Pacarku Ketua Gangster

Pacarku Ketua Gangster
Pacarku Ketua Gangster 25


__ADS_3

Fredi : iya Fel kita berdoa saja semoga Brian baik baik saja (mengusap punggu Feli)


Dinda dan Keysa keluar dari rumah


Dinda : Fred dimana Brian, ko tidak ada?


Fredi : dia masih di sana bersama Kelvin tan...


Dinda : astaga, kenapa kalian tidak membawanya pulang, Rik kenapa Brian tidak ikut pulang bersama kalian (bermuka cemas dan Erik terdiam) Rik kenapa diam jawab, Brian kenapa gak ikut pulang (menangis)


Erik : ibu tenang saja Brian tidak kenapa kenapa, nanti juga dia pulang


Dinda menangis lalu masuk ke dalam rumah di ikuti Feli dan Keysa


Erik : kalian tunggu di sini paman dan paman David akan kembali ke tempat lokasi tadi, diam di sini jangan ada yang kemana mana, mengerti...


Fredi : iya paman, berhati hatilah


Erik dan David pergi melesat menonggalkan rumah Brian menuju lokasi tersebut


Gery : aku ke dalam dulu untuk membawa minuman untuk anak anak


Fredi : oke


Brian dan Gebi masih asik baku hantam sedangkan Kelvin dan Elang sudah terbaring dan tidak berdaya


Brian : loe siapa? dan loe di bayar berapa sama si Elang (memegang kerah baju Gebi dan memukulnya berkali kali dan Gebi berbalikannya lalu memukul Brian)


Gebi : loe gak perlu tau itu, Elang saudaraku dan tugasku hanya untuk menghabisi loe (memukul Brian berkali kali)


pertarungan yang sangat sengit, di antara mereka belum ada yang kalah meskipun wajah mereka sudah berceceran darah


-


-


-


Feli menangis dan Dinda mencoba menenangkannya


Dinda : kita berdoa supaya Brian tidak kenapa napa (memeluk Feli dan mengusap punggunya)


Keysa : maafkan aku Fel, ini salah aku


Feli : tidak Keysa, bukan kamu yang salah


Keysa memeluk Feli sambil menangis tersedu sedu


-


-

__ADS_1


-


Erik telah sampai di tempat lokasi tersebut lalu masuk ke halaman rumah kosong tersebut, Erik melihat Gebi dan Elang yang sedang terbaring sedangkan Brian dan Kelvin sudah tidak ada di sana


Erik : benarkan, Brian bisa mengalahkan dua orang itu


David : sungguh dia begitu luar biasa


Erik tersenyum dan membakar rokonya di ikuti David


David : lalu anak buah si Elang pada kemana?


Erik : paling mereka pada kabur


David : sunggu hebat sekali mereka (tersenyum) kita sekarang kemana Rik?


Erik : kita pergi lagi ke rumah Brian, mungkin Brian membawa Kelvin ke suatu tempat


David : yasudah ayo kita pergi sekarang


Erik dan David pergi melesat meninggalkan tempat tersebut dan membiarkan Gebi dan Elang terbaring


-


-


-


Brian dan Kelvin pergi ke suatu danau dan mereka duduk di pinggir danau


Brian : (tersenyum dan membakar roko) usap tuh di bibir loe ada darah (Kelvin mengusapnya)


Kelvin : loe juga tuh, mau gwe usap atau Feli yang usap? (tertawa)


Brian : gak ah biar gwe aja, meroko nih biar loe kelihatan keren


Kelvin : (tertawa) oke oke (Kelvin membakar roko)


-


-


-


Erik dan David mereka sampai di rumah Brian lalu menghampiri anak anak


Fredi : gimana paman, Brian tidak kenapa napa?


Erik : Brian dan Kelvin sudah tidak ada di sana, sedangkan si Elang dan yang satu lagi tuh yang badangnya tinggi dan kekar terbaring tak berdaya di sana


Fredi : busettt jago bener si Brian, dia punya ilmu seperti apa bisa menghabiskan orang seperti itu

__ADS_1


Erik : anak didik gwe di lawan (tersenyum) yasudah gwe masuk dulu ke dalam, gwe mau ngasih tau tante Dinda dan yang lainnya agar mereka tidak mengkhawatirkan Brian


Fredi : oke siap paman


Erik memasuki rumah Brian dan berjalan menaiki tangga, begitu Erik melihat mereka, Erik menghelaikan napas melihat mereka tertidur di sofa sambil berpelukan, dan Erik mencoba membangunkanya


Erik : maaf mengganggu kalian (duduk di sofa)


Dinda : iya Rik gimana Brian sudah datang?


Feli : paman bantu Brian, aku tidak mau dia kenapa kenapa


Erik : kalian sekarang tenang saja, pas aku tadi ke sana, mereka sudah tidak ada di sana, mungkin Brian telah pergi bersama Kelvin ke suatu tempat, dari dulu Brian suka begitu kalau sudah menyelesaikan masalah suka pergi ke tempat yang dia inginkan


Dinda : lalu bagaimana dengan orang yang menyulik Feli


Erik : dia sudah di kalahkan oleh Brian, yasudah saya cuma ngasih tau itu saja, nanti juga Brian pulang


Dinda : iya terimakasih Rik, oh iya Rik suruh anak anak yang lainnta makan dulu, makanan sudah siap di meja makan


Erik : iya sama sama, iya siap bu (pergi meninggalkan Dinda dan yang lainya)


Virgi : Fred gwe sama teman teman gwe pulang dulu, nanti malam ke sini lagi


Fredi : iya Vir silahkan, thanks ya telah membantu kami (menepuk pundak Virgi)


Virgi : ini sudah tugas gwe dan teman teman gwe, kan kita sekarang sudah menjadi sahabat, yasudah aku pergi dulu ya, Bro gwe pulang dulu ya


*iya hati hati di jalan*


Erik : Virgi dia kemana?


Fredi : katanya dia pulang dulu paman, nanti malam dia sama anak anaknya ke sini lagi


Erik : yasudah kalau begitu, kita semua masuk dulu yuk, tante Dinda sudah masak makanan biat kita


mereka masuk ke dalam rumah Brian dan makan bersama


Feli mendekati Fredi dan duduk di dekat Fredi


Feli : kapan Brian pulang Fred?


Fredi : kamu tenang saja Fel, nanti juga dia pulang, Brian juga pasti ingin menemuimu


*dalam hati Feli*


celat pulang sayang, aku merindukanmu, I love you Brian sayang


UNTUK KALIAN YANG SUKA MEMBACA NOVEL SAYA🤗🤗🤗


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR LAGI UNTUK MEMBACA NOVEL SAYA JANGAN LUPA KASIH LIKEEE 👍👍👍

__ADS_1


DAN KOMENTAR DI BAWAH 👇👇👇


DAN SATU LAGI JANGAN LUPA KASIH AKU👉☆☆☆☆☆👈


__ADS_2