
Selesai acara masak-masak itu aku pun pulang ke rumah, dan dalam keheningan malam aku termenung sendiri seakan aku tak tau kemana tujuan ku yang sebenarnya... hingga keesokan harinya kami ke sekolah untuk mengambil ijazah kami, waktu aku menerima ijazah ku sempat guru ku bertanya 'masuk sekolah mana' namun aku hanya menjawab 'tidak tahu' waktu itu, setelah itu kami pulang bersama dan di tengah perjalanan kami pun mengucapkan salam perpisahan. Sesampainya di rumah aku termenung sendiri sambil memasak mie instan kesukaan ku, dan di saat aku melamun tiba-tiba hp N. 1600 ku berdering lalu ku angkat eh...ternyata sepupu ku meminta ku tuk datang kerumah nenek ku sebentar, aku pun bergegas kesana dan yaaa.....ampun kepala ku seperti di sambar petir karena mereka memperkenalkan aku sama pacar bayangan ku yang tak pernah ku tahu bagai mana bentuk dan rupa wajahnya, sakin kagetnya hampir saja aku melompat dari tempat ku berdiri dan berlari menjauh, namun ku tahan dengan segenap kekuatan ku saat itu dan mencoba duduk dengan tenang sampai ku dapatkan alasan untuk pergi, kata sepupu ku "ini lo....yang sering teman mu sms-san, nah....karena kalian sudah bertemu silahkan mengobrol heheeeeeee!"
__ADS_1
aku hanya berpikir aku mau gomong apa ini dan aku hanya diam seribu bahasa, karena syok yang aku derita sebab tak ku sangka pacar bayangan yang aku pun tak pernah serius sampai nekat menemui ku sampai kesini, hanya dalam pikir ku apa ku putusin aja karena keluarga ku pasti tidak suka sebab aku pacaran itu beacstreet dengan dia sebab aku tidak pernah serius, kemudian aku berbicara dengan sepupu ku
__ADS_1
"oh ya kayanya ga ada yang mau ku omongin deh....aku kerumah sebentar dulu ya karena aku tadi sedang masak air di kompor, takut kompor ku meledak jadi....aku pulang dulu ya...." lalu dengan alasan itu aku pun pergi cepat-cepat sebab aku tidak mau berlama-lama ketemu orang itu, sesampainya aku dirumah aku pun berbaring di ranjang ku karwna merasa selamat dari masalah itu dan tidak lama kemudian terdengar pintu rumah ku terbuka sendiri dan ternyata....sepupu ku datang dengan membawa tasnya mengatakan kalau dia berangkat tapi yang membuat jantung ku hampir copot cowok itu malah ikut ke rumah ku, aku hanya bergumam dalam hati 'ya....ampun....kalau begini mampuslah aku....' lalu aku berbicara dengan sepupu ku "ya ampu Tika....kenapa juga kamu membawa orang itu kesini....", trus katanya "lo....itukan pacar mu Ra....yang ga kamu tahu wajahnya, gimana ganteng ga....menurut mu?" kata ku "huh....ini bukan masalah ganteng Tika tapi aku malas ketemu sebab aku ga serius tau...", lalu tika pun berkata "ya ampun...jadi selama ini kamu mempermain orang, ga boleh gitu Ra... dosa tau..." kata ku "ah aku ga peduli" dan kata Tika "begini saja kamu boleh ga suka tapi tolong kamu mengobrol sebentar dengan dia Ra...!" terus kata ku " ia...ia...", lalu aku pun menemui cowok itu ke ruang tamu yang sedang duduk bersama sahabat-sahabat ku dan kami pun mengobrol sebentar, saat mengobrol telinga ku sampe mendenging tidak mendengar apa yang cowok itu omongin saat itu, hanya beberapa pada awal pembicaraan saja aku mendengar dan cowok itu berkata "kamu tinggal sendiri ya disini?" aku pun menjawab "ia aku sendiri" lalu dia memberi pertanyaan lagi "rencana mu setelah ini kamu melanjut sekolah kemana?" aku pun menjawab "masih belum tahu" trus dia pun kayanya tahu kalau aku lagi syok dan dia memutuskan untuk berpamitan "ya sudah....kalau begitu aku pamit dulu ya sebab kasian mereka menunggu" lalu dia meraih tangan ku dan menuntun ku keluar rumah, aku hanya berkata "ia", setelah itu mereka pun pergi bersama dan melambaikan tangan pada ku. Setelah hari itu kami pun berpisah dan aku pun di jemput oleh kakak ku keesokan harinya tuk berangkat ke Palangkaraya, padahal sebenarnya aku tidak mau sekolah kesana karena aku mau masuk sekolah SMK jurusan pertanian namun apalah daya ku waktu itu...aku hanya bisa pasrah saja, di tengah perjalanan yang luar biasa dengan jarak tempuh yang sangat jauh aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu mengiringi setiap perjalan hidup ku dan saudara ku, waktu di jalan kakak ku sempat mengomel pada ku dan dia bertanya "kamu mau masuk sekolah dimana Ra?" kata ku "sebenarnya aku mau masuk ke SMK" katanya "oooo pantesan mereka tante meminta ku menjemput kamu, kalau kamu sekolah disitu kamu pasti bertemu dengan Troi nantinya terus....sekolah mu ga karuan terus....hancur dan ga jadi apa-apa sebab kamu hanya akan sibuk pacaran, pokoknya bagai mana pun caranya kamu akan kakak masukkan sekolah di palangkaraya" kata ku "apa....jadi kakak mengira aku pacaran sama Troi...., aku ga ada hubungan apa kak sama dia kami hanya berteman biasa....kalau kakak ga mau percaya sama penjelasan ku terserah yang pasti aku ga senang berangkat ke palangkaraya" kata kakak ku "ya....terserah kamu yang penting kamu jangan sampai lompat melarikan diri dari sepeda ini trus mati karena ga masuk sekolah di sekolah yang kamu pilih oky....!" aku pun hanya cemberut di tengah diam ku sambil mengerutu di dalam hati lalu tiba-tiba jalan di depan sungguh tidak bisa dilewati dan kami harus mendorong sepeda dengan jarak tempuh 1 pal kami mendorong sepeda di tengah lumpur dan pampai akhirnya sendal ku pun putus karena lengket di lumpur, aku pun sempat berkata ke kakak ku "ya ampun jalan begini sulit yang kita tempuh, kalau aku sampe cacat kamu harus tangung jawab", kata kakak ku "makanya jalan itu pelan-pelan..." dengan tergopoh-gopoh aku berjalan rasanya nafas ku sudah hanya tinggal sedikit karena kecapean melewati jalan berlumpur, aku sempat terduduk sejenak ketika sampai di ujung jalan berlumpur itu dan kata kakak ku "ayo naik lagi perjalanan kita masih jauk dek...." aku berusaha naik ke sepeda lalu kami pun melanjutkan perjalanan kami ke palangkaraya.
__ADS_1