
Setelah masalah sekolah ku selesai tiba-tiba lagi kesabaran ku di uji dengan aku harus di perhadapkan dengan sebuah keputusan, ketika aku SMA aku tinggal di asrama kadang hati q menangis karena stres berat ku yang hampir tak dapat ku hadapi, ketika jam tidur siang aku tak bisa istirahat karena pikiran ku melayang kemana-mana kadang air mata ku mengalir deras bersama tangis ku, aku masih begitu menderita karena di tinggal mamah dan papah untuk selamanya....hati ku begitu sakit sampai tak dapat ku ungkapkan sakitnya, tapi aku masih bisa bersukur karena suster pengasuh ku mampu mengerti kondisi ku saat itu, sabar ku betul-betul di uji saat seperti itu...tekanan hidup yang begitu kuat membuatku merasa sakit, hingga setelah 7 bulan aku tinggal di asrama aku pun memutuskan untuk keluar dang tinggal bersama kedua saudara ku, disitu lagi tekanan mulai berkecamuk lagi sebab tante tempat kami tinggal tidak memperlakukan kami dengan baik, sepertinya kami hanyalah beban baginya saat itu. Ketika aku sedang ulangan kenaikan kelas tak satupun nilai ku yang baik selain agama, aku sangat sedih sebab aku tak punya waku untuk belajar sebab selalu di bebani dengan pekerjaan yang tak ada habisnya, aku saat itu hanya bisa mengadu di goa Maria dekat dengan sekolah ku disana aku berdoa dengan begitu banyak aduan yang ku sampaikan pada Tuhan berharap Tuhan mendengar doa-doa ku, setelah swmuanya bisa ku lampiaskan aku pun mampu berangkat ke sekolah dengan damai dan penuh kesabaran, hingga pada akhirnya aku bisa juga naik kelas ke kelas 2 SMA dan masuk jurusan IPS...