Pacar Sahabatku

Pacar Sahabatku
02


__ADS_3

Pov Hazell


Sumpah kepala gue sakit banget, semua ini gara gara si ramon yang dengan teganya mutusin gue, cowok *** itu memang nyebellin banget.. Gue cuman gak mau di tidurin doang aja pakek acara mutusin gue, aah.. Sialan banget kan? Dia pikir gue cewek apaan? Meskipun orang orang bilang gue itu cewek murahan tapi demi Tuhan demi samber gledek dan para demi apapun itu, gue masih perawan, ya.. GUE MASIH PERAWAN gila gak tuh.


Mungkin mereka berfikir aku cewek gak bener, tapi sumpah aku masih menjaga mahkotaku sampai detik ini, makanya semua cowok mutusin aku yaa. Karena ini.. Karena aku gak pernah mau di ajak tidur, meskipun berbagai seni ciuman sudah pernah kulakukan, tapi untuk menodai diriku sendiri, TIDAK.


Kepala gue semakin pusing gara gara mobil ini gerak gerak, awalnya gue pikir jalanan rusak tapi mata gue udah hampir keluar gara gara ngeliat hannah yang sedang bergulat dengan daniel tepat di hadapan gue..


Whaat...?? Mereka ngapain..?


Wooy.. Sadar.. Ada manusia di belakang kalian.. *** banget mereka ini..


aku jadi panik karena berada di posisi yang sangat menegangkan.


Aku hanya bisa membuka mataku separuh antara penasaran dan juga takut ketahuan, untuk beberapa menit saja aku harus diam.

__ADS_1


Dan akhirnya aku mendengar erangan keduanya, sepertinya mereka sudah selesai.


" tisu kamu dimana sayang? " tanya hannah, sedangkan aku masih pura pura tidur.


" di belakang " jawab daniel dengan suara yang masih terengah engah. Sialan cowok itu. Dan kulihat hannah berdiri sambil meraih tissu yang berada tepat di atas kepalaku.


Lalu kulihat hannah mengelap bersih miss nya, dan lalu mencium daniel lagi sebelum keluar.


" Dadah sayang.. Sampai jumpa besok "


Aku masih pura pura tidur sepanjang perjalanan, dan entah kenapa aku merasa gerah setelah melihat mereka melakukannya di dalam mobil, aaah sialan... Mereka memancing nafsuku.


Tak lama kemudian mobil berhenti tepat di parkiran gudung apartemenku, Aku dan daniel memang bertetangga, aku berada di ruang 1220 sedangkan daniel mungkin di ruang 1223 atau 1224, gue gak paham. Kudengar daniel sudah membuka pintu mobilnya, lalu dia membuka pintu mobil belakang yang memang ada aku disana.


" aah.. Ini untuk yang kesekian kalinya gue gendong elo ke apartemen elo " katanya, dan ya aku sangay sadar semua itu, karena hannah selalu nelpon daniel kalo gue lagi mabok.

__ADS_1


Daniel sudah menggendongku, dan gue berharap berat badan ini tak naik,


" gila.. Makin berat aja ni cewek, makan apa sih ni cewek " umpatnya, dan sumpah rasanya gue pengen banget nabok ni cowok, tapi gue masih mikir karena dia sudah membantuku.


Dan akhirnya dia sudah sampai di depan apartemenku, lalu dengan lincahnya dia menekan pascode apartemenku, dan gue baru sadar ada orang lain yang tau pascode kamar gue.


Masih dengan pura pura tidur, gue ngerasain ada yang aneh saat dia menggendong gue, setelah lama berfikir.. Gue baru sadar kalau sejak tadi tangannya tepat berada di payudara gue men, sumpah.. Gue gak sadar sejak tadi tangannya sedang meremas payudara gue.


Sebenarnya gue pengen teriak, tapi gue tahan karena gue takut dia akan sadar kalo gue sedang pura pura tidur.


Sampai di kamar dia melempar ku begitu saja ke kasur, dan lalu dia juga ikut merebahkan tubuhnya di kasurku,


" gila.. Berat banget.. Kayaknya tenaga gue habis gara2 tadi gituan sama hannah " katanya.


Idih.. Penjahat kelamin

__ADS_1


__ADS_2