
Setelah jam istirahat di bagian pemasaran
Putri dan Ririn kembali ke meja kerja mereka masing-masing. Namun Putri masih tidak bisa berhenti memikirkan sosok pria yang dilihatnya saat jam istirahat tadi. Ririn yang melihat Putri seperti melamun itu memutuskan untuk menyapanya, kebetulan meja mereka hanya berseberangan.
“Halo, bumi kepada Putri…. Ada orangkah di sana?”, Ririn menyapa nya dengan menggeserkan kursi kerjanya.
“Ah! Apa? Kenapa?”, jawab Putri dengan nada terkejut
Ririn pun tertawa melihat sikap temannya itu sambil kembali ke meja kerjanya.
“Segitunya banget lo. Mikirin Viki yaaa?”, Ririn langsung menembak pembicaran dengan tatapan tajam ke arah Putri.
“EH?! Ya enggak dong. Ngapain mikirin dia? Emang siapa dia? Ganteng sih tapi…..”, Putri menjawab dengan gelisah namun suaranya perlahan menghilang di akhir kata-katanya.
“Hmmm… Ya.. Ya.. Gue kayaknya tau nih nada-nada penyangkalan gini”
“Engga, beneran deh Rin. Gue enggak suka sama dia”
“Lah? Bentar-bentar yang bilang suka barusan siapa? Gue enggak loh. Hahaha”
Wajah Putri pun memerah dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ririn. Tidak lama setelah pembicaraan itu mereka kembali bekerja dengan pekerjaan mereka masing-masing.
*****
Disaat Ririn memutuskan untuk berdiri sekedar meluruskan kakinya, sebuah suara terdengar dari kejauhan.
__ADS_1
“Rin, udah kelar?”, Suara yang terkesan berat ini berjalan mendekat
“Belom, palingan bentar-“, sebelum Ririn menyelesaikan pembicaraan nya dia sontak berteriak di karena kan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya dengan tiba-tiba.
“Woy! Siapa deh?! Iseng banget!!” Ririn pun berbalik dan mendapati sosok yang lumayan tinggi. Baju dengan jas yang sangat licin dan potongan rambut yang rapi juga.
“Hai, nih buat lo”, pria itu berkata bahkan bukan menjawab
“VIKI! Kenapa iseng banget deh. Engga bisa apa kasih secara normal? Muka sih boleh ganteng tapi kelakuan iseng.”
“Ya gimana ya? Gue udah terlahir kaya gini”
“Hih, terserah Vik. Suka-suka lo deh. Mana sini minumannya? Lo beli dua ga? AH! Pas banget kan ada 3 nih. Buat gue 2 dan 1 nya lo”, Ririn mengambil 2 kaleng jus dingin dari tangan Viki dan memberikan satu pada Putri.
“Oi Put! Hehehe… Nih, ada minuman dari Viki!”
“Iya. Ini orang nya”, Ririn pun bergeser ke arah kanan sedikit sehingga putri dapat dengan jelas melihat sosok yang dia pikirkan sejak istirahat tadi.
“Gue? Kenapa?” Viki menunjuk diri sendiri lalu melihat ke arah Ririn.
Putri pun memerah kembali pipinya teringat barusan dia berteriak dengan nama viki padahal dia jelas-jelas berdiri di dekatnya.
“Siapa Rin??”, Viki menunjuk ke arah Putri dengan raut muka bingung dan penasaran.
“Oia, kalian belum berkenalan kan ya??” Ririn menepuk kedua tangannya setelah menghabiskan jus dinginnya itu.
__ADS_1
“Viki, ini Putri. Dia anak magang yang baru 3 bulan join di bagian gue.”, Ririn mengarahkan tangannya ke Viki lalu ke putri.
“Putri, ini Viki. Dia seumuran gue dan kerja di bagian finance. Sudah setahun juga kerja disini sama kaya gue.” , sekarang Ririn mengarahkan tangannya ke Putri lalu ke Viki dengan senyuman nakal tipis nya
“Hai, gue Viki. Salam kenal ya, semoga kita bisa jadi temen ya. Tolong jagain Ririn karena kadang suka liar”, Viki mengulurkan tangannya ke arah Putri sambil tersenyum dan tertawa kecil.
“A… Ha.. Hai juga. Salam kenal gue putri. Engga.. Engga ko.. Ririn engga gitu. Dia banyak bantu-bantu gue”, Putri dengan perlahan mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Viki.
“Dasar, siapa yang lo bilang liar?”, Ririn memukul pundak Viki
“Udah ya, gue balik dulu. Rin, nanti kumpul dulu enggak pas pulang?”, Viki berkata sambil berjalan menjauh dari kedua wanita itu
“Ga ah, bosen sama lo mulu. Gue mau kencan sama yang lain.”, Ririn pun memeluk Putri sambil menjawab.
“Ok, hati-hati kalian pas pulang”, Viki pun menjauh memperlihatkan punggung bidangnya sambil melambaikan ke mereka berdua.
Setelah Viki menghilang dari pandangan kedua wanita itu, Putri pun terduduk termenung dengan memegang kaleng jus dingin yang didapatkan dari Viki. Dia seperti tidak percaya bisa bertemu dengan lelaki yang dia katakan ganteng itu di ruangan kerjanya.
“Pantesan... Lo biasa aja pas liat Viki… Ini alesannya”
“Hahaha iya. Habisnya enggak seru lah kalau gue langsung kasih tau semua, jadinya ya gue diem aja deh. Eh, tau nya dia yang kesini tiba-tiba”
“Sumpah… Ganteng banget dari dekat. Tinggi pula..”, Putri berbicara namun seperti berbisik
“Ha? Apaan? Ngomong apa barusan? Ga denger”
__ADS_1
“A.. Engga….”
*****