
Angela berteleportasi dua kali untuk menghindari serangan naga itu.
Armor kulit dan pakaiannya terkena serangan dan sudah tidak sebagus tiga bulan lalu.
Teleportasi lagi, dia berhasil menghindari serangan api sang naga.
"Sungguh mengganggu..."
Sambil menyembuhkan luka-lukanya, dia mulai maju menyerang dengan cepat.
Dari waktu ke waktu, dia menggunakan teleportasi ke kiri dan ke kanan untuk membingungkan naga itu. Jarak keduanya semakin dekat.
Dia mengetahui bahwa jika target bergerak dengan cepat, naga api tidak akan menggunakan serangan semburan api.
Berhasil mendekati naga itu, Angela bersiap untuk meninju sisi kirinya, tetapi naga api itu menundukkan kepala dan menyemburkan api lagi.
Api menyebar dan sepenuhnya menutupi daerah sekeliling.
Tangan kanan Angela terbakar, dia terpaksa berteleportasi kembali untuk memadamkan api.
"Hampir saja gosong..."
Mencium daging yang terbakar, Angela menyeringai.
"Sudah lama tidak ada yang membuatku begitu serius."
Senyum kembali muncul di wajahnya, Angela memasang kuda-kuda.
Mengulangi cara sebelumnya, naga api melakukan hal yang sama dan memaksanya mundur kembali.
Dia tidak terbakar kali ini, tetapi dia masih tidak bisa menyentuh lawannya.
"Tidak memiliki serangan jarak jauh. Gue jadi ragu apakah bisa bertahan dari serangannya yang berturut-turut dengan kekuatanku..."
Angela berteleportasi ke atas, dan menendangnya, tapi semburan api segera mengelilinginya.
"Gue gak percaya gak bisa membunuh loe."
Semburan api segera menelannya.
Angela terus menendang naga api tersebut, dan kemudian segera menggunakan pemulihan sambil bergerak menjauhinya.
"...sedang memulihkan...tapi sakit banget..."
Naga itu menatapnya dengan mata yang penuh amarah.
Raungan rendah memenuhi udara.
Saat kembali menyerang, Angela menghindari dua semburan bola apinya.
__ADS_1
Pemulihan tidak pernah berhenti sepanjang pertempuran.
Dengan level dan sihir saat ini, itu bukan masalah baginya.
Angela terus mendekat, dan melepaskan serangan beruntun.
Dua tinjunya membuat naga itu terhuyung-huyung. Angela menggertakkan giginya saat melewati api. Pakaian dan armornya terbakar hangus.
[Ding! Kamu telah menguasai keterampilan umum menahan panas]
[Mengabaikan peringatan orang tua dan teman-teman dan berdiri di tengah api]
[Keterampilan ini akan membantu mengurangi cedera dan rasa sakit]
[Level 1]
"Perfect……"
Angela terus berteleportasi dan menendang naga itu.
Naga itu tidak menyemburkan api, tetapi menggigitnya dengan gigi tajamnya.
Angela berteriak. Lengan kanannya dihancurkan oleh rahang kuat naga itu.
Menyadari bahwa dia tidak bisa berteleportasi, Angela mengertakkan gigi dan meninju kepala naga itu.
Status Master Obat, Tubuh Master Obat, dan Penghancuran terus digunakan, sihirnya terkuras dengan cepat.
Naga api itu menjerit kesakitan, melepaskan lengannya, dan menyemburkan api lagi.
Angela menghindar, lalu menendang dadanya, dan naga api itu kembali menyemburkan api.
Naga api menatapnya dengan mata memerah.
Angela balas menatap, ia juga cedera parah.
"Tapi masih hidup..."
Angela berusaha menyembuhkan lukanya.
Dia berlutut dengan satu lutut dan mengalami kesulitan bernapas.
Matanya tidak pernah meninggalkan lawan, dan tubuh yang terbakar perlahan membentuk kulit baru.
Pakaian yang dulunya bagus, sekarang sudah hangus parah, nyaris tidak bisa menutupi bagian privasi tubuhnya.
Setelah sembuh dalam satu menit, Angela berteleportasi dan menendang dengan keras perut naga api yang tidak memiliki perlindungan.
Dia berteleportasi lagi.
__ADS_1
Menendangnya berkali-kali hingga naga api itu berhenti melawan.
[Ding! Kamu berhasil membunuh naga api]
[Membunuh lawan yang levelnya 30 lebih tinggi, kamu akan mendapatkan bonus pengalaman]
[Ding! Master Obat Master telah mencapai level 47]
[Mendapatkan 5 poin statistik]
"Apa? Naga ini level 76..."
Angela masuk keadaan meditasi dengan cepat, lalu perlahan berjalan ke sisi naga api yang telah mati.
Dalam beberapa bulan terakhir, dia memperhatikan bahwa dia bisa melihat level binatang apa pun.
Saat wawasannya mencapai level 2, dia hanya bisa melihat level binatang yang lebih tinggi 14 level darinya.
Dengan kata lain, tidak lama lagi dia akan dapat melihat level binatang naga.
Tapi perbedaan mereka sangat besar, mungkin karena wilayah tempat tinggal mereka berbeda.
Angela berjalan ke sana dan mulai melepas sisik naga itu.
"Sejauh ini, ini sisik naga yang paling sulit dilepas."
Setelah beberapa saat, akhirnya dia berhasil menusuk celah sisiknya, dan melepas satu sisiknya.
[[Sisik Anak Naga Api-Kualitas Tinggi]]
"Ah, hanya sisik anak naga..."
Angela melepas sisik naga selama dua jam dan menikmati cahaya matahari di lapangan terbuka.
Pertengahan musim panas telah lewat dua bulan, tapi cuaca masih membuat gerah.
Iklim dan musim di sini memang berbeda dengan di bumi.
"Gimana gue membawanya? Gak punya ransel dan masih ada dua jam perjalanan sebelum sampai di kuil..."
Dia menatap tumpukan sisik naga dan menghela napas.
"Tapi gue pingin banget..."
Angela mencoba menyimpan sepertiga sisik ke dalam jubah dan pakainnya yang sudah terbakar itu.
"Harus kembali lagi besok..."
Sepertinya ini sudah sore.
__ADS_1
"Harus menyembunyikannya dulu..."