Pak Aran suamiku

Pak Aran suamiku
Rasa cemburu


__ADS_3

Aran bersama


dengan beberapa guru rangkup sains berkumpul untuk memilih yang terbaik.


Mereka memilih


tiap siswa yang jawabanya tepat. Dalam 2 jam kedepan, mereka akan tahu siapa


saja yang masuk dalam pratikum luar biasa.


Aran membagikan


soal latihan para siswa, tak menyangka Airin hadir, padahal mengingat minatnya


pada lomba sains tak besar.


Tersenyum, bahkan


beberapa guru memperhatikan Aran. Bukan soal siapa yang di berikan senyuman


akan tetapi Aran sangatlah tampan dan wangi.


Bukan hanya siswa


yang mengidolakanya akan tetapi Aran cukup populer di kalangan wanita.


”Jangan tebar


pesona yah.” Shena menengur dengan senyuman.


”Biar semangat.”


kata Aran berjalan membagikan soal jawaban.


”Jadi di hadapan


kalian sudah ada soal ujian, kalian perlu mengisinya, yang jawabannya benar,


maka melakukan pratikum biologi dan kimia. Jadi bapak harap kalian sangat


bersungguh sunguh dalam hal ini.” Aran mencoba menyemangati.


Semua terlihat


sangat serius.


Tak dapat


berbicara satu sama lain karena benar benar jarak diatara mereka cukup


berjauhan. Hampir 30 menit Wilson dan Anara memberikan jawaban mereka


bersamaan. Dan menit ke 50 Airin, dan Reynald, di ikuti Ema, memberika soal


jawaban mereka. Waktu istirahat  sekitar


20 menit.


Kemudian di ikuti


1 siswa kelas 1 kemudian di ikuti 3 orang lagi, setelahnya 1 orang terakhir.


Mereka akan di panggil kembali ketika hasil jawabanya telah rangkum.


”Mau sarapan di


ruangan aku.” Aran mengirimkan pesan pada ponsel Airin. Yang keluar lebih dulu.


”Lapak sudah


selesai.” Airin membalas kala mengingat masih ada 5 siswa lainya yang belum


selesai.


”Iya sudah. Aku


tunggu kamu di rungan.” Aran segera mengumpulkan soal dan membawanya ke


ruangan.


Ke duanya bertemu

__ADS_1


kembali, kali ini di dalam ruangan kantor sekolah.


”Ini sarapan


kamu.” Aran menyiap kaya di atas meja.


”Bapak gak


makan.” tanya Airin kala melihat hanya ada satu nasik kotak.


”Kamu makan aja


dulu, karna selanjutnya soal kimia, habis itu biologi.” Aran memberi tahu.


Wajahnya terus tersenyum. Bergantian.


Airin memakanya


dengan ragu ragu. ”Aku kira kamu gak bakal ikut.” Aran bertanya sambil membaca


buku.


”Masih ada 10


menit, sambil makan perhatikan rumusnya.” Aran memperlihatkan label diagram


soal kimia pada Airin. ”Kalau nanti garis faktor ada x kamu hanya perlu


membentuknya lalu bulatkan.” Aran menjelaskan dengan serius. Ada harapan di


sana.


Airin


memperhatikan dengan seksama, bahkan tak bisa mengunya makananya dengan baik


karena terlalu fokus.


Tanpa mereka


sadari panggilan untuk para siswa yang mengikuti lomba agar segera masuk ke


dalam ruangan.


bisa.” Aran memegang pundah Airin dengan gemas.


Berjalan lebih


dulu masuk ke dalam kelas, di ruangan itu wilson berhenti di meja Airin.


”Aku gak lihat


kamu sarapan tadi.” memberikan coklat kemudian berjalan ke mejanya.


Sialnya Aran


memergoki mereka. Airin menjadi gugup dan tak berani menatap Aran. Kembali


membagikan soal. Sekarang mereka sisa 8 orang karena 2 siswa lainya gugur.


Ruangan rasanya


semakin sengit, mereka harus berusaha agar tak sampai di bawah 90. Semua siswa


sangat serius. Kali ini Reynald dan Anara yang cepat mengumpulkan hasil


jawaban. Lalu di ikuti wilson dan Ema, kemudian Airin, lalu 3 siswa lainya.


Tanpa ada


istirahat para guru kembali memberikan soal terakhir yaitu kimia. Aran kembali


membagikan soal pada siswa. Karena kertas jawabann kurang jadi harus menunggu Shena


yang membawanya


Saat masuk Shena


menjatuhkan beberapa berkas di tangannya. Aran yang telah selesai membagikan


soal jawaban berlari menghampiri Shena dan membantunya.

__ADS_1


Aran tersenyum


hangat, begitu pun dengan Shena. Airin menatap kesal.


Tak sampai 20


menit Airin menyelesaikanya, tanpa ragu berjalan mengumpulkan soal jawabanya.


”Airin gak mau di


periksa dulu jawabanya.” tanya Shena meragukan.


”Enggak miss,


lagian kalau gak lolos saya bisa fokus dengan cello.” Airin berjalan dengan


teramat kesal.  Bahkan Aran kaget dengan


kalimat Airin yang terdengar judes.


”Sialan! Aku


salah mengira, ternyata dia baik sama semua orang.” Airin berjalan dengan rasa


kecewa.


”Lagian


senyumanya padaku sama seperti melihat miss Shena. Katanya bukan type nya tapi


matanya gak berkedip.” Airin berjalan dengan buru buru. Menggengam coklatnya


sampai berubah bentuk.


”Airin.” panggil


wilson ketika sudah berada di parkiran. ”Kamu kenapa.” memakaikan helm pada


gadis itu.


Airin hanya diam.


”Hari ini aku bawa motor. Siap jadi driver kamu.” wilson terlihat antusias.


”Gak setia kawan


banget.” Anara bersuara kala mereka terlihat siap melaju.


”Guys, come on. Kita ke danau pama Ema.” Airin yang sudah duduk manis di motor mengajak


dengan senang.


”Lest go.” Ema


segera melaju dengan mobilnya bersama Anara. 2 motor dan satu mobil berkendara


dengan keren melewati jalanan. Layaknya bintang mereka seperti idola populer


sekolah.


Danau yang pernah


jadi tempat ulang tahun Airin tujuan mereka. Tak perduli dengan hasilnya


bagaimana.


”Bdw, what’s wrong wiht you.” Reyland setengah berbisik.


Mereka


menghabiskan waktu dengan mandi dan makan cemilan. Kala itu Airin dan Reynald


sedang duduk di ujung kayu yang di bangun di atas danau. Sementara yang lain


terlihat asik bermain air.


”About what.” Airin seakan paham dengan pertanyaan Reynald.


“You sure.” Melirik ragu.


“I am oke.” Airin tahu kemana arah pembicaraan Reynald. Tak

__ADS_1


lama dirinya mengelurkan ponsel dan memperlihatkan foto yang di ambil dari


cctv.


__ADS_2