OM HANTU " Kamu Miliku "

OM HANTU " Kamu Miliku "
BAB 6


__ADS_3

" Saya terima nikahnya *********** dengan mas kawin tersebut dibayar tun.. "


brukkkkk


Ucapan Aro terhenti ketika tiba-tiba Gea jatuh pingsan sebelum Aro selesai mengucapkan ijab qobul. Hal itu tentu membuat semua orang panik melihat sang mempelai wanita tak sadarkan diri.


" Gea bangun ". Aro berusaha membangunkan Gea dengan cara menepuk-nepuk pelan pipinya.


" Aduh Gea baru juga ijab qobul udah pingsan, gimana nanti malam pertama ". ucap tika tante Gea tanpa filter.


" Ibu ini kondisi kayak gini masih bisa mikirin malam pertama ". saut joni suami dari Tika


" Hehe.. maaf pak " lalu tika mendekat kearah ponakanya untuk memastikan keadaan Gea .


" Aro lebih baik kamu bawa Gea kekamar dulu biar nanti mammy panggil dokter untuk kesini "


" Mohon maaf pak penghulu dan para tamu undangan, bisakah kalian mununggu sampai calon menantu saya sadar baru kita lanjutkan acaranya ". zheno memohon pengertian kesemua undangan.


" Baiklah Tuan , tapi mohon maaf saya hanya punya waktu kurang dari 1 jam untuk menunggu " ucap pengulu.


" Terima kasih pak ". zheno kemudian berjalan menuju tempat dimana Gea berada.


Semua orang yang berada disitu panik melihat Gea yang tak kunjung membuka matanya padahal 10 menit sudah Gea tak sadarkan diri.


" Mam kenapa dokternya belum sampai ,ini sudah hampir 10 menit tapi dia belum bangun ". Aro begitu khawatir melihat kondisi calon istrinya


" Sabar sayang mungkin masih dijalan ". ucap yura, lalu tak lama kemudian datanglah dokter pribadi keluarga Aditama yang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi.


" Lama sekali kau datang ".


" Maaf kau tahukan jarak dari rumah sakit kerumahmu lumayan jauh ". jelas dokter fadel.


Dokter fadel lalu memeriksa kondisi Gea ia mengecek mulai dari tensi darah denyut nadi dll.


ketika ia memeriksa bagian Perut Gea dokter fadel mengerutkan dahinya menujukan sesuatu yang janggal disana.


" Kenapa ekspresimu begitu jelaskan padaku ". Aro begitu tidak sabaran menunggu dokter memeriksa Gea.


" Bagaimana kondisi ponakan saya dok ".


" Begini,aku juga sedikit ragu dengan hasil pemeriksaan ku karena aku bukan spesialis dibagian ini dan untuk memastikannya perlu dilakukan cek ". Terang Sang Dokter.


" Maksudmu ada kemungkinan Gea sakit parah " tanya Aro yang langsung dijawab gelengan kepala oleh fadel " Bukan ".


" lalu apa. tolong jelaskna pada kami "


" Menurut diagnosaku ana yang aneh dibagian perut Gea sepertinya dia sedang hamil ". terang dokter, hal itu tentu membuat semua orang syok terlabih Aro karena dia sama sekali tidak pernah menyentuh Gea melebihi batas bahkan untuk sekedar ciumanpun jarang mereka lakukan lalu apa ini.


" Aro jelaskan pada kita semua apa kalian sudah melakukan nya ". tanya zheno.

__ADS_1


" Aro jawab ,kenapa kalian melewati batasan seperti ini ". lanjut zheno


Aro masih terdiam memikirkan kemungkinan yang terjadi "apa Gea selingkuh , tapi dengan siapa?" pertanyaan-pertanyaan itu muncul satu persatu diotaknya. tiba-tiba ingantanya mengarah kesatu orang yaitu Endrick " mungkinkah dia " lamunan Aro buyar ketika sang mammy pengelus pundaknya sambil berkata.


" Jujurlah Aro tidak apa, lagipula kalian akan segara menikah ". ucap yura lembut


" Tapi aku tidak pernah melakukanya mam ". jawab Aro dengan tatapan dingin


" Jadi maksudmu anak yang dikandung ponakanku bukan anakmu begitu, kau mau lepas dari tanggung jawab begitu ". maki Tika


" Tenang semuanya sayakan sudah bilang ini masih kemungkinan belum pasti sebaiknya kalian panggil dokter spesialis kandungan untuk memastikannya ". jelas dokter fadel lagi.


Gea yang sayup-sayup mendengar suara orang bertengkarpun membuka matanya perlahan. hal itu membuat semua yang berada diruangan itu menoleh kearahnya.


" Ada apa ini dan aku kenapa disini ". tanya Gea


" Kau pingsan dan karena kau sudah sadar sekarang jelaskna pada kami kau sedang hamil atau tidak dam siapa ayahnya karena Aro bilang dia tidak pernah menyentuhmu ". tanya tika terus terang tanpa basi basi.


" Apa maksud Tante, aku tidah hamil ".


" Aro tolong percaya denganku, aku tidak hamil ".


Gea berucap dengan menitihkan air matanya. melihat calon menantunya menangis tentu yura tidak tega ia mendekati Gea lalu memeluknya dengan erat. sementara Aro masih diam ditempat tanpa ekspresi entah apa yang sedang ia pikirkan.


" Mammy percaya sayang,mungkin dokter hanya salah cek ". yura berusaha menenangkan Gea.


" Betul nyonya saya bukan asli dalam bidang ini jadi mungkin saya salah tapi.... ". ucapan sang dokter terpotong oleh ucapan mammy yura.


" Tidak mam aku ingin semuanya jelas " . ucap Aro dengan muka datarnya mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu menghubungi dokter kandungan untuk datang kerumahnya ".


Sementara itu Gea benar-benar takut saat ini ia takut jika yang dokter katakan tadi benar adanya.


" Jangan takut jika kamu tidak merasa melakukan kesalahan ". sepertinya yura melihat gelagat aneh dimata Gea, ia seperti sedang ketakutan hal itu membuat yura yang awalnya percaya sedikit meragu.


" Aro ". panggil Gea , Aro menoleh dan berjalan kearah Gea kemudian ia duduk di samping gea.


" Maaf aku tidak bermaksud tak mempercayaimu tapi aku ingin semua jelas ". ungkap Aro


" Maafkan Aku jangan tinggalkan aku ". ucap Gea lirih.


Aro tidak menjawab pertanyaan Gea sungguh ia ingin mempercayai ucapakan Gea karena ia tahu jika Gea gadis baik-baik tapi entah mengapa hatinya berkata lain. setelah menunggu sekitar 15 menit dokterpung datang dengan membawa semua peralatan lengkap sesuai permintaan tuanya.


" Maaf saya datangnya lama, jalanan cukup padat saat ini " ucap dokter anjani


" Tidak apa, tolong priksa calon menantu saya ".


Gea benar-benar harap cemas saat ini bagaimana jika ia benar hamil lalu bagaimana nasib pernikahan, ia tidak sanggup kehilangn Aro ia sungguh mencintai Aro meskipun ia sempat berbagi hati.


Ketika dokter selesai memeriksa Gea orang-orang yang disitu langsung memberondong dokter dengan berbagai pertayaan hal itu membuat sang dokter bingung menjawab yang mana dulu.

__ADS_1


" Begini saya langsung ke intinya saya. Selamat Tuan Aro anda akan menjadi seorang Ayah ". ucap dokter anjani dengan tersenyum.


Deg


Jantung Gea seperti berhenti berdetak saat itu juga, air matanya mengalir deras dipipinya begitu juga dengan Aro dan orang-orang disitu mereka seketika diam membisu memeprlihatkan ekspresi terkejut dan penuh kekecewaan.


Melihat wajah Aro yang memerah manahan emosi dan amarah yura mempersilakan dokter fadel dan juga dokter anjani untuk pulang.


" Terima kasih kalian sudah datang untuk bayaranya saya sudah transfer kerekening kalian ". ucap yura.


" Katakan padaku siapa oranya ??". Tanya Aro dengan wajah dingin.


bukannya menjawab Gea hanya mampu menangis.


" Gea apa benar itu bukan anak Aro ?". tanya tika " jawab pertanyaan Tante Ge!! jangan bikin tante malu ". lanjut tika


" Gea jawab pertanyaanku siapa ayah dari anakmu ". bentak Aro


" Aro tenanglah ". zheno berusaha menengkan putranya sementara yura memeluk Gea meskipun kecewa namun ia juga tidak tega melihat Gea menangis.


" Gea tolong jawab jujur sayang, ini demi kebaikan mu ". yura berusaha membujuk Gea dengan lembut supaya ia mengakui siapa laki-laki bajing*n itu.


" Maaf " hanya itu yang terucap dari mulut Gea setelahnya ia hanya menangis tersedu-sedu.


" Aku tidak butuh kata maafmu yang aku butuhkan kejujuranmu Ge ". teriak Aro


" Endrick " Gea meyebutkan satu nama yang membuat semua orang syok bagimana tidak endrick adalah bos dari gea yang tak lain sahabat baik Aro.


" Sudah kuduga ". jawab Aro sinis. " bubarkan acaranya ". perintah Aro dengan nada tinggi penuh emosi


" Aro maafkan aku tolong terima aku dan anakku dihidupmu ". Gea bangkit dari duduknya lalu maraih tangan Aro namun langsung ditepis dengan kasar.


" Apa kurangku hahh? sampai kamu tega meghianatiku dengan sahabatku sendiri dan sekarang kau memohon seperti ini padaku ". maki Aro lalu keluar dari kamar tersebut dengan hati hancur ia mangambil kunci mobilnya lalu berjalan kearah parkiran untuk mengambil mobilnya.


Aro terus berjalan melewati tamu undangan yang sudah menunggu hampir satu jam ia berhenti sejenak lalu menatap para tamu undangan .


" Kalian bisa pulang sekarang, acara dibatalkan ". setelah mengatakan itu Aro berlari keluar menuju mobilnya. melihat sang anak pergi dengan keadaan kacau tentu membuat zheno dan yura khawatir.


" Pah kejar Aro, mammy takut terjadi sesuatu ". ucap yura dengan isak tangis.


" Aku sudah suruh Zam dan anak buahnya untuk mengejar Aro ". jelas zheno.


Aro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah kepadatan jalan raya. hatinya sangat hancur dihianati oleh kakasih dan sahabatnya membuat ia benar-benar frustasi.


" Sialan, brensek , bajing*n kau endrick aaaaa ". maki Aro didalam mobil ia makin menaikan kecepatan mobilnya.


Terimakasih semuanya yang sudah berkenan mampir kecerita aku.🙏🙏


kalau kalian suka bisa like and coment ya 😘😘

__ADS_1


🥀🥀🥀🥀🥀🥀


__ADS_2