Ombak Yang Tak Pernah Padam

Ombak Yang Tak Pernah Padam
Perjalanan yang melelahkan


__ADS_3

Perjalanan yang melelahkan itu cukup menguras energi dengan medan perjalanan yang luar biasa sekali, hingga beberapa jam berlalu kami berdua kakak ku merasakan ada yang aneh dengan sepeda yang kami tumpangi dan ternyata...ban sepeda kami bocor...hanya yang ada di dalam hati ku "Ya Tuhan ada apa lagi ini....aku sudah lelah dengan perjalanan ini, di tambah dengan bocor ban...tabahkan kami berdua dan beri kami kekuatan Tuhan...!", kami pun harus mendorong ban hingga hampir dua kilo meter jauhnya hingga kami menemukan sebuah perusahaan aspal di pinggir jalan itu lalu meminta bantuan pada orang di sana, dengan hati lega aku pun berdoa "Ya Tuhan bantu kami!" aku tak henti-hentinya berdoa pada Tuhan supaya selalu menyertai setiap perjalanan kami, kemudian kakak ku mengatakan pada ku "de sepeda kita tidak bisa di pakai jauh kata mereka karena mereka ga punya tambalan yang bagus, jadi kita nanti harus mendapat bengkel ban lagi supaya di perbaiki dengan betul atau menganti ban, kata mereka sekitar 30 menit perjalanan ada bengkel jadi kita harus sabar ya....moga aja bengkelnya buka de..." mendengar seperti itu aku merasa takut dan bergumam dalam hati meminta Tuhan menolong kami, tak lama setelah sepeda motor kami di perbaiki bapak-bapak yang menolong kami pun berpesan "hati-hati ya de....moga kalian bisa sampai ke bengkel dengan selamat, karena ban sepeda kalian susah di tambal sebab untuk nambalnya ga sesuai tadi itu untuk nambal ban mobil...!" kami pun mengucapkan terima kasih dan segera berangkat lagi mencari bengkel dan ternyata bukan 30 menit perjalanan melainkan 1 jam perjalanan kami baru menemukan bengkel...dan sepeda kami pun mengalami goncangan akibat bannya mulai kempes, sesampainya di bengkel kami pun dengan segera meminta tolong agar sepeda kami bisa segera di ganti saja bannya.


kata kakak ku "bang tolong ganti saja bannya karena perjalanan kami masih jauh takutnya ban kami malah ga kuat kalau cuma di tambal"

__ADS_1


kata abangnya "oooo ia mas tunggu bentar ya aku ganti dulu...!"


aku pun sempat bertanya pada kakak ku "kak berapa jam lagi kita bisa sampai ke palangkaraya?"

__ADS_1


dengan nada lelah kakak ku menjawab pertanyaan ku dan ketika sepeda kami selesai di perbaiki kami pun berangkat lagi dan ternyata kami bertemu dengan feri penyebrangan, lalu kami berdua naik feri tersebut dengan bayaran rp15.000 dan begitu terus hingga penyebrangan ke dua dan ke tiga dan ketika kami menyebran feri yang ketiga hari pun menunjukan bahwa hari sudah mulai gelap dan kata kakak ku "ga usah takut kita selamat sekarang karena sudah melewati tiga penyeberangan dan setelah ini kita akan singga mencari orang jualan helen ya...!" kata ku "ia kak..." dalam hati ku kok tau ya dia kalau aku takut. Kami pun terus melanjutkan perjalanan dan hingga dunia gelap gulita dan hanya menyisakan bunyi jangkrik dan setelah beberapa jam perjalanan kami bertemu warung yang menjual helem dan kami pun singgah dan membeli helem yang di pilih kakak ku berwarna merah jambu yang tak aku sukai, dengan wajah cemberut aku terpak memakai helem tersebut dan katanya "ini untuk sementara ya...nanti kakak belikab yang baru..." lalu kami pun berangkat dan tidak lama setelah itu aku melihat ada lampu yang menyala di kejauhan.


Kata kakak ku "itu jembatan de....di sana papah menemani aku memandang kota palangkaraya, setelah itu kita akan masuk ke kotanya...yah...dalam artian kita sampai..."

__ADS_1


kakak ku mengajak ku duduk di atas jembatan kahayan namanya, lalu sama-sama memandang kota palangkaraya dan tak lama kemudian kami memutuskan tuk berangkat lagi untuk mencuci sepeda kami singkat cerita setelah selesai kami pun langsung meluncur ke rumah tante ku, ketika sampai aku melihat jam yang menunjukan jam 20.30 WIB lalu dalam hatu ku "terima kami Tuhan!", aku pun segera membersihkan diri dan makan lalu beristirahat karena rasa lelah yang begitu sangat aku pun tak sangup untuk mengobrol....


__ADS_2