Pahlawan Super Didunia Nyata

Pahlawan Super Didunia Nyata
1. Banyu Biru


__ADS_3

Namaku adalah Banyu Biru, nama yang sangat aneh bukan? Tapi aku sangat menyukainya, kenapa? Karena nama adalah doa dari orang tua. Aku juga tidak tahu arti namaku yang sesungguhnya, tapi jika itu diartikan dalam Bahasa Indonesia namaku adalah air biru.


Saat kecil aku pernah bertanya pada ibuku, kenapa dia memberiku nama Banyu Biru? Kenapa tidak banyu putih? Bukankah air berwarna putih? Oh, ralat air tidak berwarna putih, air tidak memilki warna, namun saat air menjadi sebanyak samudra mereka akan berubah warna menjadi biru bahkan bisa menjadi hijau.


Aku juga pernah bertanya kepada ayah, kenapa aku tidak diberi nama Samudra? Bukankah sama sama berhubungan dengan air? Oh,atau mungkin Sagara? Bukankah kedua nama itu sangat keren?


Dulu saat aku kecil ibu sering bercerita kepadaku tentang kekuatan super, aku sangat antusias ketika ibu mulai menceritakannya. Ibu pernah berkata bahwa kekuatan super dan superhero adalah hal yang nyata. Saat itu aku tidak paham Apa-apa, aku hanya menganggapnya angin lalu dan Berlahan-lahan telah melupakan kisah superhero yang dulu sering ibu ceritakan kepadaku.


Ibu berkata, jumlah mereka tidak banyak dan tidak sedikit. tidak sembarang orang bisa mendapatkan kekuatan super tersebut. Mereka selalu bekerja dibalik layar, tidak pernah menunjukkan kekuatannya didepan


umum.


Aku tidak pernah tahu mengenai pekerjaan ayah, bahkan ibu tidak pernah memberitahu. Ibu hanya berkata pekerjaan ayahku itu super keren.


Suatu hari ayah pulang dengan keadaan Luka-luka disekujur tubuhnya, ibu sangat panik waktu itu. Aku yang masih kecil hanya bisa menangis memeluk ayahku. Ibu Buru-buru memanggil ambulance untuk segera datang kerumah, tapi siapa yang tahu bahwa ayahku sudah tidak dapat ditolong.


Dan beberapa bulan yang lalu ibu telah menyusul ayah, aku sendirian saat ini. Ada satu hal yang tidak aku mengerti tentang ucapan ibu sebelum dia Benar-benar pergi meninggalkanku.


“Biru, jika kamu mendapatkannya balaskan dendam ayahmu, jika kamu tidak mendapatkannya doakan dia mendapatkan karma Berkali-kali lipat.” Itu adalah kalimat terakhir ibu yang aku dengar. Sungguh aku tidak paham dengan itu semua, siapa orang itu hingga aku harus membalaskan dendam ayah?


Kematian ayahku juga sangat janggal, dari mana ayah mendapatkan luka itu? Mengapa polisi tidak menyelidikinya? Mengapa aku  tidak pernah tahu tentang penyebeb kematian ayah?


Tepat saat aku berusian 19 tahun, aku baru mengerti apa yang ibu katakana saat itu. Saat itu adalah hari Minggu, meski itu hari libur aku harus tetap bekerja. Tiba-tiba saja aku teringat oleh cerita kekuatan super yang diceritakan oleh ibuku dulu. Entah kenapa aku membayangkan bahwa gelas itu akan melayang kearahku.


DAM!


Gelas itu Benar-benar melayang menuju arahku! Oh, ayolah bagaimana itu bisa terjadi? Aku cukup lama terdiam karena rasa terkejutku. Tunggu sebentar! biarkan aku berpikir lebih jernih lagi. Tiba-tiba saja aku teringat dengan mendiang ibuku saat dia bercerita tentang kekuatan super dan superhero.


Jangan bilang bahwa aku memiliki kekuatan super dan aku adalah superheronya! Jujur saja aku belum percaya itu semua, kalian tahu kan bahwa ini terlihat sangat-sangat mustahil.

__ADS_1


Apa Jangan-jangan kalimat yang dikatakan oleh mendiang ibu berurusan dengan ini? Jadi aku harus membalas dendam untuk ayah? Tetapi pada siapa aku membalas dendam? Kematian ayahku terasa sangat janggal memang.


Aku memilih untuk menguji kekuatanku lagi, tetapi aku belum tahu bagaimana kekuatan ini bekerja. Sebelumnya aku hanya membayangkan bahwa gelas itu akan melayang ke arahku. Lalu aku kembali mengulanginya, aku membayangkan bahwa lemari pakaianku terbuka dan sepasang baju berada ditanganku.


Aku cukup terkejut bahwa baju itu Benar-benar ada ditaganku dan lemari pakaian itu terbuka. Apakah aku Benar-benar memiliki kekuatan super dan akan menjadi superhero? lalu menyelamatkan dunia seperti yang sering ibu ceritakan kepadaku.


Aku tidak akan memikirkan itu terlebih dahulu, yang terpenting sekarang aku harus segera mandi dan berangkat bekerja disebuah kedai kopi milik bibiku. Semenjak kedua orang tuaku pergi, aku sebagai seorang Laki-laki harus bisa mandiri. Aku memilih tidak melanjukan pendidikanku, aku lebih suka bekerja demi kelangsungan hidupku.


Aku sampai dikedai kopi milik bibi pada jam tujuh lebih lima menit. Bekerja sebagai barista tidaklah buruk, setidaknya gaji yang aku dapat sudah cukup untuk keperluanku selama satu bulan kedepan. Pukul 08.30 kedai kopi milik bibi ramai didatangi pengunjung, kebayakan mereka adalah Anak-anak remaja yang senang berkumpul dengan Teman-temannya.


“Biru, sini lo!” Itu suara Raka, dia adalah sepupuku serta seorang barista dikedai milik ibunya. Aku sudah bisa menebak perihal raut wajah Raka saat memanggilku. “Kenapa? Patah hati?” Aku terkekeh dengan jawabanku sendiri.


“Tuh, dimeja nomer tujuh! Sana lo pergi!  Mentang-mentang ganteng dikit dari pada gue.” Raka mencibir lau pergi meninggalkanku. Sikap Raka yang seperti itu sudah biasa aku hadapi, setiap ada pelanggan perempuan mereka selalu memintaku utuk menanyakan pesanan. Tentu itu bukan kemauan Raka, itu adalah kemauan dari Rata-rata pelanggan perempuan di kedai kopi ini, terutama l anak remaja.


Itu bukan berayri bahwa raka jelek lalu aku tampan, tetapi boleh aku akui bahwa aku memang lebih tampan dari sepupuku itu.


Aku bisa mendengar percakapan mereka saat aku sudah lumayan dekat dengan meja nomor tujuh. Aku juga bisa melihat ada satu perempuan yang sedang merekam atau memfotoku, sudah bisa ditebak bahwa itu akan dijadikan konten tik tok.


“Mau pesan apa?” Aku bertanya sambil Bersiap-siap mencatat pesanan mereka.


“Pesan kamu boleh tidak?” Tanya salah satu dari mereka yang aku ketuhi  bernama Rara. Aku hanya terkekeh menanggapi candaannya. emmm, tapi aku juga tidak tahu apa itu hanya bercanda atau tidak.


“Sa ae lo Ra,” teman Rara yang berada disebalahnya menyenggol tangan Rara yang sedang menopang dagu menatap ke arahku. Alhasil dagu rara nyaris membentru meja, kejadian itu mengundang gelak tawa Teman-temannya.


“Jadi mau pesan apa nih?” Aku kembali menanyakan pesanan mereka. “Caramel tiga sama Machan dua aja,” segera aku menyatat pesanan mereka dan berpamit untuk segera kembali dengan pesanannya.


oOo


Malam harinya aku tidak bisa tidur karena memikirkan kekuata pada diriku. Aku beranjak dari tidurku untuk mengabil laptop dan mencari informasi tentang kekuatan super. Dari blok yang aku baca, kemampuanku itu disebut dengan telekinisis, kempuan mengontrol segala benda dibumi tanpa menyentuh sedikit pun. Hanya dengan berkonsentrasi dan menggunakan kekuatan pikiran, benda tersebut akan bergerak dengan sendirinya.

__ADS_1


Jika aku pikir kembali, kemampuan itu sangat luar biasa. Aku bisa dengan mudah mengambil sesuatau tanpa harus bersusah-payah mengambilya. Mungkin aku juga bisa membersihkan rumah ini menggunakan pikiranku, jika itu bisa mengapa tidak? Itu juga akan menghemat tenagaku.


Lebih baik aku berlatih agar terbiasa menggunakan kekuatan ini, mungkin bisa dimulai dengan membersihkan kamarku yang sudah terlihat seperti kapal pecah.


Aku berkonsentrasi dan memfokuskan pikiranku kepada Buku-buku yang sangat berantakan di atas meja belajar. Aku bepikir bahwa buku itu melayang dan kembali pada tempatnya semula. Saat aku membuka mata, luar biasa! Buku-buku itu telah berjejer rapi bada tempatnya semula.


Apakah aku sangat beruntung memiliki kekuatan super ini? Atau ada juga orang lain yang memilikinya? Tetapi ibu pernah bilang pemilik kekuatan ini tidak banyak dan tidak sedikit. Itu artinya, bukan hanya aku saja yang memiliki kekuatan super ini.


Aku tersadar dari lamunanku dan kembali pada kegiatanku sebelumnnya. Aku berencana ingin membersihkan rumah ini hanya dengan berpikir, tetapi untuk berpikir aku perlu memfokuskan diri dan memejamkan mata.


Aku tidak seperti superhero- superhero yang berada di film-film yang pernah aku tonton, mereka sangat terlihat ahli dalam mengontrol kekuatannya. Aku harus lebih terbiasa lagi dengan ini, mungkin suatu saat aku bisa menggerakan benda tanpa memejamkan mata.


Aku beralih menuju dapur unuk memcuci piring kotor yang sudah sangat menumpuk, meski aku harus mandiri  aku tetap seorang Laki-laki yang tidak bisa dengan sempurna mengerjakan pekerjaan rumah. Bukannya tidak bisa, hanya saja aku belum terbiasa dengan itu semua.


Satu jam kemudia aku telah selesai membersihkan rumah peninggalan orang tuaku. Mungkin aku akan pergi kegudang untuk membersihkannya, meski itu adalah gudang, bukan berarti tidak dibersihkan. Bisa jadi aku menemukan catatan orang tuaku mengenai superhero dan kekuatan supernya, bukankah ibu mengetaui tentang itu?


Gudang dalam rumaku terletak bersebelahan dengan ruang tempat kami dulu beribadah bersama. Aku berjalan dengan diikuti oleh beberapa alat kebersihan yang melayang di belakang tubuhku.


Aku memulai dengan Cara-cara sebelumnya, mengamati isi dalam gudang kemudian memejamkan mata dan mulai berpikir bahwa Alat-alat kebersihan itu mulai melakukan tugasnya. Terkadang aku juga beristrahat sebentar,berpikir terlalu lama juga sangat melelahkan ternyata.


Usai membersihkan gudang yang cukup berdebu,  aku berniat untuk mencari sesuatau atau catatan orang tuaku yang sengaja diletakan didalam gudang.


Tatapan mataku teruju pada kardus kecil yang terletak diatas kursi yang berada di sudut ruangan. Aku berpikir bahwa Buku-buku itu melayang menuju arahku, aku membuka mata dan berusaha agar buku itu tetap melayang.


Usahaku untuk mempertahankan agar buku itu melayang tidak sepenuhnya berhasil, buku itu melayang, beberapa detik kemudia jatuh kelaintai.


Aku kembali mencoba mempertahankan buku tersebut agar tetap melayang diudara tanpa harus memejamkan mata. Setelah beberapa kali mencoba ternyata usahaku tidak berakhir Sia-sia, mungkin ini adalah salah satu kemajuan dalam mengontrol kekuatan superku.


Aku menemukan satu buku yang terlihat seperti buku catatan, mungkin itu buku milik salah satu dari kedua orang tuaku. Aku cukup penasaran denga buku itu, agar aku lebih nyaman aku berniat membaca buku yang kutemui barusan di ruang tamu.

__ADS_1


Aku tidak menyangka bahwa terlalu banyak rahasia yang mereka sembunyikan dariku. Tidak berniat memberitahu anak semata wayangnya ini, terlihat mereka ingin aku menguak rahasia ini sendiri


__ADS_2