
" Itu percobaan pembunuhan kan? aku tau itu, dari saking tidak sukanya kau padaku , kau mencoba membunuhku dengan cara membekap mulutku, dasar cowok sialan pelit ekspresi! gue sumpahin elo jatuh cinta dan terpuntil puntil sama gue, biar elo tau rasanya sakit hati kayak gue ini, "
eh tunggu, aku bilang apa barusan? haha jatuh cinta padaku? jangan ngarep.. sepertinya tidak mungkin dia jatuh cinta, malah sepertinya aku yang akan jatuh cinta padanya yang setiap hari selalu mendapat masalah dengannya, tapi kali ini.. tumben banget dia baik hati dan mengalah begitu saja, harusnya kita berdebat san bertengkar seperti biasanya, tapi sepertinya sekarang dia sedikit lebih mempercepat .
Dan setelah usai kelasku hari ini, aku berjalan menuju mobilku dan tak ku sangka aku harus bertemu dengan Ramon lagi.
" Hazel... Apa kabar..?" sapa ramon
iiieeuuh.. Baru lusa kali lu pamerin pacar baru elo, sekarang malah nanyak kabar gue.
" seperti elo lihat, gue baik.baik saja tanpa ada elo " jawabku sambil membuka pintu mobilku.
" Hazel, tunggu... aku mau tau alasanmu menolak melakukan itu bersamaku, "
what..? dia meminta alasan setelah penolakan itu? enggak ..itu sudah gak penting lagi.
__ADS_1
" Hazel.. aku tau.. kamu serius kan pacaran sama aku? dan kita juga sudah sangat intim meskipun kau terus saja menolak untuk tidur denganku, aku hanya ingin... sebuah penjelasan " katanya lagi.
ya.. aku serius denganmu, bahkan amat sangat serius, bagaimana mungkin aku dengan murahannya membiarkan kau mencium dan meremas payudaraku begitu saja tanpa alasan kalau aku juga sangat menyukaimu, aku hanya tidak ingin melakukan **** itu saja.. aku belum siap.
" Itu sudah tidak penting lagi ramon, kau sudah memutuskan aku jadi semua ini sudah berakhir, dan jangan pernah bertanya apapun lagi tentangku oke.."
Dan yap.. aku sudah menutup pintu mobilku , dan aku masih saja deg degan saat harus bicara dengannya..
aah ramon.. aku sangat kecewa padamu yang memutuskan aku begitu saja karena hal sepele, padahal kau menang banyak selama pacaran denganku,
Aku sudah mengikuti saran hannah yang menyuruhku menunggu di luar sana, dan dia juga mengajak aku untuk jalan jalan sekitaran rumah tetangga barunya itu,
dan aku tau pasti rumah ini dulunya memang pemilik seorang pengusaha, dan mereka hanya akan tinggal beberapa bulan saja lalu meninggalkannya lagi, orang kaya mah bebas.
" Ya ampun hazel, elo masih pakek baju beginian?"
__ADS_1
hannah kaget karena aku masih memakai baju yang aku pakai ke kampus tadi.
" hazel, lo jangan norak okey.. elo bukan anak orang melarat " katanya lagi.
hmmm.. gue memang bukan anak orang miskin, tapi gue gak suka hidup mewah kayak elo.
" udahlah santai.. cuman penasaran doang kok.." jawabku, dan hannah hanya manyun begitu saja.
meskipun sudah punya pacar setampan daniel, sepertinya hannah selalu merasa tidak cukup, entah kenapa dia masih saja jelalatan ketika ada cowok ganteng baru lagi.
" gue gak tau kalo tetangga gue ini punya anak seganteng itu " katanya yang sibuk memperhatikan rumah besar ini, seperti seorang penguntit . dan kali ini kita benar benar menjadi seorang penguntit.
dan seketika aku kaget saat tiba tiba seorang pria sudah berdehem di belakang kami.
" ehem.."
__ADS_1
Aku langsung berbalik berengan dengan hannah, dan betapa kagetnya aku melihat Daniel bersama seorang pria tampan di sampingnya.