
Ya, putri dari Fandi dan Keysa yang sudah beranjak dewasa dan menjelma menjadi gadis cantik. Dengan pakaiannya sudah penuh warna ia sedang celingak celinguk mencari sahabatnya yang tadi dengan brutal menyemprotkan pilox padanya, sambil terkekeh melihat kelakukan teman-temannya yang lain. Apalagi terlihat guru-guru hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan murid-muridnya.
"Salehhhhhhh !" Teriak seseorang. Elli yang mendengar itu sontak berbalik dan tersenyum.
"Udinnnnnnn !" Ia balas berteriak saat melihat Dinda, sahabatnya yang sejak tadi dicarinya.
Keduanya berpelukan erat seraya berputar-putar dengan penampilan amburadul warna warni.
"Kamu darimana ?"
"Biasa, temuin papa dulu. Aku kabur sebelum dimarahin karena coret-coret baju, hehehe !"
Elli hanya tersenyum, mengingat bahwa papa sahabatnya adalah guru BK disekolah itu juga merangkap guru Matematika yang galak abis.
"Akhirnya kita lulus juga !"
"Iya betul, akhirnya lega juga !"
Keduanya masih ingat dengan jelas, beberapa bulan belakangan keduanya hanya fokus belajar dalam waktu yang lama hingga keduanya stress.
"Oh iya, kita harus rayain hari ini, hari kelulusan kita !" Saran Dinda
"Oke, kita kemana ini ?"
Keduanya mulai menyusun rencana untuk bisa merayakan kelulusan ini berdua saja.
*****
Di tempat lain, tepatnya Bandara Soekarno - Hatta. Sebuah pesawat dari negara Malaysia terlihat landing dengan begitu mulus. Beberapa saat pilot yang tadi menerbangkan pesawat itu kini berjalan keluar dengan begitu berwibawa dan cool, Postur tubuhnya yang tinggi, tatapannya tegas namun teduh. Wajah tampannya dihiasi senyum ramah membuat para wanita dari tingkat ABG hingga emak-emak ingin membungkusnya pulang.
Para pramugari cantik nan seksi tak ketinggalan dalam mencari perhatian pilot tampan itu meski hanya dibalas dengan senyum ramah namun membuat mereka semakin ingin mendapatkan pilot tampan itu.
"Kak Bilal, mau makan siang bersama kami ?" Tawar salah satu pramugari yang diiringi anggukan yang lain.
"Maaf, saya sudah janji pada ibu saya untuk makan siang di rumah. Selamat makan siang untuk kalian !" Bilal tersenyum manis membuat gadis-gadis itu meleleh.
"Aduh, pengen banget jadi pacarnya pilot ganteng itu, jadi selingkuhannya pun aku relaaaa !" Ucap salah seorang dari mereka yang bahkan diangguki yang lainnya.
Setelah membereskan urusan yang tersisa, Bilal terus berjalan keluar diiringi tatapan kagum para wanita, ia memilih menaiki taksi yang baru saja turun penumpangnya.
__ADS_1
Taksi itu berjalan membelah kota, Bilal menikmati pemandangan diluar hingga taksi itu tak sengaja melintas di SMA tempat ia menuntut ilmu dulu. Ia tersenyum melihat para siswa-siswi yang berwarna-warni mulai meninggalkan sekolah hingga matanya tertuju pada pak Rohim, guru kesayangannya dulu. Bilal terpaku melihat pria itu yang sedang memarahi 2 siswi dengan wajah garangnya. Ia terkejut saat tahu bahwa guru itu masih aktif mengajar, Laki-laki itu terlihat semakin tua dengan warna putih sudah mulai mengisi rambutnya namun kegalakannya tidak berubah sama sekali.
Bilal tertawa, melihat 2 siswi itu menunduk dengan wajah jengkel, ia bisa merasakan seperti apa kesalnya jika sudah berhadapan dengan guru galak itu.
Sementara itu, Elli dan Dinda sedang menahan gondok akibat diomeli guru BK itu. Hari yang seharusnya membuat mereka tetap bersuka cita tapi guru galak didepannya itu seketika merusak mood keduanya.
"Bapak kan sudah bilang, kalian jangan coret-coret baju. Nanti bajunya bisa disumbangkan pada orang yang membutuhkan !" Omel pak Rohim memelototi 2 gadis didepannya.
"Lah, mana seru pa. Lulus SMA itu sekali seumur hidup lho jadi harus dirayakan dan dinikmati !" Bantah Dinda.
"Menikmati apa ? itu barang-barang kamu sayang lho. mubasir !"
"Nanti kalau mau nyumbang beli aja yang baru jangan pake bekas !"
Elli hanya terdiam melihat perdebatan bapak dan anak itu. Ia sejak tadi menahan tawa melihat keduanya.
"Bapak sama anak, mirip sekali !" Batin Elli.
Pak Rohim semakin melotot saat Dinda selalu membalas ucapannya. Saat akan memarahi anaknya, tiba-tiba 5 orang siswi mendekati pak Rohim dan memberikan sebuket bunga mawar merah diiringi senyum manis.
"Ini buat bapak, terima kasih selama ini bapak selalu tegas, bapak guru favorit kami !" Ucap siswi cantik itu.
Elli dan Dinda yang mendengar kalimat itu sontak menganga, gadis bernama Shela yang terkenal cantik dan kaya itu mengidolakan guru segalak pak Rohim ? Sulit dipercaya !.
Pak Rohim yang sejak tadi memasang wajah garang kini tersenyum hangat membuat Elli dan Dinda bengong.
Saat pak Rohim sibuk dengan siswi itu, Dinda memberi kode pada sahabatnya untuk kabur. Elli dan Dinda pelan-pelan mundur dan kabur seketika sambil menahan tawa.
*****
Bilal sudah sampai dirumahnya, sang mama tampak sudah menunggu untuk menyambutnya dan begitu sumringah saat melihat sang anak.
"Ya ampun, kamu lama sekali baru bisa pulang !" Sang mama memeluk anaknya erat.
"Iya ma, maaf. Jadwalku sangat sibuk !" Bilal memeluk erat ibunya. Ia juga sangat rindu setelah tidak pulang selama 6 bulan.
Kesibukannya membuatnya menetap sementara di berbagai negara.
"Ayo masuk, mama sudah siapkan makanan kesukaan kamu !" Ibu Amy menggandeng anaknya masuk.
"Papa mana ma ?" Tanya Bilal saat tidak bayangan papanya dimanapun.
"Lagi pergi mancing sama teman-temannya !" Jawab ibu Amy.
Bilal duduk di meja makan setelah mengganti pakaiannya. Makanan enak terhidang didepannya. Ia mulai menyendok nasi dan lauk pauk kemudian memakannya dengan lahap dibawa perhatian sang mama.
"Pelan-pelan, nanti tersedak !"
"Ini enak sekali ma, aku benar-benar kangen masakan mama !" Ucap Bilal membuat sang mama tersenyum seraya menuangkan air di gelas.
__ADS_1
"Kamu kapan rencana mau menikah Bil ?" Tanya sang mama seraya menyerahkan gelas air itu pada sang anak.
Bilal mematung sejenak mendengarnya, kemudian meraih gelas dari tangan sang mama dan meminumnya hingga tandas.
"Bilal belum ketemu perempuan yang cocok aja ma !"
"Selalu itu aja alasan kamu. Mama sama papa ini sudah tua, mama pengen gendong cucu dari kamu sebelum kami meninggal !"
"Mama, jangan bicara seperti itu !" Bilal terlihat tidak suka.
"Makanya kamu segera menikah, anak mama cuma kamu seorang. Kalau bukan dari kamu, dari siapa lagi mama minta cucu !"
"Iya ma, iya. Nanti kalau aku udah ketemu yang cocok pasti aku kenalkan ke mama !"
Sang mama hanya menghela nafas mendengar itu.
"Kalau begitu, nanti mama mau kenalin kamu ke anak teman mama ya !" Ibu Amy mulai antusias.
"Eh, nggak usah ma....!"
"Gak boleh protes. Ingat, umur kamu sudah matang jadi sudah waktunya kamu berumah tangga !"
"Pasti ma, pasti. Aku pasti menikah tapi tolong sabar, biarin aku cari sendiri calon istriku ma !"
"Oke. Mama kasih kamu waktu 3 bulan buat cari calon istri, kalau dalam 3 bulan kamu masih sendiri. Kamu harus mau mama jodohin. Titik !"
"Iya, iya. Oke, aku setuju !" Bilal mengalah.
"Ya udah ma, aku mau istirahat dulu. Besok aku mau cek kebun stroberiku !"
Bilal berlalu dari meja makan setelah mencium kening sang mama.
*****
Elli dan Dinda memutuskan merayakan kelulusan mereka di mall. Setelah berganti pakaian mereka kini berada didalam bioskop. Film romantis komedi menjadi pilihan hingga suara tawa menggema karena kelucuan film yang sedang berlangsung.
Setelah itu mereka memutuskan pergi ke Timezone, menggila didalam sana dengan memainkan semua permainan. Tawa dan jeritan kegirangan menggelegar.
Setelah merasa puas, keduanya memutuskan pulang sebelum Maghrib datang.
"Nanti kita cari kampus yang banyak cowok gantengnya ya !" Ucap Dinda.
"Tentu saja, cowok ganteng adalah salah satu faktor yang bisa membuat kita semangat belajar !" Keduanya terkekeh.
"Wokeee, nanti kita cari kampus yang oke, penuh cowok ganteng dan saat itulah kita cari pacar yang ganteng !" Tegas Elli.
"Setuju sekaliiiiiiii !"
2 gadis yang tidak pernah pacaran itu pun pulang dengan membawa niat yang baru untuk merayakan mereka yang beranjak dewasa.
__ADS_1