
Café
Hari pun mulai malam, karyawan café itu meletakan minuman dan makanan yang telah dipesan di hadapan mereka masing-masing. Ririn meminta satu menu untuk nya di pegang, mungkin berjaga jika dia merasa lapar setelah snack yang dipesannya. Setelah itu, dia mengambil handphone nya dari tas yang berada di sebelah kanan nya. Dia melakukan tatap-tatapan mata sekilas dengan putri yang duduk di depannya sebelum memainkan handphone nya
“Jadi… Gimana lo sekarang Vik? Udah punya pacar?” Ririn membuka pembicaran sambil memainkan handphone.
“Viki single??” tanya Putri sambil menoleh ke arah Viki yang duduk disamping kiri nya.
“Iya. Kenapa?”
“Ah enggak, cuman sedikit penasaran. Maksud gue, kan lo ganteng nih masa enggak ada cewek yang suka sama lo?
“Hmmm… Ada.”
“Trus, trus? Kok enggak pacaran?”
“Emang kalau sama-sama suka harus pacaran ya?”
Kata-kata Viki seakan menaruh bom di tengah-tengah percakapan yang sedang berjalan. Mereka pun terdiam seketika lalu kembali menyantap makanan dan minuman di hadapannya. Ririn menghela napas mendengar perkataan Viki .
“Kebangetan ya lo, udah berapa lama kita temenan masih aja gini”
“Emang kenapa deh?”
“Kalau sama-sama suka tuh ya pacaran tau. Biar enggak di ambil cewe jahat alias pelakor! Hahaha”
__ADS_1
“Itu kan tergantung cowoknya sendiri juga menurut gue. Kalau dia suka beneran sama cewe itu dari awal, mana mau di deketin sama cewek lain?”
Percakapan mengenai pacar pun memanas dengan perdebatan antara Viki dan Ririn. Sementara di sisi lain Putri hanya bisa melihat mereka berdua saja, karena baginya duduk bersebelahan dengan Viki sudah menjadi kejadian yang langka dan mendebarkan. Bunyi ringtone handphone Ririn terdengar di meja mereka. Dia pun mengangkat telepon tersebut lalu bersegera berdiri meninggalkan
Putri dan Viki berdua tanpa satu kata pun.
*****
5 menit berlalu Ririn belum juga kembali, Putri yang sudah mulai salah tingkah karena tidak tau harus membahas apa dengan Viki pun menguras otak untuk memulai pembicaraan.
“Viki dulu kuliah dimana?”
“Di Jakarta”
“Eh… Iya sih bener.. Maksud nya nama universitas nya apa?
“Itu kan di Jogja ya? Berarti sempat tinggal disana dong? Ambil jurusan apa?”
“Iya, Akuntansi”
Lagi-lagi Putri kehabisan topik untuk berbicara dengan Viki. Bagaimana tidak, Viki hanya menjawab semua pertanyaan tanpa bertanya balik. Entah bagaimana Putri masih bisa mentoleransi sikap Viki yang seperti ini, mungkin ini adalah kekuatan jika kita suka dengan seseorang.
Di saat Putri hendak berdiri ingin melihat dekorasi sekitar tempat itu, suara Ririn pun akhirnya terdengar. Putri pun membalikan badannya dan melihat Ririn dengan sosok laki-laki berjalan di sampingnya.
“Put! Sini! Ada yang mau gue kenalin ke lo”
__ADS_1
Viki yang juga ikut menoleh ke belakang itu langsung berdiri saat melihat laki-laki dan bersalaman seperti sudah lama kenal dengannya. Mereka pun bercakap-cakap dengan segera dan Viki menunjukkan raut muka yang belum pernah dilihat oleh Putri. Bahkan dia pun kaget dengan “cerewet” Nya Viki dengan laki-laki ini.
“Ini Put, baru pacar gue! Kenalin nama nya Hasan” dengan bangga Ririn memperkenalkan laki-laki yang disebut pacarnya itu ke Putri.
Laki-laki itu mengeluarkan tangan kanan nya untuk berjabatan dengan Putri yang sudah berdiri di depan nya dengan senyuman lebar bahkan matanya pun terlihat ikut tersenyum.
“Hai! Kenalin gue Hasan, pacaran nya Ririn. Gue kerja di perusahaan TEON “
“Ah iya, gue Putri temen nya Ririn di kantor. Salam kenal juga ya”
“Sekarang percaya kan kalau gue udah punya pacar dan Viki itu cuman temen?” Ririn melihat ke arah putri sambil tersenyum. Viki pun juga ikut melihat ke arah putri dengan tatapan heran kenapa namanya disebut
“Ehh?? Bukan kenapa-kenapa ko” Putri yang kaget dengan ucapan Ririn pun segera kembali ke kursi nya dan meminum, minuman nya.
Hasan yang baru saja sampai langsung melihat menu yang diberikan oleh Ririn. Wajah Ririn terlihat sangat senang dan gembira bersama dengan pacar nya itu. Viki pun mulai berbicara dengan hasan yang juga dengan nada senang. Takut dengan perasaan terasingkan oleh Viki dan Ririn, Putri pun akhirnya mulai berbicara.
“Jadi kalian sudah berapa lama berpacaran?”
.
.
Hasan, pacar Ririn ini mempunyai senyuman yang manis sehingga membuat mata nya pun ikut tersenyum. Rambut nya berwarna hitam dan sedikit berantakan walaupun sudah menggunakan gel. Tidak seperti umum nya, ia mempunyai mata berwarna coklat tua. Dia mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan Viki. Ramah adalah pilihan kata-kata yang cocok. Dia dan Viki mempunya perbedaan namun pertemanan mereka layak nya seperti saudara. Satu-satu nya persamaan mereka adalah bidang yang diambil dalam pekerjaan yaitu bagian keuangan. Nama perusahaan tempat dia bekerja adalah TEON yang berjarak satu jam dari Robu. Saat bekerja, dia lebih memilih menggunakan dalaman kaos putih dan luaran kemeja tanpa di kancing.
.
__ADS_1
.
*****