
Dan entah kenapa aku sudah berjalan mendekati kak yohan, lalu dengan cepat ia menarik tanganku dan saat itu juga ia sudah mencium bibirku, aku sangat kaget dengan sikap kak yohan yang sangat tiba tiba ini, kenapa kak yohan main nyosor gini sih, tapi anehnya aku diam saja saat kak yohan sudah menciumku, dan sekarang kak yohan sudah mulai ******* bibirku perlahan, aku pun mulai membuka mulutku sedikit membiarkan kak yohan dengan leluasa ******* habis bibirku,
Kak yohan sangat lembut,dia melakukannya perlahan dan penuh perasaan , aku menjadi luluh karenanya.
beberapa menit berlalu, kak yohan masih belum melepaskan ciumannya, dan sepertinya aku sudah kehabisan nafas.
dan tanpa sadar aku sudah mendorong kak yohan.
Kak yohan tersenyum dan memelukku, perasaan tenang mulai menyelimutiku, hangat dan damai.
dulu kita juga sering melakukan hal seperti ini,bahkan kak yohan sangat antusias saat mengajariku cara berciuman yang benar.
" Kau menjadi sangat pintar sekarang " katanya yang masih saja memelukku.
" tentu saja, karena aku sudah menjadi mahir dalam berciuman " jawabku, aku sengaja mengatakannya karena aku ingin dia tau kalau aku baik baik saja setelah dirinya pergi.
" jadi.. berapa pria yang sudah berani menciummu ? " tanya kak yohan, dan aku hanya tersenyum mengejeknya.
" aku sudah punya pacar.. jadi kau jangan coba coba menggangguku " jawabku, haha dan itu bukan jawaban dari pertanyaannya.
" jangan bilang kau semakin nakal setelah aku pergi "
__ADS_1
" hahaha... aku masih sama seperti yang dulu, yang tidak suka di perbudak, aku anti kekerasan " jawabku, dan aku mencoba mengingatkan kak yohan akan diriku dimasa Sekolah dulu.
" hahaha... aku ingat, Tania.. dia harus berhenti sekolah karena kau sangat berani padanya..."
kak yohan tertawa, dan sepertinya dia ingat bagaimana aku balas dendam karena harus terus diperbudak oleh kak tania sialan itu. aku pun ikut tertawa bersama kak yohan.
kak yohan memberiku minuman , dan dia berdiri di sampingku..
" kau benar benar sudah punya pacar?" tanya kak yohan, dan ku jawab dengan sebuah anggukan.
" Kalau kau bosan dengan pacarmu , kau bisa datang padaku " kata kak yohan, dan aku tertawa karenanya.
" itu tidak lucu hazel, aku serius... aku masih saja memikirkanmu selama aku di London "
" aku sangat sibuk hazel " ucapnya pelan
" ya .. aku tau itu.." jawabku ketus, dan aku sudah malas untuk membahas masalalu yang indah itu.
Aku sudah bersiap untuk pergi, dan disana aku bisa melihat hannah dan juga daniel yang masih duduk di ruang tamu.
" hannah.. gue pulang duluan " kataku
__ADS_1
dan hannah sudah berdiri dengan cepat meraih tasnya.
" sayang , aku pulang duluan oke... "
dan hannah mencium bibir daniel di hadapan kak yohan,
emang dasar ni cewek , gak tau sikon banget.
" Hazel.. gue ikut.." teriak hannah yang sudah berlari mengikutiku.
" Ya Tuhan.. rumahnya kerren banget, dan jamuannya mantap abiss... kayaknya gue bakalan sering main kesana.. karena dia sepupu daniel " kata hannah sambil berjalan dengan anggunnya.
" lo yakin , daniel bakal kerumah kak yohan setiap hari..?" tanyaku, dan dengan mudahnya aku mematahkan semangat sahabatku.
" iih.. elo apaan sih.. pastilah dia sering kesana, lagian deket juga.."
" gue sama si daniel tetangga, dan gue tau jarak apartemen gue kerumah elo ini.."
" tapi kan bisa aja tiap hari dia kesini karena pengen ketemu gue " katanya lagi, dan gak terima dengan perkataan gue.. hahaha jangan sok polos ... gue tau pacar elo gak cuman daniel doang.
" entahlah.. gue cabut.. capek banget " kataku dan langsung berjalan menuju mobil.
__ADS_1
" hazel.. tunggu.. gue belum tanya apa hubungan elo saja kak yohan.." kata hannah lagi, dan aku memilih tetap masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan hannah di depan rumahnya.