
Hazel memaksa membuka matanya, badannya terasa sangat berat, seperti ada sesuatu sedang menindih tubuhnya, kepalanya juga masih sedikit sakit mungkin karena aksi patah hatinya semalam, Hazel merasa sesuatu bergerak di bagian dadanya,
Tunggu.. Apa ini..? Kok kayaknya ada yang gerak..
Batin hazel saat merasa aneh dengan tubuhnya, dan benar saja saat kesadaran hazel pulih seutuhnya jantungnya seperti sudah berhenti berdetak karena melihatnya.
Bagaimana hazel tidak shock saat melihat kepala seorang pria sedang menyusup di antara kedua buah dadanya, bahkan seakan sangat nyenyak tidur karena merasa empuk mungkin, pria itu tidur tepat di gundukan kembar miliknya.
Dengan cepat hazel mendorong pria ini hingga tubuhnya terpental jatuh dari ranjangnya.
" bugh..!! "
Pria itu terjatuh dengan sangat mulus kelantai, sedangkan hazel menutup mulutnya karena merasa bersalah, hazel sangat yakin itu pasti sakit sekali.
" Aduhh "
seru pria itu sambil memegagi punggungnya yang jelas sangat sakit, hazel gak sengaja mendorongnya dengan sangat kuat.
Daniel bangun lalu menatap sinis kearah hazel yang kini sudah merasa sangat bersalah.
__ADS_1
" Dasar cewek gak tau terima kasih " kata daniel setelah kesadarannya juga pulih, dia juga tak sadar kenapa bisa tertidur se ranjang dengan wanita pembawa masalah ini, sepertinya dia merasa sangat kelelahan setelah pergulatannya dengan hannah semalam hingga membuatnya sangat mengantuk.
" elo cari kesempatan kan.. " tuduh hazel, daniel mengerutkan dahinya karena tak paham dengan ucapan hazel barusan.
" maksud lo..? " tanya daniel, karena memang tak paham dengan perkataan hazel.
" elo cari kesempatan saat gue mabuk kan..? Emangnya elo gak puas apa semalem udah gituan sama hannah, ? " kata hazel lagi, bahkan hazel mengungkit kejadian semalam saat di dalam mobil.
" what..? Tunggu.. Elo tau gue gituan semalam? " tanya daniel,
Berarti ni cewek sadar kalo gue ngelakuin di mobil sama hannah, dan dia pura pura pingsan saat gue gendong dia sampek ke apartemen. Shit..!
" elo ngerjain gue..? " tanya daniel, dan kali ini ekpresinya sangat menyeramkan, bahkan hazel tak bisa menjawab karena merasa takut dan tak enak hati, hazel hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" bener bener nih cewek, gue udah berkali kali gendong elo sampek sini berarti selama ini elo pura pura mabuk kan..? "
Kali ini daniel menyimpulkan kalau hazel memang pura pura mabuk selama ini.
" enggak kok.. Sumpah.!! Gue cuman sekali pas sadar, hanya semalem itu doang.. Lagian semua itu gara gara kalian begituan di mobil, masa iya sih gue mau ganggu pas kalian lagi enak enaknya.. " jawab hazel santai.
__ADS_1
Daniel mengusap wajahnya dengan kasar, ada perasaan marah dan juga malu sama hazel , wanita pembuat masalah ini pasti sudah melihat sangat jelas kejadian semalam.
" denger yah... Kalo elo mabuk lagi, gue akan pernah mau jemput elo lagi " kata daniel yang kini sudah berjalan keluar dari kamar hazel.
" siapa juga yang minta jemput sama elo " lirih hazel sambil memajukan mulutnya, tanpa hazel sadar daniel mendengar ucapan hazel barusan.
Daniel langsung berbalik dan kembali dengan wajah garangnya, hazel yang melihat langsung berdiri karena merasa terancam dengan tatapan daniel yang sangat menakutkan.
" apa lo bilang? "
Daniel sudah memasang wajah garangnya.
" kalau bukan karena elo sahabat hannah, gue gak sudi ngelakuin semua ini " perkataan daniel sangat menusuk hati, tentu saja daniel sangat kesal karena hazel memang tak tau terima kasih..
" gue.. Gue.. " hazel terbata bata, tak tau apalagi yang harus ia katakan.
" terakhir... Terakhir gue jemput elo di klub malam, meskipun hannah nelpon sampek nangis darah gue tetep gak akan pernah bantu elo lagi, gue gak akan peduli... " kata daniel penuh penekanan. Dan lalu ia pergi meninggalkan hazel yang masih berdiri di atas ranjangnya.
Tubuh hazel terasa sangat lemas karena merasa sangat tegang, dia tak percaya pacar sahabatnya ini sangat kejam.
__ADS_1