
Aku merasa sangat bersyukur karena White tidak sesulit apa yang aku bayangkan. Untung saja dia dengan senang hati bergabung bersama kami, tidak seperti yang lainnya. Karna kami terlanjur berada jauh dari markas cabang, maka kami memutuskan untuk berlibur terlebih dahulu, itung-itung mengobati rasa penat kami selama beberapa hari.
Kebetuan sekali, lokasi tempat White berada itu sangat cocok untuk melepas penat. Dengan hamparan ombak yang bisa untuk reflesing. Bukankah White memang berniat berlibur di sini? Aku lupa dengan itu.
“ Hey, kalian ingin mencoba kemampuanku tidak?” White datang dengan handuknya yang melingkar di pinggangnya.
“ Memang bisa?” Diaz bertanya untuk menyakinkan.
“ Tentu.”
“ Bagaimana caranya?” Aku baru dengar ada kemampuan super yang bisa diterapkan kepada orang lain.
“ Itu sangat gampang,” Ucapnya menyombongkan diri.
“ Aku sangat bersyukur bisa mempunyai kemampuan ini.” Sedari tadi kami mengikuti White yang terus saja berjalan. Aku tidak menyangka bahwa dia membawa kami ke belakang pemandian panas khusu untuk
wanita.
“ Jangan bilag kau…” Diaz tidak melanjutkan perkataannya.
“ Oh ayolah kita tidak akan ketahuan, percaya padaku,” White memcoba untuk menyakinkan kami.
“ Ini peretama kalinya untukku,” Jujur saja jantung ku berdetak sangat cepat kali ini. Bukanah Blue ada disana? semoga saja kami tidak ketauhan.
“ Bagaimana caranya?” Aku bertanya pada White.
“ Itu sangat gampang, pegang saja tanganku,” White mengulurkan kedua tangannya.
“ Kau harus menjamin ini White,” Ucap Diaz 'tak yakin
“ Aku menjamin ini, jangan lepaskan tanganku saat berada di sana.” Jantungku berdetak sangat cepat saat White membawa kami menembus tembok.
Tidak perlu aku ceritakan keadaan didalam bukan? Itu sungguh hal yang memalukan untuk diceritakan. Biar kami bertiga dan Tuhan yang tahu.
Aku tidak meyangkan, rencana liburan dadakan ini dihancurkan oleh telepon dari Ryan, dia meminta kami untuk segera kembali ke Ibu Kota. Padahal kami belum satu hari penuh berada di sana tetapi sudah disuruh pulang saja.
Saat itu juga kami segera terbang kembali menuju Ibu Kota. Tidak perlu waktu lama untuk perjalanan ini, teknologi sudah sangat canggih.
__ADS_1
Sesampainya di markas cabang Ryan sudah meminta kami untuk berkempul di ruang rapat.
“ Aku menerima laporan, ada kasus yang tidak bisa diselesaikan oleh pihak polisi.” Ryan berkata dengan raut wajah serius.
“ Apa itu?” Diaz bertanya, mewakili kami semua.
“ Kalian tahu rumah makan yang menyediakan berbagai macam hidangan daging?”
“ Ya, aku berencana ingin mencoba makanan di sana,” jawab Blue. Apa ada yang aneh dengan rumah makan itu? Rumah makan itu tengah banyak pengunjung saat ini. Itu membuatku sangat penasaran.
“ Para polisi menerima laporan dari salah satu pelanggan. Saat sedang melakukan olah TKP, mereka tidak menemukan sesuatu yang janggal. Namun, semakin hari semakin banyak pelanggan yang melaporkan hal itu.”
“ Apa yang dilaporkan para pelanggan?” Aku
bertanya pada Ryan, hal apa yang janggal disana? bukankah itu hanya sebuah
tempat makan?
“ Hal janggal itu berada pada dagingnya. Daging disana itu memiliki rasa yang berbeda, namun terasa sangat enak, ungkap salah satu pelanggan. Mungkin saat itu dia cukup penasaran dengan daging yang
disajikan, pernah bertanya pada pemilik tempat makan itu, namun selalu mendapatkan jawaban yang sama. Jadi, dia membawa pulang daging yang dipesannya
“ Bukankah ini akan menjadi tugas yang mudah?” White mengajukan pendapatnya.
“ Ya, ini akan sangat mudah. Yang susah itu adalah, bagaimana nanti kita menangkap pemilik tempat makan tersebut. Penangkapan itu adalah hal yang sulit, apalagi sekarang sudah banya alat-alat
canggih.”
“ Bukankah kita lebih canggih? Aku bisa mengeluarkan berbagai hal yang ada di dunia ini. Kita juga memiliki Biru yang bisa mengendalikan sesuatu. Ada Red dengan kecepatannya, ada Yellow dengan portalnya, dan juga ada White dengan kempuan tak biasa nya. Oh, jangan lupakan Diaz dengan otak nya yang cerdas. Kita masih leboh canggih dari alat-alat itu.” Aku tidak harus memberi tahu kan siapa yang bicara? Aku tahu kalian tahu itu.
“ Ya ya ya, aku serahkan tugas ini kepada kalian,Uh, memang tugas ini untuk kalian. Lebih cepat lebih baik, ingat itu.” Selesai dengan ucapannya Ryan segera keluar dari ruang rapat menyisakan kami berenam.
Diaz dengan cepat berpindah tempat, dia berada di depan komputer. “ Apa yang kau lakukan?” Red berdiri, dia berjalan mendekat kearahDiaz. “ Aku sedang membobol keamana tempat makan itu, ini cukup sulit untuk dibobol.” Aku bisa melihat bagaiman raut wajah Diaz yang sangat tidak biasa itu. Mungkin memang benar ada yang aneh dengan tempat makan
itu, hanya sebuah keamanan untuk tempat makan bagaimana bisa sesulit itu untuk dibobol?
Cukup lama Diaz untuk membobol keamanan disana. Diaz berencaan untuk mengecek cctv yang dipasang disana. Kami bisa melihat keadaan disana, itu cukup, oh tidak, itu sangat banyak pengunjung. Banyak
__ADS_1
cctv disana, bahkan disetiap sudutnya, bahkan tidak ada tempat yang telewatkan. Semua tempat dalam tempat makan itu terpasang cctv, namun, kenapa bagian dapur tidak terpasang?
Mungkin benar ada yang janggal dengan tempat makan tersebut. Tidak ada pelayan yang bekerja, hanya ada satu gadis yang diketuhi oleh Red adalah anggota keluarga pemilik tempat makan tersebut.
Gadis itu juga kerap kali berganti pakaian, itu bukanlah hal yang biasa menurutku.
oOo
Kami sudah memutuskan untuk pergi melihat langsung keadaan disana. Kami hanya pergi berlima, White sudah pergi terlebih dahulu untuk melihat keadaan pada dapur. Kami juga mencoba untuk memesan daging yang diduga memiliki sebuah kejanggalan.
Aku rasa, daging ini memilikii rasa yang berbeda, dan juga teksturnya berbeda dengan daging yang pernah aku makan sebelum-sebelummnya. Kami sangat menikmati makanan itu, sebelum White datang
dengan wajah yang sangat terkejut.
Dia duduk disebelahku, tatapannya menuju pada gadis pelayang yang baru saja berganti pakaian. White mengidik ngeri menatapnya, kemudian pandangan White beralih pada daging yang berada dihadapanku.
“ Kau itu kenapa?” Diaz bertanya.
“ kau tidak akan percaya dengan semua ini,” White menjawab dengan nafas yang memburu.
Selanjutnya White membawa kami keluar dengan terburu-buru, Blue meninggalkan beberapa uang diatas meja sana. White membawa kami masuk dalam mobil, dia terlihat mengatur nafasnya.
“ Awalnya itu terlihat biasa saja, tapi saat stok daging yang ada sudah habis, itu menjadi hal yang luar biasa. Laki-laki itu menusuk perut gadis pelayang yang kerap kali terlihat bergonta-ganti pakaian.” White menjelaskan keada kami kondisi gadis tersebut dengan raut wajah yang tida bisa diartikan.
“ Dan apa kalian tahu yang lebih mengejutkan dari itu? Gadis pelayan itu kembali hidup dengan tubuh baru tanpa cacat sedikitpun.” Dia mengucapkan dengan wajah yang sangat terkejut.
Jujur saja Aku juga ikut terkejut bersama yang lain, ini adakah hal aneh yang aku temukan selama aku hidup. Itu tidak masuk akal sekali, bagaimana bisa seseorang yang telah dibunuh bisa kembali hidup dengan tubuh baru?
Ini mirip seperti siklus cacing planaria yang bisa membelah diri menjadi beberapa bagian, namun bedanya gadis itu tidak membelah diri. Apakah ini adalah mahluk imrotal seperti pada mitos-mitos orang-orang terdahulu?
Aku bisa melihat raut wajah Red yang berubah dengan signiatif, dia terlihat berpikir, terkejut, dan juga khawatir. Entah apa yang dia pikirkan, mungkinkah dia tahu sesuatau tentang mahluk apa gadis itu?
“ Apa yang kau pikirkan Red?” Blue yang terlihat tenang bertanya kepada Red.
“ Aku pikir aku tahu mahluk apa dia..” Dia berkata dengan lirih.
“ Apa itu? Katakana saja,” Diaz membuka suaranya.
__ADS_1
“ Ini hanya tebakanku saja, aku tidak bisa membuktikannya kecuali kita bisa menyelesaikan kasus ini. Tetapi menurutku, ini bukanlah kasus yang dengan mudah kita selesaikan begitu saja. kau tahu Diaz? Aku datang ke Indonesia karena sesorang memintaku untuk mencuri data dari sebuah perusahaan besar. Aku sempat membaca sedikit data tersebut, Data itu bersisikan percobaan manusia untuk berubah menjadi mahluk imrotal. Kalian tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri."