
Gadis itu sedikit senang.
"...Kita berada di Kurukshetra."
"Sebagian besar bagian timur adalah kerajaan-kerajaan, sampai ke laut, ada banyak tempat di seberang lautan, tetapi gak banyak manusia. Di sana ada monster yang kuat dan medan yang sangat berbahaya."
"Di sebelah utara adalah Gunung Klan Naga yang agung."
"Ada beberapa kota di sana, dan banyak spesies berbeda hidup di dalamnya."
"Semakin jauh ke utara, semakin buruk iklimnya. Ada banyak monster kuat yang tinggal di sana."
"Di kejauhan adalah pegunungan yang tak berujung."
"Setiap beberapa tahun, kami akan mendapatkan informasi baru dari para kultivator, tetapi masih banyak area yang tidak diketahui."
"Tentu saja sebelum sampai sana adalah Hutan Klan Naga."
"Ada banyak spesies berbeda yang hidup di sana."
"Setelah bertahun-tahun pertempuran antara elf, manusia, dan iblis, tidak ada yang memperoleh daerah itu."
"Sangat sedikit orang yang bisa melewatinya."
"Dengar cerita ada sekte jahat dan kultivator dengan kekuatan sihir terlarang."
"Tapi itu hanya rumor."
“Wah, ternyata informasi di kompas itu benar, keren sekali!” Angela berpikir.
"Bagian barat hutan pada dasarnya adalah wilayah elf, tapi kami tidak tahu banyak tentangnya."
"Tentu saja perang masih berlangsung."
Gadis itu menggelengkan kepalanya dan menghela napas. Ia melanjutkan: "Elf pada dasarnya berperang dengan semua ras."
"Karena mereka haus darah dan gila."
"Tapi jumlah mereka gak banyak, jadi ras lain bisa memaksa mereka kembali ke hutan."
"Banyak orang mencoba masuk ke sana untuk menyerang desa mereka, tapi gak ada yang kembali hidup-hidup."
"Itu adalah wilayah mereka. Setidaknya kebanyakan orang setuju dengan itu, tetapi spesies lain masih ingin mencoba."
“Elf itu makhluk yang haus darah? Menarik,” pikir Angela.
"Ini Kota Kuten."
"Sebuah kota yang berdiri sendiri seperti tujuh kota besar di selatan hutan."
Angela menggelengkan kepalanya.
"Cukup, terima kasih."
"Aku tertarik dengan level dan keterampilan pada setiap profesi."
"Aku seorang Master Obat. Aku dengar ada prajurit dan penyihir."
"Bisakah kamu jelaskan sedikit?"
__ADS_1
Christina mengangguk.
"Ada banyak profesi. Jika kamu memenuhi persyaratan tertentu, kamu bisa memilih satu."
"Seseorang dapat memilih identitas dan profesi, tapi aku tidak tahu apakah ada cara untuk mendapatkan lebih banyak."
"Apakah yang kuberitahu terlalu dasar?"
Angela memberi isyarat kepada Christina untuk melanjutkan.
"Setiap profesi memiliki keterampilan tertentu, baik aktif maupun pasif."
"Aku yakin kamu juga punya."
"Kamu bisa meningkatkannya dengan cara terus menggunakannya."
"Kamu dapat meningkatkan profesi dan keterampilanmu dengan membunuh monster dan bahkan makhluk lain."
"Semakin kuat monsternya semakin bagus."
"Tentu saja, kamu bisa sering menggunakan keterampilan. Tapi, itu akan jauh lebih lambat."
"Untuk bergabung dengan pasukan, setidaknya kamu harus mencapai level 10."
"Untuk pasukan level yang lebih tinggi, perlu level yang lebih tinggi lagi."
"Berapa level tertinggi profesi dan keterampilan yang diketahui saat ini?" Angela bertanya.
"Di Kota Kuten, ada beberapa kultivator yang memiliki level di atas 100."
"Beberapa prajurit elit juga berada dalam jangkauan ini."
"Dalam hal keterampilan, aku dengar ada yang memiliki keterampilan tahap kedua level 10 bahkan lebih tinggi."
"Setelah keterampilan mencapai level 20, maka akan memasuki level tahap kedua."
"Tentu saja, mereka akan menjadi lebih kuat."
"Ini informasi yang sangat berguna, makasih."
"Dalam hal ini, seberapa penting level manusia dan monster... misalnya... naga api."
Christina tidak menunjukkan banyak reaksi terhadap pertanyaan ini, jadi Angela menghela napas lega.
"Monster dengan level yang cukup tinggi dapat merusak atau bahkan membunuh kultivator level 100."
"Naga api yang kamu katakan itu adalah binatang yang sangat kuat."
"Naga api level 5 mungkin merupakan lawan yang menakutkan bagi kultivator level 30."
"Oh ya, kamu hanya bisa melihat mereka di utara selama satu atau dua minggu, jadi berhati-hatilah dengan tempat itu."
"Naga api level 30 dapat melawan serigala level 80, tetapi ada terlalu banyak faktor yang mempengaruhi pertempuran, sulit untuk mengatakannya... Lagi pula, level bukan segalanya."
"Binatang yang memiliki kecepatan sepuluh kali lebih cepat, bisa saja membunuh binatang yang lebih tinggi 100 level darinya."
"Paham."
"Terakhir, aku ingin tahu tentang atribut."
__ADS_1
"Senjata, armor, dan pakaian."
"Apakah ada cara untuk meningkatkan levelnya dengan sihir atau status poin?
"Jujur, aku belum pernah dengar atribut yang bisa ditingkatkan levelnya, tapi mungkin saja ada."
"Aku pernah dengar ada atribut bagus yang bisa menambah keterampilan khusus untuk orang yang memakainya, tapi itu sangat jarang, dan orang-orang cenderung merahasiakannya."
"Kebanyakan kultivator memakai atribut semacam itu, yang pada dasarnya hanya ditemukan di dunia bawah tanah."
"Dunia bawah tanah... apa itu?"
Christina melanjutkan: "Sihir alami di tempat itu sangat kuat."
"Monster cenderung berkumpul di sana, dan evolusi juga akan terjadi."
"Tidak ada yang benar-benar memahami proses itu."
"Monster di dunia bawah tanah lebih agresif dan sangat kompak."
"Kadang-kadang mereka juga meninggalkan bawah tanah untuk menyerang desa dan kota."
"Mereka juga bereproduksi lebih cepat dan akan meninggalkan atribut berharga saat terbunuh."
"Kultivator suka pergi ke sana untuk mendapatkan atribut yang bagus."
"Atau hanya untuk memperoleh uang."
"Makasih untuk bantuannya."
"Sisanya untukmu saja, orang yang di luar itu tidak perlu tahu."
Angela meninggalkan 1 koin perak di atas meja, Christina tersanjung dan berterima kasih.
Angela bangkit dan meninggalkan perpustakaan.
Percakapan hanya satu jam, tetapi gadis itu sangat antusias.
"Meskipun tidak tahu informasi spesifik tentang makhluk dan kerajaan tertentu, tapi sepertinya lebih menarik untuk menjelajahinya sendiri."
Angela menatap ke langit.
"Hanya satu jam, tapi matahari sudah begitu terik."
Dia tersenyum, menuruni tangga dan berjalan ke lapangan.
"Sepertinya dunia ini gak seburuk yang gue kira."
Saat ini sudah banyak warung yang berjualan makanan.
Aromanya menyebar ke sepanjang jalan.
Angela membeli makanan sambil berjalan di sepanjang jalan.
Daging panggang, jus, sosis, biskuit beras...
Dia berjalan sampai di sebuah taman, dan makan di sana.
Matahari menyinari seisi kota, dan juga gunung di sebelahnya.
__ADS_1
Angela duduk di bawah pohon yang memberikan keteduhan padanya.