Pacar? Bukan... Temen? Bukan...

Pacar? Bukan... Temen? Bukan...
Kantin


__ADS_3

Suatu hari yang panas di meja kantor bagian pemasaran.


Putri duduk termenung memikirkan apa yang semalam Ririn katakan bahwa dia harus hati-hati terhadap Viki. Ruangan itu terlihat sangat ramai , tetapi yang Putri dengar hanya suaranya sendiri di dalam benaknya. Sebenarnya apa yang harus Putri hindari? Viki itu sendiri? Kepribadiannya? Atau apa? Putri sama sekali tidak mengerti. Namun pikirannya menjadi pecah saat terdengar suara yang berkali-kali memanggil namanya itu.


“Put.. Put.. Woy Put.. PUTRI!” suara itu berhasil membuat Putri kembali dari pikirannya yang berbelit


“Iya!” iya pun menoleh ke asal dari suara itu.


“Oh, lo Rin. Ada apa?”


“Itu dari tadi lo di panggil tau sama pak Agus” Ririn menunjuk ke arah pak Agus yang sedang berdiri di dekat ruangan meeting.


“Thanks!”


Putri pun segera bangun dan berjalan cepat menuju pak Agus sambil membawa notepad dan pulpennya. Setelah hamper 5 menit berlalu, Putri pun kembali ke mejanya.


“Kenapa tuh pak Agus? Enggak keliatan marah sih tapi juga enggak senang ekspresinya. Makin tua itu makin sulit dibaca ya raut wajahnya? Hahaha” Ririn berkata sambil menggeserkan kursi nya ke dekat putri dengan ekspresi yang penasaran.


“Dia minta tolong ke gue buat beliin roti enak dan kopi dingin yang di kantin itu loh. Hari ini dia ulang tahun dan mau mentraktir kita katanya. Nanti temenin ya Rin”

__ADS_1


“Ulang tahun? Tanggal berapa sekarang?” Ririn berbicara sambil melihat kalender di meja Putri.


“Waduh! Bener lagi, sekarang kan tanggal 19! Wah kacau… Belum ada yang ucapin pula!”


Ririn pun segera berdiri dan memberitahu rekan-rekan nya di bagian itu bahwa hari ini adalah ulang tahun Pak Agus. Kurang lebih ada 10 karyawan di setiap bagiannya dan satu manager. Untuk bagian Putri dan Ririn, pak Agus lah manajer mereka. Beruntung saat Ririn melakukannya pak Agus sedang meeting di bagian keuangan bersama dengan manajer bidang lainnya.


*****


Jam istirahat


“Put! Ayo buruan! Gue minta anak-anak lain beli kue ulang tahun juga. Kacau baru inget, langsung serba dadakan deh.”


Ririn menarik lengan Putri hingga dia berdiri dari kursinya dan dengan sigapnya Putri mengambil dompet yang berada di meja kerjanya itu. Mereka pun langsung melesat ke tangga darurat, karena… Jam istirahat pun lift sangat mengantri. Mengapa budaya ini malas dengan tangga pikir Ririn.


“Rin! Lo ngantri bagian kopi deh. Ini duit yang dari pak Agus. Gue ngantri di bagian roti. Pasti bakal panjang soalnya kalau barengan. Mendingan pisah. Ketemu di pintu keluar ya kalau udah selesai” Putri langsung menyerahkan uang sambil mereka berjalan. Ririn pun menganggukan kepalanya tanda setuju dan berpisah dengannya.


Putri pun akhirnya berhasil mengantre di kios roti, namun sayang sekali antrian sudah lumayan panjang. Kemungkinan akan memakan waktu kurang lebih 10 menit untuk mencapai gilirannya. Pasti kalian penasaran mengapa roti ini sangat popular. 


Roti ini berbentuk bulat, tebal, empuk dan lembut. Kalian bisa memilih isian sesuai yang diinginkan, mereka menyediakan tuna pedas, potongan ayam dan daging dengan saus barbeque dan salad untuk vegetarian. Mungkin ingin dengan yang lebih simple seperti selai kacang, coklat, strawberry dan keju.

__ADS_1


“Putri kan?” Suara laki-laki perdengar dari belakang.


“Iya?”


Putri merasakan debaran jantung menjadi sangat cepat saat dia melihat sosok yang dikenalnya. Viki berdiri di belakangnya sambil sedikit membungkukkan badannya sehingga muka mereka berhadapan.


“Tuhkan bener. Gue jarang salah sih”


“Vi.. Viki.. Ngapain?”


“Beli makan siang lah. Ini antrian untuk roti enak itu kan”


“Iya.. Viki juga suka rotinya?”


Viki mengangguk sambil kembali berdiri tegak dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana nya. Dia berdiri layaknya seorang model yang sedang berpose. Putri yang melihat dan berpikir bahwa itu seksi langsung memalingkan wajahnya ke depan.


“Gue traktir”


“EH?! Enggak usah. Ini bukan buat gue, maksudnya iya buat gue.. Tapi bukan secara langsung”

__ADS_1


“Anggep saja sebagai perkenalan biar tambah deket. Gue traktir ya”


*****


__ADS_2