
Brianpu kaluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang telah di siapkan oleh Ibunya, setelah beres semuanya Brian keluar dari kamarnya untuk menemui Erik, Brian membuka pintu kamar Erik, Erikpun tidak ada dan ternyata Erik sudah menunggunya di depan Rumah
Brian : paman tadi aku ke kamarmu ternyata paman sudah ada di sini (duduk di samping paman di teras rumah)
Erik : ayo kita berangkat, mungkin Ibumu sudah sampai di pemakaman
Erik dan Brianpun masuk ke dalam mobil, Erik menyetir mobil dan Brian duduk di samping nya dengan asik memainkan HP
Erik : jangan memakai HP terlalu dekat heyy, nanti matamu rusak (melihat kilas Brian)
Brian : iya maaf paman (melihat Erik tersenyum)
Erik : simpan saja HP nya paman mau bicara tentang paman waktu kecil
selama di perjalanan Brian dan Erik berbicara hall yang menarik dan tertawa terbahak bahak, tidak lama kemudian mereka sampai di pemakaman, Ayah dan Ibu Brian sudah berada di pemakaman dan menunggu kedatangan kami, Brian dan Erik turun dari mobil dan menghampirinya
Ayuni : ahirnya kalian sudah datang, ayo kita ke makamnya Vareel
Merekapun berjalan bersama, Brian membawa bunga dan Erik merangkul punggung Brian sambil berjalam, tiba tiba Brian memberikan bunga ke tangan Erik dan menangis sambil memegang batu nisan Makam Vareel
Brian : maaf kak seharusnya pada saat itu, aku tidak menyuruh kaka membeli makanan keluar (menangis)
Ibu Brian duduk dan memeluk Brian untuk menenangkan Brian, sedakan Bernart dan Erik duduk menghadap makam Vareel
Ayuni : kamu jangan sedih Brian, Vareel tidak ingin melihatmu sedih (menyeka air mata Brian)
Bernart : kita sekarang berdoa agar Vareel tenang di alam sana
Ayah Brian memimpin Doa
-
-
-
setelah selesai berdoa Erik mendekati batu nisan Brian dan memegangnya
Erik : Vareel kamu yang tenang di alam sana, aku janji akan jaga Brian sebisaku
Brian mengingat semua kenangan bersama Vareel, Brian memeluk erat ibunya sambil menangis
Bernart : jangan terus menangis Brian, sekarang kita pulang, mungkin Vareel sekarang sangat bahagia karena kita telah menjenguknya kemari
Mereka pergi dari pemakaman dan masuk ke dalam mobil, di perjalanan Erik melihat wajah Brian begitu sangat sedih
Erik : jangan sedih terus Brian, Vareel tidak ingin kamu sedih, kita akan ikut mengantar Ayah dan Ibumu ke bandara
Brian : iya paman, tapi kita pulang dulu kan? aku ingin ganti pakaian
Erik : iya kita pulang dulu ke rumah
Sesampai di rumah Erik da Brian turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumahnya
Brian : Ayah tunggu, Brian ganti pakaian dulu (lari kecil ke kamarnya menaiki tangga)
Setelah selesai Brian menuruni tangga sambil memakai jaket
Bernart : ayo sekarang kita berangkat (membawa koper)
Brian : apa sudah pamit belum Ayah dan Ibu ke bi Susi
Ayuni : sudah tadi pas bi Susi lagi bersih bersih, ayo kita berangkat (menggandeng tangan Brian)
Kamipun pergi melesat meninggalkan rumah untuk pergi ke Bandara dengan menaiki satu mobil dan Erik mengemudikan mobil
sesampai di bandara kamipun turun dari mobil dan Ibuku mengajak kami makan, kamipu duduk di sebuah kursi, kamipun menikmatinya bersama sama. setelah beres makan kebetulan pemberangkatan pesawat sudah siap, Ibu dan ayah memelukku
Ayuni : ibu pergi dulu ya, kamu baik baik di sini (meneteskan air matanya)
Brian : iya bu, ibu jangan sedih Brian dengan paman Erik akan Baik baik saja (menyeka air mata Ayuni)
Bernart : Rik kami pergi dulu ya, aku titip Brian (menepuk bahu Erik perlahan)
Eri : oke kalian tenang saja, jangan khawatir (menepuk kembali bahu Bernart)
merekapun pergi melaibaikan tangan sedangkan Erik merangkul Brian, setelah pesawat pergi meluncur Erik dan Brian pergi menuju parkiran lalu pulang ke rumah, sesampai di rumah Brian dan Erik turun dari mobil
Brian : paman aku pergi sebentar, aku mau menemui teman teman di basecamp
Erik: yasudah hati hati, paman akan tidur paman lelah
__ADS_1
Brian manaiki motornya dan pergi melesat meninggalka rumah, sesampai di basecamp Brian di sambut oleh rekannya, Brianpun membuka Helmnya dan turun dari motor
Brian : maaf teman teman gwe baru datang, gwe habis dari makam Vareel dan mengantarkan bokap sama nyokap ke bandara mereka pergi lagi ke luar negeri
Fredi : oh iyaa ga papa, duduklah akan ku siapkan minum untukmu
Gery : Brian, apa kita punya rencana untuk menyerang TIGER BLOODS ?
Brian : tenanglah, nanti akan ku urus bersama Kelvin, mulai dari sekarang WOLF NIGHT bersaudara dengan BROTHER WOLF kita memiliki banyak kekuatan
Gery : oke, kita sudah menganggap Kelvin dan rekannya menjadi keluarga besar Geng kita
Fredi datang membawa minuman untuk Brian, sedangkan Roni membawa makanan untuk Brian dan rekannya
Tiba tiba HP Brian berdering lalu Brian mengangkatnya
●panggilan terhubung●
Brian : hallo dengan siapa ini?
Alvaro : ini gwe Alvaro, Kelvin habis di gebugin lagi sama komplotan si Helen dan Aksa
Brian : apa... (terkejut) Kelvin sekarang lagi ada sama loe?
Alvaro : ini gwe lagi di rumah sakit, kelvin lagi di ruang UGD
Brian : oke sekarang gwe ke sana
Fredi : adap apa? (bingung)
Brian : Kelvin di gebugin lagi sama komplotan si Helen dan Aksa, gwe ke rumah sakit dulu kalian jaga jaga di sini, biar gwe bersama Fredi pergi ke rumah sakit
Fredi : bajingan... (mengepalkan tangan) Gery lo dan Roni jaga jaga di sini sama yang lain
Brian dan Fredi maniki motornya masing masing dan melesat pergi, di saat Brian pergi meninggalkan basecamp, Tidak lama Brian dan Fredi melesat pergi, Feli datang ke basecamp dan menanyakan Brian
Feli : dimana Brian? (melihat kiri kanan)
Gery : Brian pergi ke rumah sakit Fel, Kelvin masuk rumah sakit dia di gebugin lagi sama komplotan Helen dan Aksa
Feli ; apa??? (terkejut) antarkan aku ke rumah sakit, aku tidak membawa kendaraan
Feli : iya ga papa ayo Ron kita pergi sekarang
sesampai di rumah sakit Brian dan Fredi pergi ke ruang UGD dan situ ada Alvaro dan rekannya
Alvaro : ahirnya loe datang Brian (berdiri dari kursi)
Brian : gimana keadaannya? apa sudah dapat informasi dari dokter?
Alvaro : belum ada, dokter masih menanganinya
Brian : loe tenang saja, Gwe dan yang lainnya akan membantu Kelvin
Alvaro : thanks Brian (menepuk bahu Brian perlahan)
Dokterpun keluar dari ruangan UGD, Brian menghampirinya
Brian : apa teman saya baik baik saja Dok?
Dokter : teman kamu perlu di rawat, ada luka serius di bagian kepalanya, kalian bisa melihat keadaan nya
Brian : terimakasih dok, (brian masuk bersama Alvaro)
*dalam hati Brian*
kamu harus kuat Vin, dan loe tenang saja gwe akan balaskan luka loe ini kepada Helen dan Aksa
tidak lama kemdian Feli sampai di rumah sakit dan dia menemukan Fredi yang sedang duduk di kursi
Feli : Fredi dimana Brian?
Fredi : Brian ada di dalam bersama Alvaro, bila kamu ingin ke dalam ayo aku antarkan (masuk ke dalam ruang UGD)
Feli menghampiri Brian dan Alvaro yang sedang duduk di sebuah kursi
Feli : Brian apa yang terjadi ? (mendekati Brian)
Brian menceritakannya
-
__ADS_1
-
-
tidak lama kemudian suster masuk ke dalam ruangan
*Saudara Kelvin akan di pindahkan ke ruang VIP sekarang, kalian bisa menunggunya di luar*
Brian mengajak Feli keluar ruangan UGD dan duduk di sebuah kursi, Feli memegang tangan Brian
Feli : maaf sebelumnya sayang bukanya aku tidak membela mereka, aku tidak ingin kamu melakukan balas dendam kepada Helen dan Aksa, aku tidak mau kamu kenapa napa aku menyayangimu
Brian : tapi Fell, darah harus di bayar darah
Feli : plisss sayang, turuti kemauanku ini demi keselamatan kamu juga sayang
Brian : iya aku tidak akan melalukannya
Feli : sipp, aku menyukaimu, sudah makan belum?
Brian : sudah sih tadi pass nganterin ayah ke bandara
Feli : ayah dan ibumu sudah pergi ke luar negeri? kenapa tidak mengasih tauku
Brian : maaf, ayah dan ibuku berangkat mendadak
Tiba tiba HP Feli berdering ada panggilan dari Ibunya
●panggilan tersambung●
Feli : iya bu ada apa?
Reni : Fel hari ini ibu akan mengajakmu ke rumah nenek, ibu ingin kamu ikut
Feli : yasudah Bu Feli akan pulang sekarang
Reni : iya, hati hati di jalan (memustuskan panggilan)
Feli menatap Brian dan memegang erat kedua tangannya
Brian : ada apa sayang? (bingung)
Feli : maaf Brian, aku harus pergi serakang, ibuku mengajakku ke rumah nenek, ada acara keluarga kayaknya
Brian : yasudah, aku akan antar kamu pulang
Feli : tapi bagaimana dengan Kelvin
Brian : teman temanku yang urus, kamu tenang saja
Brian berpamitan kepada temannya, terutama kepada Alvaro,Fredi dan Roni, Feli dan Brian bergandengan tangan menuju parkiran dan mereka melesat pergi dari rumah sakit
sesampai di rumah Feli, Brian dan Feli turun dari motornya dan Ibu Feli menghampirinya
Reni : eh nak Brian, apa kabar?
Brian : baik tante (mencium tangan Ibunya Feli)
Reni : apa kamu mau ikut pergi menemui rumah neneknya Feli
Brian : maaf tan, bukannya aku tidak mau temanku sekarang ada di rumah sakit, dia belum sadarkan diri
Reni : ohh iyaa.. semoga temanmu cepat sembuh ya
Brian : iya tan makasih, yasudah Brian pergi dulu ya
Feli : hati hati di jalan, jangan kebut kebutan
Brian pergi melesat pergi meninggalkan rumah Feli
*dalam hati Feli*
ya tuhan lindungilah Brian aku sangat mencintainya, selamatkan dia dari mara bahaya, I love you Brian
UNTUK PARA PEMBACA...
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA DAN JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DI BAWAH 👍👍👍
SATU LAGI JANGAN LUPA BERI AKU BINTANG 5😊
♡selamat membaca♡
__ADS_1