
Ketika kesadaran Dita sudah mulai terkumpul dia sontak kaget menyadari bahwa seluruh badannya telah basah kuyup
"Aku menyuruh mu membereskan barang-barang mu tapi beraninnya kamu malah tidur enak di sini" teriak Arya dengan sengit
"Pa..aa..man ma..af..ff Di..ta..aa keti..ii..du..uu..ran" permintaan maaf Dita terbata-bata karna saking gugupnya
"Tidak ada kata maaf untuk mu anak si*lan" Arya maju mendekati Dita langsung menarik kerudung sekaligus rambut Dita Ana
"Paman sakit paman sakit hikss hiksss" Dita meringis kesakitan bukan hanya menahan sakit dijambak oleh Arya tapi karna sudah sambil di seret paksa oleh Arya
"Apa kau bilang sakitt... Sakit mu ini tidak sebanding dengan apa yang sudah terjadi karna anak pembawa si*l seperti mu" Arya berteriak sambil tetap menyeret Dita, Arya tidak memperdulikan kesakitan Dita yang bahkan sudah berjalan terseok-seok karna harus mengimbangi langkah Arya
Dita hanya bisa terus-terusan menangis karna sikap kejam Arya, mak Lili dan beberapa PRT lain yang melihat kejadian itu tak kuasa menahan air mata mereka karna memang mereka juga tak bisa berbuat apa-apa
Mereka tidak berani kalau harus berhadapan langsung dengan majikan mereka, biar bagaimanapun mereka menyadari posisi di rumah keluarga Gurmantio yang hanya sebagai bawahan
Sedangkan untuk Mak Lili hanya ketika paman Arya telah menyelesaikan kelakuan buruknya barulah Mak Lili datang untuk membantu dan memberikan kekuatan batin sambil terus berucap kata sabar kepada Dita
Sampai di depan pintu gudang belakang rumah Arya langsung memutar grendel pintu lalu dengan sangat kasar kembali Arya lemparkan tubuh kecil Dita ke dalam ruangan tersebut
"Awww hiks hikss" meringis Dita menahan rasa sakit kepada sekujur tubuhnya
"Mulai sekarang kau ku kurung disini, tidak akan ada orang yang berani menolong mu jangan kan menolong mu orang yang sedikit saja berfikir untuk membantu mu akan ku buat hidupnya sengsara juga" ucapan Arya penuh dengan penekanan
Tanpa melihat kondisi Dita yang basah kuyup Arya kemudian menutup pintu gudang itu dengan sangat keras tak lupa pula untuk menguncinya
"Jangan ada yang berani membuka pintu ini, jangan ada yang berani memberi dia makan juga sebelum aku perintahkan kalau ada yang berani melanggar aku tak segan-segan memecat kalian" perintah Arya yang terkesan seperti ancaman kepada seluruh orang yang melihat kejadian itu, para PRT yang berada ditempat kejadian kemudian hanya bisa diam pasrah menerima perintah Arya karna memang tak ada yang berani untuk membuka suaranya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan pukul 12 tengah malam, yang dimana hampir 3 jam Dita sudah terkurung didalam gudang, bajunya yang basah juga telah kering dibadan, dengan kondisi menggigil kedinginan Dita mengesek-gesekan tangannya kebadan guna menciptakan sedikit kehangatan, dengan bibir yang sudah membiru, muka juga sudah terlihat pucat belum lagi perutnya terasa sakit karna sedari pagi belum makan untung tidak membuat Dita sampai pingsan.
"Ibuuu paman sudah tidak menyayangi Dita bu hikss hikss ibu salahhh mengatakan paman masih sayang sama Dita hikss hikss" ucap Dita disela tangisannya
Dita kembali mengingat-ngingat pertemuannya dengan ibu walau hanya sebatas mimpi tapi Dita sudah merasa senang setidaknya rindunya pada ibu sudah sedikit terobati, tapi mengingat perkataan ibu tentang paman Arya dan merasakan sendiri bagaimana paman Arya sudah berubah menjadi sangat kejam membuat hati Dita menjadi sakit
"Paman apa sebenarnya kesalahan ku paman hiks hikss"
Dita masih menangis bahkan sampai airmatanya kering tak keluar lagi karna saking lamanya dia menangis tapi walau begitu rasa sakit dihati yang Dita rasakan masih sangat jelas terasa entah apa yang membuat paman Arya menjadi sangat membenci dirinya padahal dulu bisa Dita rasakan kasih sayang yang slalu ada didiri paman Arya, walau dulunya paman tidak terlalu sering berbicara dengan Dita tapi apapun yang menjadi kebutuhan dan keinginan Dita slalu saja disanggupi paman Arya
"Ceklek" suara grendel pintu yang diputar
"Non... Non Dita" Mak Lili masuk kedalam gudang dengan membawa nampan berisi makanan juga beberapa selimut dan baju
"Mak" ucap Dita dengan lirih tak bertenaga dengan sorot mata yang sangat senduh
"Perut Dita sakit Mak hiks hikss kepala Dita juga pusing" jawab Dita dengan suara pelan yang hampir tidak terdengar
"Non ini air hangat, non minum dulu yah bentar mak carikan lilin dulu pasti didalam gudang ini ada lilin, sebentar yah" mak Lili segera bangkit mencoba mencari lilin atau semacamnya untuk memberi penerangan lebih didalam gudang
Dita menggerakan tangannya untuk menggapai gelas yang berisi air hangat untuk kemudian diminumnya, sementara mak Lili masih sibuk mencari lilin untuk dijadikan penerangan
"Nah ini lampu caskan" gumam mak Lili ketika menemukan lampu charge dan segera mengutak-atik untuk mencari tombol on off nya, ketika lampu sudah menyala mak Lili segera mendekat kepada Dita untuk memberi penerangan
"Ya Allah non Dita bibir non sudah membiru badan non juga kedinginan" Mak Lili langsung meringis ketika melihat keadaan Dita terlebih menyentuh tangan Dita yang terasa sangat dingin
"Mak Lili perut dan kepala Dita sakit mak" ucap Dita sambil menahan sakit, sebenarnya sekujur tubuhnya sudah terasa sakit hanya saja dia sudah tidak mampu untuk berbicara lebih
__ADS_1
"Non makan sup ini dulu yah, mak akan keluar sebentar untuk mencari obat" Mak Lili segera keluar untuk mengambil obat untuk Dita minum
Tak lupa mak Lili mengunci kembali pintu gudang karna mengingat perintah dari tuan Arya
> Flashback on
Ketika mak Lili sedang duduk melamunkan keadaan Dita didalam kamar tiba-tiba suara ketukan dipintu terdengar yang menyadarkan lamunan mak Lili, ketika mak Lili membuka pintu ternyata orang yang mengetuk pintu kamarnya adalah Arya.
Mak Lili yang tidak menyangka kehadiran Arya nampak sedikit terkejut namun dengan cepat mak Lili langsung menyapa Arya untuk bertanya bantuan apa yang Arya perlukan.
"Ehh tuan Arya.. Ada hal yang bisa mak bantu tuan" tanya mak Lili
"Mak lili... Pergilah bawakan makanan untuk Dita digudang bawakan juga pakaian ganti untuknya, jangan lupa selimut juga" Perintah Arya
"Baik tuan" Balas mak Lili
"Ingat untuk slalu mengunci kembali pintu itu kalau mak sudah selesai atau mau meninggalkan Dita seorang diri" ucap Arya lagi yang dibalas anggukan oleh mak Lili
"Mak" Panggil Arya lagi
Mak Lili yang sudah berjalan beberapa langkah kembali memutar tubuhnya untuk menatap Arya
"Ia ada apa lagi tuan" Tanya mak Iili
"Digudang kalau tidak salah ada lilin atau lampu charge, mak Lili cari saja didalam kardus berwarna merah gunakan itu untuk penerang di gudang" Setelah Arya menyelesaikan ucapannya Arya langsung segera pergi meninggalkan mak Lili
"Mak tau tuan sebenarnya masih sayang sama non Dita, hanya saja sekarang tuan masih belum bisa menerima kenyataan kematian Ibu Ana dan Nyonya Garce" gumam mak Lili luruh dengan tatapan sendu sambil memandang Arya yang barjalan semakin menjauh
__ADS_1
> Flashback off