Pacarku Ketua Gangster

Pacarku Ketua Gangster
Pacarku Ketua Gangster 29


__ADS_3

Di perjalanan Fredi menghentikan laju mobilnya di sebuah Kedai kopi, Fredi turun dari mobilnya lalu mengajak Keysa untuk ngopi ngopi di sana, merekapun menikmati suasana di sana, dengan secara tiba tiba anggota dari anak anak Scorpion Sword melihat Fredi dan Keysa sedang asik bercanda, dengan secara langsung dia melaporkannya kepada Elang, dan ternyata Kedai kopi itu bersebrangan dengan markasnya Preman bayaran Gebi yaitu Bone


"Lang, Fredi sama Keysa sekarang berada di kedai kopi yang ada di depan"


Elang : yang bener loe (Elang langsung berjalan mengeceknya dari sebuah jendela)


Gebi : gimana lang bener itu Fredi dan Keysa


Elang : (duduk kembali) iya bener itu mereka, jadi gimana apa kita harus menangkapnya sekarang


Bone : diam dulu lang, biar anak anak gwe yang akan menangani semua ini


Elang : baiklah


Bone menyuruh anak anaknya untuk menangkap mereka berdua, misi merekapun di mulai dengan tiga anak buah Bone yang akan menangkap Fredi dan Keysa, lalu Bone, Gebi, Elang dan yang lainnya hanya melihat dari markasnya


"Guyss kita menangkapnya di saat kondisi Kedai itu agak sepi"


Mereka bersembunyi dan menunggu waktu yang tepat


Brian dan Feli telah tiba di Rumah Brian lalu mereka turun dari mobilnya


Kelvin : heyy Brian, apa kau bertemu dengan mobil Fredi tadi di jalan?


Brian : tidak Vin, emang kenapa?


Kelvin : tidak kenapa kenapa (Brian dan Kelvin duduk di sebuah tembok di halaman rumahnya lalu Feli masuk duluan ke dalam rumah)


Kelvin : sumpah gwe tidak enak perasaan sama Fredi dan Keysa (membakar roko di ikuti Brian)

__ADS_1


Brian : ada apa dengan mereka emang?


Kelvin : tidak apa apa


Brian : yasudah jangan terlalu di pikirin, berdoΓ  saja semoga mereka tidak apa apa (Erik pun datang dan menghampiri mereka)


Erik : kalian sedang ngomongin apa? Kayanya serius amat (duduk di samping mereka)


Kelvin pun menceritakannya nya kepada Erik


Kelvin : nah jadi gitu paman


Erik : tadi kata paman David juga kamu bicara begitu, paman juga agak gak enak perasaan kaya loe Vin (membakar roko)


Kelvin : nah kan paman juga sama merasakan apa yang sedang aku rasakan sekarang


Mereka bertigapun melamun dan sangat kebingungan sekali, sedangkan Brian meninggalkan mereka dan masuk ke dalam rumahnya lalu Erik dan Kelvin hanya bisa melihat Brian yang berlagak biasa biasa saja


"Woyyy turun dari mobil loe kalau tidak kita akan pecahkan kaca mobil kalian" (Fredi dan Keysa turun dari mobilnya sambil mengangkat tangan)


Fredi : loe siapa? Punya urusan apa sama gwe


Fredi mencoba melawannya namun mereka berhasil melumpuhkan Fredi, begitu Keysa di bawa oleh sebagian preman itu yang baru datang membawa mobil lalu Fredi juga dimasukan ke dalam mobil, mereka semua pergi melesat pergi dengan meninggalkan mobil Fredi di pinggir jalan


Sore pun tiba anak anak melihat Fredi dan Keysa belum kunjung pulang, begitu ibu Keysa menelpon ibu Fredi menanyakan apa Keysa dan Fredi ada di rumah Fredi namun mereka tidak ada di sana, ibu Keysa mulai cemas lalu mencoba mendatangi Erik yang sedang ngopi ngopi bersama David, Kelvin di belakang rumah


Dinda : rik Keysa dan Fredi belum kunjung pulang, apa kalian tau mereka pergi kemana? (Erik dan yang lainnya melamun dan saling menatap satu sama lain, bahwa kecurigaan mereka benar kalau Keysa dan Fredi sedang dalam bahaya) ko kalian malah diam


Erik : kami tidak tau mereka pergi kemana bu, ibu jangan memikirkan yang macem macem, Fredi bisa menjaga Keysa

__ADS_1


Dinda : baiklah, Brian dimana ko gak keliatan dari tadi


Kelvin : Brian tidur di kamarnya di temani Feli


Dinda : yasudahlah, tante ke atas dulu ya


Kelvin : ita tan..


Fredi di ikat sebuah kursi, Fredi melihat Keysa juga yang sedang di ikat di sebuah kursi dengan mulut yang di tutup dengan memakai kain


Fredi : bajingan!!!..... kalian siapa


Tidak lama kemudian Gebi, Elang dan yang lainnya datang dari lantai atas bangunan, Elang tersenyum menatap Fredi


Fredi : si Banci lagi, mau loe apa hah?


Elang : santai bos, bawa selow... (mendekati Fredi) urusan kita belum beres (tidak banyak bicara, Fredi meludahi muka Elang, Gebi yang begitu kesal melihat itu lalu menghampirinya)


Gebi : woii Bajingan!!! Ngapin loe ludahin saudara gwe, sini lawan gwe (Elang menahannya)


Elang : sudahlah, jangan pukul dia nanti nangis prempuan yang aku sayang itu (melihat Keysa lalu mendekati Keysa)


Di situ Fredi mengamuk karena Elang membawa Keysa ke lantai atas gedung itu, begitu Fredi yang tidak bisa apa apa karena dia di ikat di sebuah kursi


Malam pun tiba Dinda yang begitu sangat cemas karena Fredi dan Keysa tidak kunjung pulang


UNTUK KALIAN YANG SUKA MEMBACA NOVEL SAYAπŸ€—πŸ€—πŸ€—


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA JANGAN LUPA KASIH LIKEEE πŸ‘πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


DAN KOMENTAR DI BAWAH πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


DAN SATU LAGI JANGAN LUPA KASIH AKUπŸ‘‰β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†πŸ‘ˆ


__ADS_2