Paman Kasar Ku

Paman Kasar Ku
Paman Memanggil Ku ??


__ADS_3

Malam ini merupakan kesembilan malam meninggalnya Alma. Aisyah Anashyabella Gurmantio ibuku dan Alma. Uzaima Grace Khaliq nenek ku


Di rumah besar kediaman Gurmantio ini masih sibuk akan pengajian tahlilan sembilan malam yang masih berlangsung, tidak terkecuali dengan ku yang juga ikut turut andil membantu dalam bekerja, walau hati ku masih dalam suasana berduka ku slalu mencoba menampakan diri tegar di khalayak umum, itu karna ku suka teringat kata-kata ibu semasa hidup


"Dita sayang kau sudah menjadi perempuan dewasa yah nak, ingat dunia orang dewasa sangat jauh berbeda dengan dunia anak kecil, dikehidupan mu saat ini kau akan mulai menemui permasalahan dalam jalan hidup mu ada yang terasa biasa saja, ada yg cukup berat ada juga yang terasa sangat berat bahkan sampai kau sendiri merasa tidak mampu akan melewatinnya. Tapi percayalah sayang Allah tidak pernah tidur, saat Dia memberi kita cobaan disitu Dia juga sudah tau akan kemampuan kita, jadi bila Dita diberi cobaan oleh Allah besok-besok Dita tidak boleh langsung mengeluh apalagi berlarut-larut dalam kesedihan itu tidak baik, Dita harus selalu optimis melewati itu semua dan ketika Dita sudah mampu melewatinnya berarti itu cara Allah untuk mengangkat derajat Dita"


Sambil duduk ditaman rumah, ibu memberikan ku wejangan dengan senyum manis yang slalu menghiasi wajah cantiknya


Kenangan-kenangan itu sangat berharga bagi diri ku mengingat bagaimana saat bersenda gurau dengan mereka berdua, ketika membantu ibu memasak dan ketika membantu ibu memasak dan ketika menemani nenek jalan-jalan sore melihat bunga tanam miliknya, sedikit memberi ku kekuatan untuk melewati semua rasa duka ku saat ini


"Dittaaaa" lamunan ku seketika terpecah saat mendengar suara paman berteriak memanggilku


"Ditaaaaaaaa" teriak paman lagi bahkan lebih kencang

__ADS_1


"Ia paman" ku yang masih berkutik dengan cucian gelas bekas dari tahlilan tadi langsung bergegas mencuci tangan yang selanjutnya berlari menemui asal dari suara tersebut


"Hahh hahh hahhh" ku sampai didepan paman dengan sedikit ngos-ngosan dan ternyata paman Arya berada di depan pintu masuk kamar tidur ku


"Keluarkan semua barang mu dari kamar ini sekarang juga" mendengar perintah paman langsung membuat tubuh ku menegang tiba-tiba


Apa paman mau mengusir ku apa paman Arya betul-betul menjadi setega itu terhadap ku gumam ku dalam hati


"Paa..man..n a..paa mak...sudd pam...man" akhirnya ada suara yang bisa keluar dari mulut ku walau sambil terbata-bata


"Kau memang perempuan bod*h" paman dengan kasar menarik tangan ku masuk kedalam kamar langsung menghepaskan tubuh ku kelantai


Ku meringas karna merasakan pergelangan tangan dan lutut ku sedikit perih

__ADS_1


"Aku tidak mau tau ketika aku balik lagi kesini semua barang-barang mu sudah tidak ada lagi di kamar ini" paman berkata dengan penuh penekanan


Ketika paman keluar ku yang masih terbujur dilantai hanya bisa menangis sesegukan meratapi nasib ku yang mungkin tidak lama lagi akan menjadi gelandangan yang sudah tidak mempunyai tempat untuk berteduh


"Ya Allah kenapa cobaan yang Kau berikan benar-benar sangat berat yaa Allah, baru kemarin aku kehilangan sosok ibu dan nenek, aku juga sudah lebih sakit menghadapi sikap paman Arya yang berubah jahat terhadap ku dan sekarang hikss hikss aku harus diusir dari rumah ini hiksss hiks hiksss" ratap ku


Ku masih terus menangis dalam waktu lama, kali ini ku sudah tidak bisa mengontrol air mata yang terus-terusan keluar dari kedua mata ku, ingin sekali ku berhenti menangis dan memulai mengemasi barang-barang ku takut-takut kalau paman nanti kembali


Namun apadaya ku hanyalah seorang perempuan biasa yang mungkin kali ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melepaskan semua rasa sakit yang ada di dalam hati


Tiba-tiba


"Krekkkkk.." bunyi suara pintu kamar yang pelan-pelan terbuka

__ADS_1


__ADS_2