
Keysa benar-benar resah, sudah ratusan kali ia mencoba menghubungi nomor pria itu tapi sampai sekarang nomor itu tidak juga aktif membuatnya sangat gelisah.
"Sudah, tidurlah. Anak kita pasti baik-baik aja !" Ucap Fandi bermaksud menenangkan istrinya tapi malah disambut dengan tatapan nyalang Keysa.
"Ini semua gara-gara kamu. Andai aja kamu perhatian sedikit sama Elli, pasti dia sekarang ada sama kita !" Bentaknya.
"Sayang, aku juga gak bermaksud seperti ini , tadi aku...!"
"Sudah, gak usah ngomong lagi. Kalau terjadi apa-apa sama anak kita. Aku gak akan maafin kamu !" Semprot Keysa kemudian berbaring diranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut hingga leher, ia masih sangat emosi.
Fandy pun hanya bisa menghela nafas seraya menatap nanar istrinya yang membelakanginya, rasa bersalah karena teledor menjaga putrinya sendiri.
Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing tanpa tahu jika keduanya memikirkan hal yang sama yaitu pria yang kini membawa anak mereka.
'Apa benar pria itu orang yang sama ?'
'Jika iya apa yang akan dilakukan jika bertemu pria itu ?'
'Apa semuanya akan baik-baik saja ?'
Dalam diam pasutri itu tenggelam dengan pikiran masing-masing hingga keduanya terlelap.
**
**
Keesokan harinya, Bilal terbangun saat mendengar suara tangisan. Saat membuka mata, ia melihat Elli menangis memanggil orang tuanya. Saat terbangun bocah itu celingak-celinguk pada ruangan asing baginya dan serta merta memanggil orangtuanya.
"Sayang, jangan nangis ya nanti kita cari mama sama papa. Oke !" Bujuk Bilal dan diangguki gadis kecil itu.
Bilal meraih Hp-nya dan terkejut saat melihat benda itu mati total. Segera saja ia mencharger benda itu.
"Ya udah, sekarang kita mandi trus makan ya !" Elli kembali mengangguk.
Bilal memandikan dan menyiapkan sarapan untuk Elli. Setelahnya, Bilal kembali membukakan YouTube untuk Elli, menghindari bocah itu kembali merengek. Saat ia asyik dengan tontonannya, cowok itu menuju kamarnya dan meraih Hp-nya.
Bilal yang juga sudah bersiap. Ia berencana akan mengunjungi kebun stroberi miliknya sebelum mencari orang tua bocah itu. Meraih Hp dan kunci mobilnya kemudian menghampiri Elli, meraih bocah itu beserta tas ranselnya kemudian menggandengnya keluar.
Setelah berkendara cukup lama, mereka sampai di kebun stroberi milik Bilal, kebun kecil itu awalnya ia buat untuk seseorang yang sangat menyukai buah stroberi namun orang itu sudah tidak bisa ia gapai lagi dan pada akhirnya kebun ini entah nanti ia apakan. Dipertahankan atau dijual.
Melihat buah-buah stroberi dengan warnyanya yang cantik dan cerah seketika menarik perhatian Elli, gadis kecil itu seketika berlari menghampiri buah stroberi yang cukup besar. Melihat itu, Bilal mendekatinya.
"Mau ini ?" Tanyanya yang langsung diangguki gadis kecil itu.
Bilal memetik buah itu dan membersihkannya kemudian memberikannya pada gadis kecil itu, Elli menggigitnya dengan mata berbinar-binar membuat cowok itu gemas dibuatnya.
"Terima kasih om Ganteng !" Ucap Elli dengan mata berbinar membuat Bilal tertegun mendengarnya.
Bilal meriah Hp-nya yang ternyata masih belum ia aktifkan. Segera dinyalakan benda itu dan terdengar banyak notif masuk hingga tak lama sebuah panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.
"Halo ?"
"Halo, saya mamanya Elli. Ini orang yang membawa anak saya !" Ucapnya terburu-buru disertai panik.
"Oh iya benar, maaf saya membawanya pulang. Dia baik-baik aja hanya selalu menanyakan kalian !"
"Oh syukurlah, terima kasih. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana membalas kebaikan anda !"
"Tidak perlu seperti itu, saya senang bisa menolong dia !"
"Kalau begitu bisa kita segera bertemu ?"
"Dimana kita bisa bertemu ?"
"Hmm, bagaimana kalau di taman x, kita bertemu 1 jam lagi !"
"Baiklah, terima kasih !"
Bilal mematikan sambungan telepon dan menghampiri Elli yang masih mengunyah buah stroberi sambil menatap pada buah 1 ke buah yang lainnya.
"Elli, ayo kita pergi ketemu mama dan papa !" Ajaknya lembut.
"Om Ganteng, Elli mau stlobeli !" Tunjuknya pada beberapa buah stroberi yang berukuran besar.
"Baiklah tuan putri !" Ucap Bilal sambil mengacak gemas rambut bocah itu.
__ADS_1
Bilal mengemas beberapa buah stroberi berukuran besar dan menyimpannya di tas ransel Elli, para pekerja kebun itu sedang libur dimana Bilal harus melayani diri sendiri. Kemudian keduanya meninggalkan tempat itu menuju taman.
1 Jam kemudian. Bilal sudah berada di taman kemarin bersama Elli, menunggu orang tua gadis kecil itu dengan mengajaknya bermain.
"Adeeeeekkkkkkk !" Elli menoleh. Seorang bocah laki-laki seusia dengannya berlari menghampirinya.
"Kakakkkkkkkkkk !" Sahutnya. Ia juga bangkit dan berlari menuju bocah itu.
Bilal pun ikut menoleh keasal suara.
DEG.
Ia terpaku melihat siapa yang datang, yang juga menatapnya sama terkejutnya.
"Keysa...!"
"Bilal...!"
Keduanya terpaku bersama.
**
**
Flashback On
5 tahun yang lalu, semasa SMA.
3 pria tampan berjalan dengan begitu percaya dirinya menuju sebuah kelas. Mereka adalah Bilal, Ari dan Fandi. 3 pentolan terkenal karena sering masuk ruang BK itu, apalagi kini dengan gaya coolnya mereka menuju seorang gadis yang bingung melihat tingkah mereka.
Riuh rendah suasana kelas membahana menyemarakan siang itu saat Bilal berlutut didepan seorang gadis cantik bernama Keysa dengan setangkai bunga mawar ditangannya.
"Kamu mau nggak jadi pacarku ?" Tembak Bilal langsung sambil menatap lembut gadis yang melotot didepannya.
"Terima.. terima.. terima.. terima.. !" Pekik semua teman-temannya membuat gadis itu tersenyum malu seraya mengangguk. Meski pernyataan cinta itu aneh namun tak ayal gadis itu pun menaruh hati pada cowok didepannya ini.
Yeyyyyyyyyyyyyyyyy
Teriakan itu membahana disudut kelas membuat seorang guru datang dan menyemprot mereka semua.
"Kalian ini ribut sekali !" Pak Rohim si guru BK tiba-tiba muncul.
"Kalian lagi.. kalian lagi.. !" Geramnya saat melihat 3 pengacau itu.
"Kalian kenapa bikin keributan lagi !" Pak Rohim menjewer ketiga cowok itu bergantian.
"Kami nggak bikin keributan pak, kami lagi membantu teman kami ini untuk mendapat kekasih hatinya !" Ari melankolis.
"Benar pak, kami takut Bilal gantung diri di pohon Ketapang halaman sekolah kalau nanti dia ditolak makanya kami temani !" Tambah Fandy.
Mendengar itu, pak Rohim malah geram
"Kalian masih kecil, masih ingusan. Kerjanya bikin masalah aja eh sekarang malah sok-sokan pacaran !" pak Rohim menatap garang pada Bilal dan Keysa bergantian membuat kedua orang itu tersenyum malu.
"Anu pak, kami....!" Belum selesai Ari bicara sudah dipotong guru killer itu.
"Sekarang kalian lari keliling lapangan 10x !"
"Ehhhhhhh... kenapa ?" 3 pengacau itu protes bersamaan.
"Mau saya tambah 10 putaran lagi ?" Guru itu melotot.
Mau tidak mau akhirnya 3 pengacau itu menurut dan langsung menuju lapangan dan berlari memutarinya. Mereka menjadi tontonan cewek-cewek, melihat 3 cowok cakep. Bilal fokus menatap Keysa yang tersenyum padanya. Sedangkan Ari melambaikan tangan pada setiap gadis cantik disana dan Fandi tersenyum manis pada adik kelasnya yang baru seminggu lalu menjadi pacarnya hingga kakinya terantuk batu dan membuatnya terjatuh membuat cewek-cewek disana tertawa.
"Eh, ayo ke kantin yok beli minuman !" Ajak Ari saat mereka tepar setelah berhasil menyelesaikan 10 putaran itu yang hanya diangguki oleh Bilal dan Fandi.
Bilal kembali dengan membawa minuman untuk pacar barunya membuat suara riuh godaan kembali membahana.
Sejak saat itu, Bilal dan Keysa nampak seperti pasangan umumnya yang sedang kasmaran.
Keduanya jalan-jalan bersama, nonton dan mengunjungi tempat-tempat romantis lainnya.
Hingga sebuah kejadian naas tak terduga datang menghantam hubungan mereka dan memaksa mereka berpisah.
**
__ADS_1
**
"Mama.. mama.. mamaaaaa !" Teriak Elli merentangkan kedua tangannya pada Keysa membuat wanita itu tersadar.
Segera ia menggendong Elli, memeluk erat serta menciumi putrinya itu seraya berjalan mendekat kearah Bilal yang masih mematung.
"Apa kabar ?" Sapa Keysa lirih. Tatapan matanya menyiratkan luka yang masih basah.
"Aku baik, kamu sendiri apa kabar ?" Sahut Bilal datar dengan tatapan mata sulit.
"Aku juga baik. Kamu kelihatan gak banyak berubah !" Ucap Keysa mengalihkan pandangan kearah dada Bilal.
"Kamu kelihatan makin dewasa !" Ucap Bilal membuat Keysa tersenyum.
Selly yang sudah turun dari gendongan ibunya kini berlari kearah Cello dan bermain kejar-kejaran disana.
"Awas, jangan lari jauh-jauh !" Keysa mewanti-wanti kedua anaknya.
"Aku gak nyangka, mereka berdua anakmu !"
"Benar, 2 bocah itu anakku dengan Fandi !" Jawab Keysa pelan.
"Terakhir kali kita ketemu, aku udah hamil disitu !" Ucap Keysa membuat Bilal menatap wanita didepannya kaget.
"Ya, 2 bocah kembar itu alasan kenapa aku gak bisa balik ke kamu lagi dan aku benar-benar gak sanggup waktu itu kasih tau kamu tentang kondisiku !" Lirih Keysa menahan tangis.
"Dibelakangku ? Kamu sama Fandi selingkuh hingga kamu hamil ?" Tuduh Bilal dengan dada sesak.
"Itu nggak benar Bil !" Sergah Keysa langsung menatap nanar pria didepannya.
"Kenapa mesti Fandi ? Dia temanku Key, dia sahabatku dan kamu tega selingkuh sama temanku sendiri !" Mata Bilal memerah membuat Keysa tidak bisa lagi membendung air matanya.
"Itu nggak benar, itu semua kecelakaan. Aku dan Fandi tidak pernah macam-macam dibelakang kamu. Ini semua benar-benar kecelakaan !"
"Ya, alasan yang bagus !"
"Aku juga nggak tahu kenapa semua bisa jadi seperti ini. Aku benar-benar nggak ingat bisa sama Fandi. Aku sama dia.....!"
"Cukup, kamu tidak perlu jelaskan apapun lagi !" Ucap Bilal.
Keysa terdiam, menatap dalam cowok didepannya. Hatinya pun ikut sakit. Kemarin ia begitu mencintai cowok ini tapi kejadian naas kemarin memaksa mereka berpisah dan akhirnya ia menikah dengan Fandi.
"Papaaaaaaaaaa !" Teriakan Elli memecah fokus keduanya dan menoleh bersamaan kearah Elli yang berlari kencang kearah Fandi sambil merentangkan tangan.
Fandi meraih tubuh putrinya dalam gendongan dan menciuminya hingga gadis kecil itu terkekeh geli saat kumis tipis papanya menggelitik pipinya.
Pandangannya teralih pada 2 orang yang kini menatapnya diam. Bilal dan Keysa melihat Fandi nampak berbicara serius pada gadis kecilnya itu hingga Elli terlihat menunjuk kearah Bilal. Fandi menurunkan Elli dari gendongannya dan menghampiri 2 orang itu.
"Apa kabar ?" Sapanya pada temannya itu yang menatapnya dengan tatapan sulit.
"Baik !" Jawab Bilal singkat.
"Terima kasih sudah menolong dan menjaga anakku. Aku nggak tau bagaimana nasib Elli jika bukan ketemu denganmu !" Ucap Fandi.
"Sama-sama !"
"Ayo pulang, bawa anak-anak ke mobil !" Ajak Fandi pada istrinya yang langsung dituruti oleh Keysa.
Baru beberapa langkah, Keysa kembali menoleh kearah Bilal.
"Terima kasih telah menolong putriku dan percayalah, aku dan Fandi nggak pernah mengkhianati kamu !" Ucap Keysa seraya menatap dalam pada Bilal yang masih terdiam dengan mimik wajah tak terbaca. Fandi pun hanya terdiam.
"Sampai jumpa lagi !" Tambahnya kemudian keduanya melangkahkan kaki menuju anak-anak dan mengajak mereka untuk pulang.
Sebelum itu terlihat Elli berlari menghampiri Bilal dan memeluk kakinya.
"Dadah om Ganteng, Elli pulang dulu !" Ucapnya dengan wajah polos membuat Bilal tersenyum dan membelai lembut kepala gadis kecil itu.
"Nanti kalau Elli sudah besar, Elli mau jadi pengantinnya om Ganteng, trus pake mahkota seperti boneka Barbie !" Ucapnya lagi membuat Fandi dan Keysa saling pandang.
Bilal meraih tubuh bocah itu dalam gendongannya dan memeluk erat bocah itu.
"Elli harus jadi anak yang pintar trus menurut sama mama dan papa yah !" Pesan Bilal yang langsung diangguki gadis kecil itu kemudian Elli mencium pipi Bilal membuat cowok itu terpaku sejenak.
Ia kemudian menurunkan Elli dari gendongannya membuat gadis kecil itu segera meraih tas ranselnya yang berisi barang-barang pemberian Bilal dan membawanya menuju orang tuanya.
__ADS_1
Keluarga itu semakin menjauh dengan Elli yang melambaikan tangan pada Bilal dengan wajah riang.
"Selamat tinggal gadis kecil !" Bilal membalas lambaian tangan Elli dengan senyum hangat.