Paman Kasar Ku

Paman Kasar Ku
Bergegas Takut Kelewat Waktunya


__ADS_3

Jam analog digital di atas meja small yang posisinya persis disamping tempat tidur telah bertuliskan angka pukul 04.13, tidak lama dari itu terdengar suara bedug diiringi adzan dari muadzin dari toa masjid yang menandakan wilayah itu sudah memasuki waktu sholat subuh.


Arya yang masih terbaring dibawah selimut sudah mulai sedikit mengerjapkan matanya lalu menggerakan pelan tubuhnya untuk merenggangkan otot-otot yang masih kaku karna baru habis bangun dari tidur, setelah kesadaran sudah mulai terkumpul Arya kemudian berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap melaksanakan sholat subuh dimasjid terdekat yang berada didalam kompleks perumahannya.


Arya yang telah siap dengan baju kokonya sudah berjalan menuruni anak tangga untuk pergi kepintu utama, baru beberapa langkah kaki Arya jauh dari anak tangga terakhir, terdengar suara mak Lili memanggil Arya dari belakang.


"Tuan Arya" Panggil mak Lili.


Arya langsung membalikan badannya dan menatap ke mak Lili.


"Ia ada apa mak" Tanya Arya.


"Itu tuan non Dita minta izin keluar untuk berwudhu katanya mau sholat subuh tuan" Tanya mak Lili dengan ekspresi sedikit kikuk.


Arya sedikit membiarkan situasi diantara mereka berdua menjadi sunyi karna tidak langsung menjawab pertanyaan dari mak Lili.


"Baiklah biarkan dia keluar ku juga sudah tidak lagi mengurungnya, tapi katakan dengan jelas padanya bahwa sekarang gudang itu yang menjadi kamar tidurnya dan selesai dari sholat ku ingin semua barang-barangnya sudah dipindahkan kedalam gudang itu" Jawab Arya dengan nada yang semakin terdengar ketus.


"Ba..aa..ik tuan" Mendengar perubahan dari nada bicara Arya membuat mak Lili sedikit menjadi salah tingkah.


"Yasudah, apa ada lagi mak" Tanya Arya kembali.

__ADS_1


"Tidak ada lagi tuan" Jawab cepat mak Lili.


"Baiklah kalau begitu ku titip rumah dulu yah mak, ku tinggal sholat dimasjid"


"Ia tuan"


Arya lalu membalikkan badannya dan langsung kembali berjalan menuju pintu utama, ketika sudah berada diluar dan baru saja tangannya menutup pintu wajah Aryah tiba-tiba berubah menjadi sendu, merasakan kalau apa yang baru saja dia lakukan tidaklah benar itulah yang menjadi kata hatinya, setidaknya hati Arya tidak berubah tapi dengan cepat Arya menepis kembali rasa itu.


"Aku sudah cukup baik membiarkan pembunuh itu masih tinggal dirumah ini dari pada tinggal dijalanan, jadi berhentilah merasakan kau bersalah Arya" Gumam Arya kepada dirinya sendiri yang lalu melanjutkan kembali langkahnya.


Mak Lili yang sudah melihat Arya menutup pintu dengan segera menuju gudang tempat Dita dikunci, untung saja setelah mengganti pakaian dan minum obat semalam kondisi Dita menjadi lebih baik.


"Non ayo keluar tuan Arya sudah mengizinkan non Dita mengambil air wudhu" Ucap mak Lili yang sambil membuka lebar pintu gudang.


"Benarkah paman sudah mengizinkan Dita mak, Dita takut kalau nanti paman marah lagi" tanya Dita yang seakan masih belum yakin.


"Ia non tuan sudah memberi izin kok, tadi tuan juga sempat bilang kalau tuan Arya juga sudah tidak mengurung non Dita, hanya saja" Ucap mak Lili yang tiba-tiba berhenti.


"Hanya saja apa mak" Tanya Dita yang sudah kembali merasakan cemas.


"Kata tuan selesai sholat non Dita disuruh memindahkan barang-barang non kegudang ini, katanya mulai sekarang gudang ini yang menjadi tempat non Dita tidur" Jawab mak Lili dengan suara yang terdengar berat.

__ADS_1


Mendengar pakataan mak Lili membuat Dita menjadi sedikit tenang, awalnya Dita mengira kalau Arya kembali akan mengusirnya setelah selesai melaksanakan sholat subuh nanti, setidaknya bagi Dita tidur digudang masih lebih baik kalau harus dibandingkan diusir dari rumah.


"Baiklah mak kalau begitu, yaudah kita siap-siap ambil air wudhu yuk kita sholat subuh berjamaah" Panggil Dita kepada mak Lili dengan senyum yang mengembang diwajahnya.


"Non Dita tidak sedih harus pindah kegudang ini non" Tanya mak Lili yang sedikit merasa heran dengan ekspresi yang ditunjukan Dita.


"Sedih kenapa mak" Tanya Dita kembali karna merasa bingung dengan pertanyaan mak Lili.


"Tidak apa-apa non, mak kira non akan sedih karna harus pindah kegudang ini, apalagi mulai sekarang non Dita harus tidur didalam sini" Jawab mak Lili.


Mendengar perkataan mak Lili membuat Dita kembali mengukir senyum diwajahnya.


"Dita nggak papa kok mak kalau harus tidur dalam gudang ini, setidaknya Dita masih bisa tinggal dirumah yang sama deng mak dan... juga paman Arya" Jawab Dita yang tiba-tiba berubah menjadi sendu.


"Non yang sabar yah, tuan pasti akan sadar dengan semua sikapnya selama ini kepada non Dita" Ucap mak Lili mencoba menghibur Dita.


"Ia mak" Jawab Dita kembali dengan tersenyum.


"Yaudah yuk mak kita ambil air wudhu nanti kelewat lagi waktu subuhnya" Kini Dita sudah menarik pelan tangan mak Lili agar cepat bergegas.


"Ia non Dita" Jawab mak Lili tersenyum sambil mengikuti langkah Dita.

__ADS_1


__ADS_2