
Seketika jantung ku langsung memompa dengan cepat
"Ya ampun aku belum selesai membereskan barang-barang ku" gumam ku di sela tangis ku
Walau gugup sudah tidak bisa terbendung lagi tapi aku sudah memasrakan semua yang akan terjadi
Andai yang masuk itu paman, ku sudah siap menerima tindakan yang akan paman berikan
Makin lama pintu didepan ku makin terbuka lebar sosok di balik pintu itupun sudah mulai menampakan dirinya, saking gugupnya tanpa ku sadari mata ini sudah terpejam dengan sendirinya sedang dalam hati tiada berhenti ku berucap menyebut nama Allah sambil memohon perlindungan Nya
Tiba-tiba ku merasakan pelan sentuhan tangan mengusap kepala ku
"Sayang... Kenapa kau menangis"
"Suara ini seperti...." gumam ku dalam hati dan cepat saja ku langsung membuka kedua mata ku
"Ibuuuu" kata yang melongos keluar begitu saja dari bibir ku ketika melihat siapa sosok yang berada tepat didepan ku
"Ibuuu ini benar kau" tanya ku lagi tidak percaya
"Ia ini ibu sayang... kenapa Dita menangis seperti ini nak" yakinkan ibu pada ku dengan posisi juga sudah bersempuh didepan ku dengan tangan kanannya sambil menyapu bersih air mata yang jatuh di pipi ku
Dengan cepat ku langsung merangkul tubuh didepan ku dengan sangat erat ku peluk tubuh ibu, menumpahkan semua rasa rindu, sakit, beban, duka dan penat yang bercampur menjadi satu dalam dekapan ini, lama peluk ini ku lepaskan seakan-akan takut dan tidak rela kalau ibu harus pergi lagi meninggalkan ku
__ADS_1
"Ibu jangan pergi lagiii.. Dita sangat merindukan mu bu hikss hikss" kata-kata ku sambil terisak karna tangisan ku yang kembali mulai memecah
"Sayang... Ibu tak pernah meninggalkan Dita, ibu slalu ada dekat dengan diri mu jadi sekarang hapus air mata Dita yahh ibu tidak sanggup melihat Dita menangis seperti ini" ucapan ibu yang begitu halus kepada ku
"Selama ini ibu dari mana saja, kenapa ibu dan nenek tega berbohong pada kami.. Ibu baik-baik saja kan di mana nenek aku sangat merindukan nenek bu, aku juga ingin bertemu dengan nenek" pertanyaan ku beruntun sambil meregangkan pelukan ku untuk melihat wajah seorang yang begitu sangat ku rindukan
Ku tatap mata ibu, mata sayu yang juga menatap balik diri ku, mata sayu dengan sorot mata yang begitu ku kenal dengan kehangatan dan ketulusan yang berada dibaliknya. Keberadaan ibu sekarang seperti hujan penghilang rasa gersang dihati ku, seketika semua rasa sakit akan rindu dan sedih karna ditinggal seperti terangkat musnah dengan sendirinya
"Maafkan ibu yah sayang... Ibu dan nenek tak pernah bermaksud pergi tanpa pamit pada kalian semua, takdir yang memang sudah bergerak sesuai dengan garisan Nya... Ibu dan nenek juga baik-baik saja kok yang Dita harus tau Dita tidak boleh hilang semangat Dita harus terus melanjutkan hidup dengan optimis, nenek di sana juga ingin agar Dita slalu ceria setiap harinya jadi jangan bersedih lagi yah sayang" ucap ibu sambil mengelus kembali dengan lembut pucuk kepala ku
"Baiklah Dita tidak akan bersedih lagi tapi apa maksud ibu dengan garisan takdir.. Dan dimana memang nenek bu, tolong panggilkan nenek sekarang bilang kalau Dita ingin bertemu bilang kalau Dita sangat merindukan nenek bu" rengek ku pada ibu yang kini sambil memegang tangannya
"Nenek sedang tidak bisa kesini sayang, tapi percayalah maupun nenek ataupun ibu tidak akan pernah meninggalkan kamu, kami berdua akan slalu dekat dengan Dita" walau kecewa karna tidak bisa bertemu dengan nenek tapi setidaknya perkataan ibu yang bilang kalau mereka berdua tidak akan pergi lagi meninggalkan ku sedikit membuat ku tenang
"Sayang... Ibu juga punya permintaan untuk Dita"
"Apa itu bu selama masih sanggup pasti akan Dita lakukan" jawab ku
"Ini tentang paman mu, paman Arya"
Mendengar nama paman Arya disebut langsung membuat tubuh ku kaku seketika, ibu yang menyadari perubahan pada diri ku kembali lagi bertanya "Ada apa sayang"
"He..eee tidak bu tidak ada apa-apa" ku menjawab pertanyaan ibu dengan sedikit tergesa-gesa
__ADS_1
Sedikit lama ibu terdiam dan tidak lama ibu kembali bersuara
"Ibu tau kalau paman Arya akhir-akhir ini tidak berkelakuan baik kepada mu, ibu tau kalau dia suka berlaku kasar kepada mu kan Dita" bisa ku rasakan ada perasaan sedih saat ibu mengucapkan itu
"Tidak seperti itu kok bu, paman Arya mungkin cuma syok ketika mendengar kabar berita ibu dan nenek pada awalnya. Tapi setelah melihat ibu dan nenek baik-baik saja pasti paman akan kembali menjadi seperti paman Arya yang dulu" ucap ku semangat, ku tak ingin ibu jadi sedih karna memikirkan masalah ini
"Sayang berjanjilah kepada ibu kalau kamu tidak akan meninggalkan paman mu, di dunia hanya tersisa kalian berdua yang saling memiliki satu sama lain kalau bukan kalian berdua tidak ada orang lain lagi, tolong berjanjilah pada ibu Dita" pintah ibu pada ku, baru kali ini ku melihat ibu meminta suatu hal dengan bersungguh-sungguh seperti ini
"Baik bu Dita berjanji pada ibu, tapi bukan hanya Dita dan paman masih ada ibu dan nenek juga dalam keluarga kita, jadi kita sebagai satu keluarga tidak akan saling meninggalkan " dengan tersenyum ku berjanji pada ibu sabil mengangkat dua jari telunjuk dan tengah ku
Ibu juga membalas senyuman ku seakan puas dengan apa yang baru saja aku ucapkan
"Percayalah walau bagaimana dia memperlakukan mu jauh dilubuk hati nya, paman sangat menyayangi mu jadi Dita yang sedikit harus bersabar dengan sifat paman yah jangan menyerah untuk slalu berada disisinya" kini ibu sudah sambil memeluk tubuh ku
"Ia bu" jawab ku yang juga sambil membalas pelukan ibu, begitu hangat itulah yang ku rasakan dalam pelukan ibu
Tapi tiba-tiba ibu melonggarkan pelukannya
"Ibu tidak bisa lebih lama lagi sayang, ibu harus pergi.. Dita harus ingat semua pesan-pesan ibu yah Dita juga harus ingat semua janji-janji Dita"
Tanpa sadar ibu sudah berdiri yang kemudian berjalan menjauh menyentuh gagang pintu untuk keluar dari dalam kamar
Ku tersentak langsung bangkit ingin mengejar ibu tapi langkah ku seakan pendek walau ku sudah sambil berlari kencang
__ADS_1
"Bu tunggu bu.. Bu jangan pergi lagi buu ibuu ibuu" teriak ku berharap ibu akan berhenti
Byurrrrrrrr "Beraninya kauuuuuu" samar ku dengar teriakan paman