
“ Hey! Lepaskan aku!” Blue terus saja memberontak saat kami membawanya menuju sisi pantai yang sangat sepi. “ Sudah kubing lepaskan aku!”
“ Sungguh ingin aku lepaskan?” Diaz sudah angkat tangan dengan kelakuan Blue. “ Iya! Lepaskan aku!” Aku tersenyum kearahnya, “ yasudah jika ingin dilepaskan.” Bukankah Blue sendiri yang ingin dilepaskan? Tentu aku benar-benar melepasnya dari gendonganku, emmm, aku tidak salah kan?”
“ HEY! KAU BENAR-BENAR MELEPASKANKU! GENDONG AKU! GENDONG AKU!” Bukankah dia sendiri yang ingin dilepaskan? Kenapa sekarang berteriak kearahku? Aku hanya menuruti apa yang dia mau.
Blue terjun bebas dari ketinggian, aku segera meluncur kebawah untuk menangkap tubuhnya sebelum dia benar-benar menyetuh air. “Kau ingin aku mati ya?!”
“ Bukankah itu maumu?” Aku menatap matanya, itu terjadi sangat lama, kami saling menatap satu sama lain. Aku tidak menyangka bahwa Blue memiliki manik mata yang begitu teduh, itu sangat membuatku merasa nyaman saat menatapnya.
Aku menatapnya lebih dekat lagi, hanya ingin memastikan. Apakah Blue sakit? Kenapa wajahnya berubah warna menjadi warna merah?
“ Kau sakit?”
“ Tidak!”
“ Lalu itu?”
“ Bukan apa-apa! Cepat turunkan aku!” Dia ingin terjun bebas sekali lagi?
“ Kau ingin aku jatuhkan lagi?” Aku lihat Blue sedang menatap hamparan laut biru dibawah kami.
“ Aku phobia ketinggian!” Aku menatap Blue tidak percaya! Dia memelukku begitu erat, apakah dia benar benar takut dengan ketinggian? “ Pegangan!, tidak lama lagi kita akan sampai.” Dia memelukku semakin erat, entah kenapa aku tersenyum mendapat pelukan darinya. Sebelumnya kita tidak saling mengenal satu sama lain, bahkan ini adalah pertemuan pertama kita.
“ Sepertinya kau sangat suka memelukku,” Aku tersenyum menyerigai saat Blue tidak kunjung melepaskan pelukkannya. Dia menatapku, “ Kau bahkan tidak melepaskan tanganmu dari tubuhku!”
“ TIDAK SEPERTI INI! KAU KIRA INI TIDAK SAKIT HAH?!” Apa benar laki-laki itu selalu salah? Jelas sekali tadi dia yang menginginkan aku melepaskannya. Saat sudah aku lepaskan kenapa dia yang marah kepadaku? Aku sungguh merasa dirugikan sebagai seorang laki-laki.
Diaz yang melihat itu semua tertawa tanpa merasa bersalah. Dia melepaskan topengnya begitupun dengan diriku. “ Kau tahu ini bukan?” Blue manangkap lemparan topeng dari diaz. “ Ya, aku tahu. Ini adalah lambang organisasi tanpa nama.” Dia melempar topeng itu kembali pada pemiliknya. Aku tidak menyangka bahwa organisasi ini sangat terkenal, sepertinya akan lebih seru kedepannya.
Pada awalnya organisasi tanpa nama bukanlah sebuah organisasi, tapi lebih cenderung kepada sekumpulan orang yang memiliki minat yang sama. Organisasi kami sering menyerang website penting termasuk website pemerintahan
Organisasi kami anti terhadap paham scientology, korupsi, dan homophobia. Kami sering menyerang website-website penting yang menandakan keprotesan dan ketidak setujuan kami terhadap sesuatau. Kami membatu orang dengan cara kami sendiri, mungkin kami bisa dibilang Roobin hood dalam dunia maya.
Sebelumnya organisasi tanpa nama tidak memiliki pemimpin ataupun struktur organisasi. Tetapi semakin berkembangnya zaman, organisasi kami memiliki pemimpin. Bukan pemimpin utama, melainkan pemimpin organisasi disetiap negara.
Kami sering dibilang penjahat cyber tapi kami juga dianggap sebagai aktivisi internet yang memperjuangkan hak-hak kebebasan berpendapat didunia maya.
Saat ini kami tidak hanya memberantas kejahatan didunia maya. Dalam dunia nyatapun kami juga mengulurkan tangan untuk memberantas kejahatan yang menurut kami sangat meresahkan.
Tidak hanya itu, sekarang kami sedang bekerja sama dengan para ilmuan dan juga petinggi setiap negara untuk meneliti sebuah kekuatan super yang datang kebumi beberapa tahun yang lalu. Kekuatan ini datang secara acak kepada manusia. Para ilmuan tidak bisa menyatakan pasti kepada siapa kekuatan itu akan datang.
__ADS_1
Tidak sedikit orang pemiliki kekuatan super menyalahgunakan kekuatannya. Maka dari itu kami mencari banyak pemiliki kekuatan super diberbagai negara untuk bergabung dan memberantas mereka yang menyalahgunakan kekuatannya. Tidak hanya kekuatan super saja yang menjadi misteri, sekarang juga bermunculan manusia-manusia yang diluar nalar.
Contohnya tugas pertama setelah kami berlima telah berkumpul.
“ Berniat bergabung?”
“ Tidak ada penawaran? Tidak menarik.”
“ Pembersihan nama.”
“ Deal!”
Aku kira ini akan sulit, namun nyatanya? Jika aku tahu berakhir seperti ini kenapa tadi harus bersusah payah membawa paksa dirinya? Menyebalkan!
“ Jangan buang-buang waktu! Kita menuju lokasi dimana Red berada.”
Butuh waktu beberapa jam untuk kami bertiga sampai dilokasi Red berada. Kekacauan sedang terjadi saat kami tiba disana. Red dipaksa berada dalam posisi bertahan, tidak ada celah sedikitpun untuk dia melarikan diri. Dari yang aku lihat saat ini Red kehabisan peluru, hal itu membuat dia terpaksa bertarung jarak dekat.
Kami bertiga masih mengamati dari ketinggian. Sepertinya Red tidak menguasai pertarungan jarak dekat, dia juga terus berada pada pisisi bertahan. Sudah banya luka yang menggores pada tubuhnya, dan juga luka tembakan dibahu sebelah kiri.
Setelah membuat rencana, kita bertiga mendarat dengan kecepatan tinggi. Blue melempar bom asap untuk mengalihkan perhatian. Sebenarnya kita bisa kabur saat Blue melemparkan bom asap, tapi bukan tabiat Red untuk melarikan diri dari arena pertarungan.
COLT M1911A1 adalah pistol semi otomatis yang termasuk dalam dafta senjata api terbaik. Colt 1911 asli memiliki berat 2,4 pound dan memiliki magasin internal tujuh peluru. Pada 1924 pistol itu diperbarui, sebagaian besar karenaalasan ergonomis, ke standar 1911A1.
Keadaan tubuh Red yang memiliki banyak luka membuat dirinya tidak bisa bertarung dengan cara maksimal. Namun, kecepatan dan kelincahannya mampun menutupi celah kekurangan pada dirinya. Aku merasa takjub dengan bagaimana cara Red melumpuhkan lawannya dengan senjata pistol semi otomatis.
Keberadaan kami bertiga tidak membantu banyak untuk Red mengalahkan lawannya.
Setelah semua lawannya mendapat luka yang serius kami bertiga segera membawa Red ketempat yang lebih aman untuk mengobati luka tembak pada bahu sebelah kirinya.
“ Siapa kalian?” Red menatap kami penuh selidik.
“ Tidak kenal ini?” Diaz menunjuk pada arah topengnya.
“ Diam! obati lukamu terlebih dahulu.” Red ingin mengucapkan sesuatau, Namun terlebih dahulu aku potong.
“ Tidak ada obat, tidak bisa mengobati.”
“ Kata siapa tidak ada obat?” Blue menimpali ucapan Red.
Aku memblatakkan mata tidak percaya! Kotak P3K itu solah keluar dari ruang hampa. Sunggu luar biasa! Aku tidak tahu kekuatan super apa yang dimiliki oleh Blue. Selanjutnya aku dan Diaz mengamati Blue merawat luka tembak pada Red. Aku juga terus melihat benda-benda yang seolah keluar dan menghilang dari ruang hampa.
__ADS_1
“ Itu sunggu luar biasa! Apa namanya?” Red bertanya mewakili rasa penasaran pada diriku.
“ Mereka menyebutnya ini adalah Omnipotance.”
“ Kekuatan super macam apa itu?” Kini giliran Diaz yang bertanya.
“ Dari apa yang aku tahu, omnipotence adalah kekuatan layaknya seperti Tuhan. Dengan kekuatan ini aku bisa melakukan segala hal tanpa batasan. Aku bisa menciptakan semesta alam beserta isinya, menghidupkan dan menghilangkan seseorang. Namun, aku tidak bisa melakukan itu semua, karena aku bukanlah Tuhan. Aku hanya bisa memunculkan suatu benda yang memang ada di alam semesta ini.”
Itu adalah kekuatan super yang sangat luar biasa!
“ Kekuatan super ini sungguh menjadi misteri!” Aku meng-iya kan apa yang dikatakan oleh Diaz. Kekuatan super memanglah misteri alam semesta.
“ Kembali dalam topik awal! Kami menolongmu bukan semata-mata karena kebetulan, kami memiliki tujuan untuk itu.”
“ Aku sudah menduganya, katakan!”
“ Bergabunglah dengan kami!”
“ Aku menolak!” Red menolak tawaran Diaz tanpa harus berpikir panjang.
“ why?” Setidaknya kami butuh alasan.
“ Kau terlalu cepat menolaknya Red”
“ Bukannya kau sudah tahu Blue? Aku tidak suka bergabung dalam pihak manapun.”
“ Kau ingin kebesan bukan? Kami bisa memberikan itu untukmu Red!” Blue berusaha membujuk Red untuk bergabung dalam organisasi tanpa nama.
“ Lagi pula, aku tidak ahli dalam rantas merantas.”
Diaz terkekeh mendengar penuturan Red. “ Rantas merantas adalah tugas kami dalam dunia maya, kau dan yang lainnya bertugas dalam dunia nyata.”
“ Benar apa yang dikatakan olehnya Red! Bayangkan saja kita seperti berpetualang diselur pelosok bumi ini! Itu adalah hal yang sangat menyenangkan bukan? Kita akan merantas kejahatan diluar nalar manusia!”
“ Benar apa yang dikatakan oleh Blue. Kau tidak bisa menolak itu semua, bukan kah itu adalah impianmu? Memberantas seluruh kejahatan dibumi ini?” Aku hanya diam, biarkan Diaz yang terus berbicara.
“ Polisi akan mendapatkan gaji buta!”
“ Kita akan menyelesaikan apa yang tidak bisa para polisi itu selesaikan!”
“Kau tidak punya alasan untuk menolak itu semua Red! Kau ingin apa? Kebesanan? Berbagai macam sejata? Berbagai macam teknologi tercanggih? Kau bisa mendapatkan itu semua! Bergabunglah bersama kami.” Kami bertiga mengulurkan tangan agar Red menerima ajakan kami untuk bergabung.
__ADS_1