Pahlawan Super Didunia Nyata

Pahlawan Super Didunia Nyata
6.Menjemput teman: Menjelajahi waktu II


__ADS_3

Pagi itu kami berpamitan pada pemilik rumah untuk segera pergi ke kota, karena, ada hal penting yang harus kami selesaikan. Demi meng-hemat waktu, kami tidak menggunakan kendaraan umum. Ada peralatan canggih, kenapa harus menggunakan yang sulit jika ada yang mudah?


Entah bagaimana Blue melakukan itu semua, sekarang dihadapan kami terdapat sebuah mobil pribadi yang akan menjadi tumpangan untuk kami beberapa hari kedepannya. Kita juga tidak perlu khawatir untuk


masalah tempat tinggal, Diaz sudah mengurus semuanya dengan sempurna.


Hari ini Yellow  akan memulai aksinya, kami terlebih dahulu mengatar Yellow menuju sekolah barunya. Setelah Yellow sampai dengan selamat, Diaz membawa kami semua menuju tempat tinggal sementara.


kami menggunakan kamera untuk memantau kegiatan Yellow dalam penyelidikan. Kamera itu sudah terhubung pada layar yang berada dihadapan kami, kami memantau Yellow dari sana.


Terlihat Yellow sedang bertanya pada beberapa Siswi tentang keberadaan gadis yang meminta bantuan kepadanya. “ Apa kalian tahu di mana Nancy berada?” Raut wajah lawan bicara Yellow sangat terkejut kala itu. “ Kau tidak tahu? Beberapa hari yang lalu keluarga Nancy dibantai habis-habisa, tidak ada yang tersisa sedikitpun.


Yellow tampak terkejut dengan kabar yang didengarnya, begitu juga dengan kami berempat. Terlihat bahwa Yellow memilih untuk pergi meninggalkan lawan bicaranya. Yellow sempat cerita kepada kami, bahwa, semenjak dia datang kemasa lalu, pundak sebelah kirinya terasa berat.


“ Awwww!!!” Yellow terjatuh, ada seseorang yang tidak sengaja menabraknya dari belakang.


“ Maaf aku tidak sengaja, mohon maafkan


aku.” Yellow menatap tidak suka kearahnya, dia terlihat sangat marah.


“ Kau ini kenapa? Pagi pagi sudah lari-lari tidak jelas seperti dikejar-kejar hantu saja.”


“ Sebenarnya, aku memang dikejar oleh hantu…” Ungkap laki-laki itu dengan jujur. Beberapa detik kemudia raut wajah laki-laki itu terlihat sangat terkejut, dia mentap pada pundak sebelah kiri Yellow. Aku tidak paham apa yang membuatnya terkejut, dan kenapa harus menatap pundak sebelah kiri Yellow? Apa ada sesuatau disana?


“ Boleh bicara sebentar?”


“ Ini kau sedang bicara, iya kan?”


“ Ini sangat penting…”


“ Baiklah,” Laki-laki itu menarik tangan


Yellow menuju suatu tempat, kami menunggu kemana dia akan membawa Yellow pergi. setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka berhenti di taman belakang sekolah.


“ Apakah kau merasa ada yang aneh akhir-akhir ini?” Pertanyaan itu menurutku sangat ambigu, aneh dalam artian apa?


“ Maksudku, apakah akhri-akhir ini pundak kirimu terasa berat?” Pertanyan itu dianggap pernyataan oleh Yellow. Yellow menatap tidak percaya pada laki-laki didepannya, dia terlihat sangat antusias.


“ Kau cenayang ya?”


“ Tidak, aku bisa melihat mereka, kau itu ketempelan!” Yelow dibuat terkejut untuk yang kedua kalinya.


“ JINJA? WOAHH DAEBAK!”


“ Tunggu, aku merasa tidak asing dengan setan yang duduk dipundak kirimu itu.” Laki-laki itu mendekat, mengamati pundak sebelah kiri Yellow.


“ Kau itu… Nancy!” Pekiknya menunjuk pundak sebelah kiri Yellow. Sepertinya Yellow kebingungan melihat laki-laki itu berbicara sendiri pada udara kosong.


“ Astaga!” Laki-laki itu kembali terkejut, entah apa yang membuatnya seperti itu.


Tunggu, bukankah tadi dia biang bahwa dia bisa melihat hantu? Jika itu benar, Yellow harus bisa berteman dengannya! Itu akan sangat mempermudah kami mencari jejak dari Sang pembunuh. Aku berpikir,


kami saja belum melakukan tugas resmi, tapi sudah sangat menyenangkan seperti ini, bagaimana jika itu tuga yang resmi? Itu akan sanga-sangat luar biasa!


Aku meminta Diaz untuk mengatakan pada Yellow, tentang dia yang harus berteman dengan laki-laki itu. Kami bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dengan microfon kecil yang ada di balik kerah baju


Yellow.

__ADS_1


“ Jika kau nancy, lalu siapa dia?” Laki-laki itu munjuk udara kosong disebelah kirinya, kemudain menujuk pada pundak sebelah kiri Yellow. Hal itu dilakukannya berulang-ulang kali.


“ Apa yang kau lihat?” Yellow bertanya dengan raut wajah kebingungan.


“ Kau ingin melihatnya?”


“ Bisa?” Yellow merasa sedikit ragu dengan keputusannya.


“ Tidak ada yang tidak bisa,” Laki-laki itu tersenyum menyerigai. Kemudia kami melihat tangan laki-laki itu menggenggam tangan Yellow, dan disusul dengan raut wajah yang terkejut.


“ Apa yang dilihat oleh bocah itu?” Sedangkan disisi lain, Red bertanya pada kami. Tentu kami tidak mengetahui apa yang mereka lihat, tetapi, jika ada Diaz itu semua akan menjadi lebih mudah. Selanjutnya kami melihat Diaz sedang mengutak-ngati layar didepannya, banyak sekali bahasa pemrograman yang muncul, itu membut kami yang tidak tahu apa menjadi sangat kebingungan.


“ Apa yang akan kau lakukan?” Blue bertanya dengan raut wajah kebingungan.


“ Aku akan menambah Skill pada kamera itu untuk melihat hal yang tidak bisa dilihat oleh manusia.” Sungguh luar biasa! pantas saja organisasi tanpa nama pernah meng hebohkan dunia dengan skill yang


mereka punya. Itu bukanlah hal yang main-main, bagi mereka itu semua seperti membalikkan telapak tangan, sangat mudah.


“ Apakah itu javankrip?”


“ Ya, bagaimana kau tahu itu?” Diaz bertanya sambil terus terfokus pada layar didepannya.


“ Saat aku berumur empat belas tahun aku


pernah mempelajarinya sedikit.” Javanskrip adalah bahasa pemrograman yang sangat sulit, itu berada pada tingkat dewa, dan sangat susah untuk dipelajari.


“ Apakah itu sangat sulit?” Blue beratanya padaku.


“ Jika untuk orang yang ber IQ sedang itu mungkin akan sulit, tapi Jika untuk orang yang ber IQ tinggi, itu mungkin akan mudah.” Jelasku kepada Blue.


ada satu.


“ Apakah selama ini aku memiliki kembaran?! Tega sekali mama dan papa tidak memberitahuku jika aku memiliki seorang kembaran! Kenapa aku harus bertemu kembarahku saat sudah menjadi hantu?" Protes hantu yang berada disamping laki-laki itu, dia sepertinya sangat bahagia.


“ Kau mengikutiku ya?!” Tuding Yellow pada hantu yang berada disampingnya.


Hantu yang berada disamping Yellow tidak memperdulikan apa yang dia bicarakan. “ Kenapa aku bisa sebodoh Ini?! Kau itu aku, aku itu kau!”


“ Bagaimana bisa?” Kini giliran laki-laki itu yang tanpak kebingungan.


“ Aku berasal dari masa depan,” Ucap hantu Nancy dari masa depan dengan sombongnya.


“ Tidak sopan! Dasar hantu tidak berahlak!”


“ Hantu kan memang tidak punya Ahlak,” laki-laki itu berkata dengan lirih.


“ Aku tidak menyangka, diriku dimasa lalu begitu bodoh,” Hantu Nancy masa depan menggeleng-gelengkan kepalanya.


“ Bagus jika sadar diri,” Laki-laki itu kembali berkata lirih. Meski itu sangat pelan, Microfon yang kami pasangkan pada kerah baju Yellow masih bisa mendegarnya, meski itu suara yang tidak bisa


manusia dengar.


“ Kau bersal dari masa depan?”


“ Ya aku berasal dari sana.” Sebelumnya kami sudah meminta Yellow untuk berkata jujur, mungkin kami akan mengirim bukti itu dengan atas nama laki-laki yang kini sedang bersama dengan Yellow.


“ Apa tujuanmu?”

__ADS_1


“ Ini semu gara gara dia!” Yellow menujuk pada hatu Nancy masa depan yang sedang asik bercanda ria dengan hantu Nancy masa lalu.


“ Kenapa jadi aku?!” Mereka berdua protes dengan bersamaan.


“ Jika saja kau tidak terus menggangguku, pasti aku tidak akan ada di sini!” Tatapan menyebalkan dari mata Yellow terarah pada dua hantu tersebut. “ Dia memaksaku untuk menyelidiki kasusnya,” Yellow


berkata dengan lesu.


“ Bagus! Aku juga sedang menyelidiki kasus itu, dia yang memintanya.” Laki-laki itu menujuk pada hantu Nancy masa lalu. Kasus ini akan menjadi lebih mudah dengan adanya laki laki itu.


“ Oh, emmm, siapa namamu?”


“ Aku Gray, kau?”


“ Aku Yellow Claw, Kau bisa memanggil ku Yellow,” Yellow memperkenalkan dirinya. “ Lalu, kapan kita akan memulai pencariannya?”


“ Menurutmu bagaiaman?”


“ Lebih cepat lebih baik, pulang sekolah ikut aku, kita akan membuat rencana bersama dengan teman-temanku.


oOo


Selama Yellow melakukan pembelajara, kami memutuskan untuk tidak mengawasinya. Kami disibukan dengan rencana yang akan kami sampaikan kepada mereka berdua, dan menyiapkan berbagai barang yang akan berguna untuk penyelidikan kasus ini.


Aku juga cukup penasaran, Orang gila mana yang berani membunuh semua keluar Nancy? Secara, keluarga itu cukup terkenal, Ayah Nancy adalah seorang jaksa.


Aku mendengar ketukan pintu, sudah bisa dipastikan bahwa itu adalah Yellow dan Gray, mungkin hantu Nancy ikut dengan mereka berdua. Kami tidak bisa mengatakan siapa kami pada Gary, identitas ini


masih harus kami rahasiakan.


Kami semua berkumpul di ruang tengah, Gray Menatap takjub pada alat-alat yang telah kami persiapkan. “ Ini semua adalah alat yang akan kita gunakan, Gray.” Yellow menjelaskan cara kerja alat itu satu


persatu. “ Apakah ini adalah alat-alat pada masa depan?” Gray bertanya pada Yellow. “ Alat ini aka ada sepuluh tahun kemudian.”


Diaz menjelaskan rencana yang telah kami susun kepada Yellow dan Gray.  Red akan ikut dalam penyelidikan ini untuk mempermudah mereka berdua. Dari yang kami tahu, Gray adalah tetangga dari Hantu Nancy, itu akan lebih mempermudah rencana kami.


Beberapa hari kedepan akan afa tahlilan di rumah Nancy, kami memanfaatkan acara itu untuk menyupup kedalam kediaman Nancy. Tidak perlu khawatir dengan keamanan yang ada, aku dan Diaz yang akan merusak cctv dalam kediaman Nancy.


Semua sudah jelas, kami segera melakukan tugas masing-masing. Bagaimana denan Blue? Dia akan memantau mereka dari balik layar, seperti yang kami lakukan sebelumnya. Aku juga masih bisa melihat apa


yang sedang mereka kalukan.


Gray mengarahkan Red dan Yellow untuk menuju taman belakang kediaman keluarga Nancy, Gray juga menjadi ‘media’ untuk Hantu Nancy. Mereka bertiga menggunakan alat yang kami persiapkan untuk


memanjat tembok dan balkon kamar. Mereka memutuskan untuk berdiam dibalkon kamar Nancy untuk menyusun ulang rencana.


Red mengeluarkan sebuah kamera kecil yang akan berkamuflase, mereka akan mengawasi keadaan di luar sebelum bertindak. Meski cctv sudah dirusak olehku dan Diaz, bukan berarti keadaan akan aman seketika. Diluar sana juga banyak sekali polisi yang berjaga, dan juga para tamu yang sedang mengirim doa.


Sepertinya rumah kediaman Nancy tidak akan pernah sepi untuk beberapa hari kedepannya. Polisi juga sedang mencari jejak Si pembunuh, mereka berdua berada pada kubu yang sama. Meski berada pada kubu yang sama, mereka tidak bisa bekerja sama.


Red memantau keadaan dari layar kecil yang


ada dihadapnnya. Ruang pertama yang akan mereka tuju adalah ruang kerja milik ayah Nancy. Di sana adalah tempat paling banyak berkas-berkas penting berada. Mereka harus sangat berhati-hati, tidak bisa melangkah sembarangan.


Sedangkan di sisi lain, Diaz sedang mencari alibi setiap orang yang pernah berususan dengan korban. Tidak hanya itu, dia juga sedang mencari identitas korban lebih dalam dengan membolol keamanan kantor tempat korban bekerja. Pembunuhan ini memiliki motif yang tersembunyi, pasti ada tindakan korban yang mendorong pelaku untuk melakukan kejahatan.


Aku memiliki bagian untuk mengecek cctv di hari sebelum pelaku melakukan aksinya.

__ADS_1


__ADS_2