Pacar? Bukan... Temen? Bukan...

Pacar? Bukan... Temen? Bukan...
Gossip


__ADS_3

Jam pulang kantor pun tiba


“Ya Tuhan, akhirnya selesai juga hari ini, kenapa sangat terasa panjang.” Ririn berkata sambil merenggangkan badan nya yang sudah berdiri


“Enggak ko, perasaan Ririn aja karena gue ngerasa sangat cepet.” Putri menjawab sambil membereskan barang-barang nya


“Yes! Makan malam tiba! Ayo kita pergi ke restoran padang kesukaan ku, tidak terlalu jauh juga dari sini jadi kita jalan kaki aja ya”


“Oke deh kalau gtu. Ayo jalan sekarang, perut ku sudah sangat lapar”


Putri dan Ririn pun berjalan menuju tangga darurat untuk turun dari tempat kerja mereka. Lokasi bidang pemasaran berada di lantai 2 dari gedung bertingkat 5 ini. Sedangkan Viki berada di satu lantai atas mereka.


Perusahaan ini mempunyai 2 lift, namun saat jam pulang pasti akan sangat padat. Oleh karena itu beberapa karyawan memutuskan untuk turun lewat tangga darurat.


*****


Lantai 1


“Hai kalian. Udah mau kencan ya? Yang enggak ajak-ajak gue itu?” Suara familiar tiba-tiba terdengar saat sesampainya mereka di lantai 1. Dia pun berjalan bersama mereka sehingga Ririn berada di posisi tengah dan tinggi tubuh laki-laki ini membuat para perempuan itu terlihat lebih kecil


“Pasti Viki, enggak bosen apa lo liat gue mulu?” Jawab Ririn yang tidak menoleh ke arah Viki.

__ADS_1


“Em… Viki mau ikut? Gue enggak keberatan ko” Putri melihat ke arah Viki yang bisa langsung terlihat saat dia perlahan menolehkan wajahnya ke arah kiri sambil sedikit tersenyum.


Pada saat itu mungkin Putri bersyukur berteman dengan Ririn yang bisa mempertemukan kembali dengan Viki.


Viki pun langsung melihat ke arah Putri. “Gue cuman bercanda ko Put, karena gue tau pasti si Ririn bakal kesel”


“Oh gitu. Gue pikir beneran mau ikutan. Beneran enggak apa-apa ko”


“Ey, maksa bener lo Put ada apa nih??” Ririn menyenggol pundak putri dengan mengangkat-angkat alisnya dan tertawa kecil.


“A.. Apaan deh lo Rin! Ngajak doang kan enggak ada salahnya” Putri yang merasakan mukanya mulai memerah lagi langsung berjalan cepat menuju pintu utama perusahaan itu meninggalkan Viki dan Ririn di belakang.


“Kenapa Putri?” Tanya Viki sambil membuka kancing jas nya sembari berjalan.


Laki-laki itu pun dengan datarnya melambaikan tanggannya ke Ririn yang padahal tidak menoleh ke arah nya sedikit pun.


*****


Malam pun semakin larut, Putri dan Ririn akhirnya sampai di restoran padang yang bangunannya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil itu. Untuk sebuah restoran yang hanya berjarak 10 menit dengan berjalan kaki itu dan bagi mereka berdua pun itu sudah termasuk lumayan megah.


“Wah, udah lama gue ga makan nasi padang! Pilihan yang tepat deh ini” jawab Putri sambil berjalan masuk.

__ADS_1


“Iya kan, soalnya gue laper banget jadi kalau untuk keadaan gini makanan padang adalah pilihan yang paling terbaik”


Mereka berdua memutuskan duduk di dekat jendela dan sesaat setelah mereka duduk lauk-lauk pun mulai berdatangan dan diletakan di meja tengah antara mereka berdua. Tidak sabar untuk langsung menyantap lauk-lauk itu mereka pun langsung mengambil nasi yang juga telah disediakan.


Di menit-menit selanjutnya, keheningan pun terasa diantara mereka berdua dikarenakan lahapnya mereka menyantap makanan itu. Sampai akhirnya putri memecahkan itu dengan memulai pembicaraan.


“Ririn sama Viki itu pacaran ya?"


Ririn yang mendengar pertanyaan tiba-tiba itu tersentak hingga batuk dan langsung mengambil teh hangat lalu di minumnya. “Gila kali? Gue? Sama Viki? Gue udah punya pacar kali. Hahaha. Viki tuh temen kuliah gue dan ternyata setelah lulus ketemunya disini. Kenapa? Cemburu?”


“Enggak! Gue cuman penasaran aja sama statusnya”


“Tadi kenapa enggak nanya aja langsung pas ada orangnya? Tapi gue ingetin ya, Hati-hati sama dia itu. Dia itu tipe yang baik ke semua cewe bukan ke kita aja. Jadi dia baik ke lo belum tentu nanti dia akan suka sama lo"


“Oh gitu ya? Emang ada cerita apa?"


“Enggak ada cerita. Cuman ya emang dia itu terlalu baik dan perhatian. Bahkan dia juga gitu ke gue padahal dia tau kalau gue punya pacar. Hahaha”


“Gue penasaran sama dia jadi nya”


“Ya hati-hati aja deh pokonya. Ini bukan gossip ya, cuman mengingatkan temen. Gue enggak mau kalau lo nantinya yang akan terluka”

__ADS_1


*****


__ADS_2