
Diaz menemukan beberapa data orang yang bisa dijadikan tersangka. Mereka ada tiga orang yang pernah terlibat masalah dengan ayah Nancy. Tetapi, alibi itu belum cukup untuk membuktikan siapa yang bersalah. Mereka bertiga berada pada tempat yang jauh dari kediaman korban, aku juga sudah mengecek tempat di mana tersangka berada bada saat korban terbunuh.
Kasus ini semakin sulit, Aku beralih untuk mengamati Red dan yang lainnya. Sepertinya mereka berhasil menyusup ke dalam ruang kerja yang dijaga oleh beberapa polisi. Terlihat mereka bertiga sedang mencari berkas-berkas penting yang bisa dijadikan barang bukti.
Aku melihat Gray sedang berbicara pada udara kosong, sepertinya dia bertanya pada sosok penghuni ruang kerja itu. Skill yang dipasangkan oleh diaz tidak bisa bekerja terlalu lama, itu adalah skill yang setengah jadi. Meski tidak bisa melihat, aku dan Blue masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
“ Kau tahu siapa pembunuhnya?”
“ Aku tahu semuanya…” Suara setan itu menggema dalam ruangan, kemudian disusul dengan suara tawa yang sangat menyeramkan.
“ Katakan kepadaku, siapa pembunuhnya?”
“ Tidak semudah itu fesguso… A-Aku ingin Darahhhh….” Apakah hantu memang suka minum darah? Kenapa harus darah? Bukankah sekarang banya minuman yang sangat lezat di dunia ini?
“ Aku tidak membawa darah!” Teriakan Gray menyita perhatin Red dan Yellow, mereka segera menghampiri Gray, ingin tahu apa yang sedang terjadi.
“ Hantu tidak berguna! Enyah!”
Setelah hantu itu pergi mereka bertiga segera kembali mencari berkas-berkas penting yang bisa dijadikan barang bukti. “ Kalian mendengar sesuatu tidak?” Yellow berkata dengan lirih. Sepertinya aku juga mendengar pergerakan yang sangat pelan, apakah ada sesuatu yang akan terjadi?
“ Aku mendegar lahkah kaki dari luar,” Posisi Red yang berdekatan dengan pintu bisa mendegar suara itu dengan cukup jelas. Aku melihat Red mengeluarkan kamera kamuflase yang lainnya, kamera itu keluar melalui fentilasi pada ruang kerja.
Mereka bertiga berkumpul dibalik meja kerja milik ayah Nancy. “ Siapa dia?” Yellow menjuk seorang wanita yang sedang mengendap-ngendap menuju ruang kerja ayah Nancy. “ Aku tidak pernah melihatnya.” Pertanyaan itu dituju untuk Gary.
“ Kau kenal dia tidak?” Gray bertanya pada udara kosong disebelahnya. Mereka sempat melakukan percakapan, sampai akhirnya aku tahu bahwa wanita itu adalah anak pembantu yang bekerja dirumah Nancy.
Melihat ada pergerakan yang aneh, aku meminta pada Diaz dan Blue untuk berkumpul dan mendiskusikannya. “ Bukankah informasi yang didapatkan Yellow tidak ada yang tersisa dirumah itu saat pembantain terjadi? Lalu kenapa anak pembatu itu masih ada?”
“ Apakah ada informasi yang tertinggal?” Blue bertanya pada diaz.
__ADS_1
“ Aku pikir tidak ada yang tersisa, aku tidak mengechek alibi anak pembantu itu, “ Tutur diaz.
Perhatian kami teralihkan pada layar yang menujukkan pergerakan mereka disana. Aku melihat Red sedang bersembunyi dibalik Rak buku dan sedang mengawasi sesuatau. Diaz meminta Red untuk mengarahkan kamera pada objek yang sedang dia awasi.
Terlihat disana anak pembantu itu sedang mencari sesuatu di laci meja kerja. Tindakan gadis itu cukup sangat mencurigakan. Red mengarahkan kamera kamuflase mendekati gadis tersebut, kami semua disini bisa melihat, Gadis itu sedang memegang bingkai foto yang berisi satu keluarga.
Dalam foto itu ada Ayah Nancy dan juga diri gadis itu, tetapi kami tidak tahu siapa wanita satunya. Aku meminta Diaz untuk menyuruh mereka kembali kerumah untuk mendiskuskan gerakan aneh pada gadis itu. Sepertinya itu bisa kami jadikan petunjuk untuk mencari jejak pembunuh.
oOo
“ Bagaimana menurutmu?” AKu bertanya pada Red yang sedang mengamati pergerakan gadis itu dari layar yang berada didepan kami semua. Agar lebih mudah, kami meninggalkan beberapa kamera kamuflase disana.
“ Coba tanyakan pada Nancy,” Blue memberikan ide kepada kami.
“ Aku yang menjadi medianya?” Gray menunjuk pada dirinya sendiri.
Gray cukup lama terdiam, mungkin dia sedang melakukan persiapan untuk menjadikan tubunya media untuk Nancy. “ Nancy?” Blue bertanya sambil menggoyangkan tangan Gray.
Gray terus diam, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. “ Katakan sesuatu!” Itulah tabiat Red, dia tidak bisa untuk bersabar. “ Dasar wanita yang galak, pantas saja tidak ada laki-laki yang mau bersamamu.” Itu adalah suara perempuan yang keluar dari mulut Gray.
“ Apa katamu?! Dasar setan sialan!” Red sudah bersiap-siap untuk menghajar tubuh Gray yang ditempati oleh Nancy, namun sebelum itu semua terjadi Diaz sudah menahannya terlebih dahulu. “ Nanti kau bisa menghajarnya.”
“ Kau kenal wanita tadi Nancy?” Aku bertanya mewakili semunya.
“ Yha, aku kenal dia. Dia adalah anak dari pembantu kami, dia adalah anak haram!” Nancy berteriak di akhir kalimatnya. Anak haram? apa maksud dari ucapannya?
“ Jelaskan pada kami,” Aku kembali meminta penjelasan kepada nancy.
“ Dia itu anak dari ayahku, dia lahir tanpa adanya ikatan suami istri.”
__ADS_1
Sepertinya aku mendapatkan titik terang dari masalah ini.
Yellow bertanya, “ dimana ibunya?”
“ Dia ikut mati bersama kami,” Nancy memberi penjelasan kembali.
“ Keluar sana!” Usir red dengan sangat galak.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Gray kembali pada tubuhnya. Menurut dari pengamatankau, anak pembantu tadi mengambi figura yang berada pada ruang kerja ayah Nancy, bisa di simpulakan bahwa mereka memiliki hubungan yang tidak diketahui oleh publik. Jika hubungan itu tidak diketahui publik, maka bisa jadi atau mungkin pasti, anak itu adalah anak haram.
Aku bisa menjadikan anak pembantu itu sebagai tersangka.
Kemudian, aku menyuruh diaz untuk mengecek alibi anak pembantu itu saat pembantaian terjadi. Dari informasi yang didapatkan oleh Red, Anak pembantu itu memiliki luka tusuk pada perut yang didapatkan pada saat pembantaian terjadi.
Dengan adanya kesimpulan yang kami buat, kita mulai mencari tahu tentang gadis itu. Selama beberapa hari ini kami terus mencari bukti yang mengarah kepadanya, mulai dari luka tusuk yang sangat janggal. Jika pembunuhnya adalah dia, maka dia akan menusuk dirinya sendiri agar terihat seoah olah dia adalah korban, dan membuat alasan yang masuk akal.
Sampai pada akhirnya kami menemukan bukti yang cukup untuk dikirimakn kepada polisi masa depan. Biarlah mereka yang menyelesaikan kasus ini.
Saat ini kami sedang memepersiapkan diri untuk kembali pulang ke masa depan. Yellow masih berdiri bersama Gray, mereka saling menatap satu sama lain. Uh, apakah ada cinta diantara mereka berdua? Itu akan menjadi jarak yang sangat jauh bukan jika mereka bertemu dimasa depa?
“ Ini untuk mu, semoga kita bertemu dimasa depan.” Aku melihat Gray memberi Yellow sebuh kalung yang sangat cantik, kalung itu sepertinya sepasang dengan yang digunakan oleh Gray.
“ Ini hanya ada satu, ibuku yang mendisainnya.” Itu akan lebih mempermudah mereka bertemu dimasa depan. Sepertinya ini akan menjadi kisah yang sangat rumit.
Setelah cukup lama mereka melakuka perpisahan akhirnya kami kembali ke sepuluh tahun yag akan datang.
Huh, aku merindukan kehidupan yang damai.
Setelah sampai di masa depan, kami tidak ingin membuang buang waktu lagi. Segera kami mengirim rekaman yang sudah di edit terlebih dahulu, dan juga bukti-bukti yang mengarah pada anak pembantu tersebut. Sepertinya polisi bertindak denan cepat, ke esokan harinya kami mendengar kasus pembantainan tersebut telah selesai.
__ADS_1