OM HANTU " Kamu Miliku "

OM HANTU " Kamu Miliku "
BAB 8


__ADS_3

" Dimana Aku? ". Aro memperhatikan Area sekitarnya. " Bukanya ini Tempat aku kecelakaan tadi ". Aro begitu heran karena ketika membuka matanya dia berada dikursi didepan salah satu toko yang berada dipinggir jalan tempat Aro kecelakaan tadi. " kenapa aku disini sendiri ? mereka tidak membawaku kerumah sakit ? lalu kanapa tubuhku tidak berasa sakit ? .


Aro terus bertanya-tanya, ia begitu heran melihat tubuhnya yang begitu sehat bahkan tidak ada luka sedikitpun " Aneh padahal tadi aku sempat mengira akan mati tapi ternyata aku baik-baik saja ". Mata Aro tertuju pada sebuah mobil mewah miliknya yang sedang diderek oleh petugas lalu lintas.


" Aku heran padahal mobilku sampai tidak berbentuk seperti itu tapi kenapa aku tidak terluka sedikitpun ". Aro bangkit dari duduknya ia meraba sakunya mancari ponsel untuk menghubungi Zam Supaya menjemputnya .


" Dimana ponselku, ahhh pasti terjatuh didalam mobil, dompetku juga tidak ada ". Aro melihat ada anak muda sedang bermain ponsel tidak jauh dari posisinya, Aro kemudian mendekati anak tersebut berniat meminjam ponsel.


" Permisi dek " . Hening tidak ada jawaban.


" Permisi dek, boleh saya pinjam HP-nya sebentar ". Bukanya menjawab Anak itu justru berdiri lalu meninggalkan Aro.


" Heyy.. Dasar tidak tau sopan santun, kalau tidak boleh bilang dong jangan langsung minggat gitu ". Maki Aro.


Aro berjalan menyusuri trotoar menuju rumahnya Untuk saat ini ia melupakan Sejenak rasa sakit hatinya yang ia pikirkan sekarang bagaimana caranya ia pulang.


" Dasar Bodoh kenapa tidak naik taksi saja kan bisa bayar nanti kalau sudah nyampe rumah ". Aro meruntuki kebodohannya sendiri.


Ketika melihat taksi melintas Aro melambaikan tanganya Supaya taksi berhenti .Tetapi hingga taksi yang kesekian kalinya tidak ada satupun yang berhenti hal itu tentu membuat Aro Frustasi apalagi ketika melihat seorang wanita yang begitu mudah mendapatkan taksi.


" Awas yah,, nanti kubeli perusahaan tempat kalian bekerja lalu kupecat kalian semua.. Dasar supir taksi sialan ". Teriak Aro.


" Saat aku yang menyetop tadi mata kalian mendadak Rabun tapi Giliran cewe bening aja, mata kalian langsung normal, Dasar sopir lucnut ". Aro terus mencaci maki sang sopir meskipun supir taksi itu sudah malajukan mobilnya.


Aro memutuskan untuk Duduk dikursi yang berada disekitar pinggir jalan, ia Berfikir Zam dan lainya pasti sebentar lagi menemukannya, karena tidak mungkin Zam berdiam diri hanya menunggu Aro pulang.


Sudah berjam-jam Aro menunggu Zam dan anak buahnya datang menjemputnya namun yang ditunggu tak kunjung datang juga. Kemudian mata Aro menangkap seseorang yang ia kenali sedang menyetop angkot, orang itu adalah salah satu pelayan dirumah keluarganya , Bukan dari wajah orang itu Aro mengenalinya namun dari seragam pelayanan yang orang itu pakai.

__ADS_1


" Dari seragamnya itu pasti pelayanan dirumah, lebih baik aku ikutu dia naik angkot ". Aro memutuskan menaiki Angkot dari pada harus menunggunya lebih lama lagi disini bisa jamuran tubuhnya.


" Bisa geser sedikit, aku juga mau duduk ". perintah Aro kesalah satu penumpang angkot namun tidak dihiraukan lagi-lagi membuat Aro kesal. terpaksa Aro duduk didekat pintu.


" Kau pelayan, Kenapa diam saja tidak menegurku sama sekali dan tidak menanyakan kondisiku. bahkan kau membiarkan aku seperti ini tidak membantuku mendapatkannya tempat duduk, pelayanan macam apa kau ini ". seperti biasa hening tidak ada jawaban.


" Ada apa dengan manusia-manusia ini, kenapa mereka mengacuhkanku semua ". Gerutu Aro frustasi


kenapa aku sial sekali. apa karena niat burukku ingin menghabisi Endrick aku jadi sial begini, Tapi Bukanya wajar jika aku Marah padanya. dia mengambil milikku aku tidak terima.


Aro melamun memikirkan nasib sialnya hari ini berniat memberi pelajaran untuk endrick Namun malah dirinya yang terkena musibah.


Setelah beberapa menit Angkot berhenti didepan komplek perumahan mewah, Aro dan pelayannya Turun dari angkot mereka berjalan kaki untuk menuju rumah. Sang pelayanan berjalan didepan Aro dengan santainya membuat Aro merasa tidak dihormati.


" Bahkan Kau berani mendahuluiku, seharusnya aku yang berjalan terlebih dahulu bukan kau ". Teriak Aro karena jarak mereka sekitar 2 meter.


Apa mereka masih dihotel, untuk apa coba mereka masih disana??.


Aro berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya ia ingin beristirahat saat ini untuk menenangkan hati dan pikirnya namun sebelum tidur Aro memutuskan untuk mandi terlebih dahulu


**************


Suasana didepan ruang UGD dipenuhi suara isak tangis yang berasal dari kerabat terdekat Aro. bahkan Endrick juga berada disitu , karena saat melihat berita televisi tentang kecelakaan yang menimpa Aro tanpa pikir panjang Ia langsung datang kerumah sakit, meskipun ia sempat diusir beberapa kali oleh yura mammy dari Aro tapi untungnya zheno bisa menenangkan sang istri.


" Kenapa dokter belum keluar juga dari UGD ini sudah hampir 2 jam mereka didalam ". Tanya yura disela Isak tangisnya.


" Sabar mam, lebih baik kita berdoa semoga tidak terjadi sesuatu dengan Aro ". Zheno terus menguatkan istrinya ia terus merangkul dan menggenggam tangan yura memberikan ketenangan.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter dan beberapa perawat keluar dari rung UGD dengan wajah sulit diartikan membuat orang-orang yang sedang duduk dikursi tunggu dengab reflek segera bangkit menghampiri Dokter.


" Dokter bagaimana kondisi putraku ? ". Tanya Zheno. Sebelum menjawab sang dokter menghela nafas panjang lalu menjelaskan kondisi Aro.


" Begini Tuan Nyonya, Tuan Aro mengalami benturan yang sangat keras dibagian kepala serta mengalami beberapa cidera serius dibagian tubuh lainya. Tuan Aro juga kehilangan banyak darah oleh karena itu kita membutuhkan transfusi darah, masalahnya golongan Darahnya termasuk langka yaitu AB- dan kami tidak memiliki stok darah tersebut disini ". Jelas Dokter tesebut.


" Apa diantara kalian tidak ada yang memiliki darah AB- ?? ". Tanya dokter yang dijawab gelengan kepala dari semua orang.


" Darah saya A+ sementara istriku B- , dikeluarga kami yang memiliki darah AB- hanya Ayah tapi ayah sudah meninggal ". Jawab Zheno dengan lesu.


" Pihak rumah sakit sedang mencoba mencari di PMi tapi belum mendapatkan yang cocok, saya sarankan pihak keluarga untuk menghubungi saudaranya siapa tahu ada yang memiliki golongan yang sama ". Saran dokter kemudian masuk kedalam ruang perawatan Kembali.


" Om tante saya permisi dulu, saya akan coba cari donor darah untuk Aro. Do'akan aku semoga cepat mendapatkan darah yang cocok ". Endrick berkata sambil berjongkok didepan Yura yang duduk dikursi.


" Tolong Dapatkan secepatnya ". Endrick menganggukan kepala dengan cepat ia bertekad melakukan apapun untuk menebus rasa bersalahnya.


" Baik tante aku akan berusaha dan sekali lagi maafkan aku ". Endrick bangkit lalu berjalan kearah pintu keluar.


" Aku juga akan ikut mencari donor siapa tahu orang-orangku ada yang memiliki golongan darah sama seperti Aro ". ucap Zam kemudian bergegas pergi dari rumah sakit.


🥀🥀🥀


Terimakasih semuanya yang sudah mau mampir 😘


semoga Kalian suka ya🙏🙏


JANGAN LUPA LIKE YAH 👍 COMENT JUGA BOLEH . BEBAS POKOKNYA 😁😁

__ADS_1


__ADS_2