
Yuna Ibriza adalah gadis yang berusia 17 tahun dan akan menginjak usia 18 tahun. Yuna merupakan anak yang sangat sangat ceria, hari-harinya selalu ia lewati dengan kebahagiaan didalamnya. Namun malam ini Yuna harus menghadapi masalah yang membuatnya terikat dengan seorang Tuan Muda.
Tepatnya sore hari ketika Yuna selesai bekerja, ia segera pergi ke makam ibunya. Yuna ingin mengunjungi ibunya tadi pagi, tetapi karena kesibukannya yang mengharuskan ia berangkat pagi-pagi sekali membuat Yuna tak sempat mampir dan langsung saja menuju ke toko bunga miliknya.
Hari ini Yuna begitu sibuk bahkan ia tak sempat untuk sarapan dan makan siang, syukurlah adik kesayangannya datang ke tokonya membawa makan untuknya. Meskipun ini sudah telat jam makan siang bahkan ini sudah sore tetapi Yuna tak mempermasalahkan itu karena dengan kedatangan adiknya membuatnya merasa lelah yang sejak pagi hinggap ke dirinya seketika hilang. Senyuman adiknya yang begitu manis membuatnya merasa sangat bahagia, karena itulah Yuna selalu semangat bekerja untuk dirinya dan juga adiknya.
__ADS_1
Razka merupakan satu-satunya keluarga yang tersisa bagi Yuna sekarang tepatnya setelah mereka kehilangan ibu mereka disaat Yuna menginjak usia 5 tahun dan Razka masih berusia 2 tahun saat itu. Disusul juga nenek mereka yang telah merawat mereka sejak ibu mereka meninggal, tepatnya sang nenek meninggal dunia 3 tahun lalu. Setelah kejadian itu Yuna selalu bekerja keras di toko milik mereka yang merupakan peninggalan sang nenek.
Syukurlah tahun ini Yuna telah lulus SMA sehingga sekarang Yuna tak perlu lagi bersusah payah pulang sekolah bekerja, karena jarak sekolah dan toko bunga yang sangat jauh membuat Yuna sangat lelah setiap harinya. Syukurlah jarak tempat kuliahnya searah dengan toko bunga sehingga Yuna tak perlu bolak balik seperti waktu ke SMA dulu. Mendapatkan nilai yang sangat sempurna disaat ia harus bekerja untuk dirinya dan juga adiknya bukanlah hal yang mudah bagi Yuna, karena itulah Yuna tak menyia-nyiakan kesempatan beasiswa yang ia dapatkan.
Setelah mereka makan Yuna dan Razka bergegas menutup toko bunga dan berniat mengunjungi makam ibu dan neneknya. Ibu dan nenek merupakan orang yang tersayang bagi mereka, karena mereka berdua tidak memiliki keluarga lagi selain ibu dan nenek.
__ADS_1
Hanya saja tinggal satu ujian, yaitu ujian universitas yang harus Yuna ikuti dengan serius. Yuna telah mengikuti ujian seleksi seminggu yang lalu, dan tepatnya 3 hari yang lalu adalah hari ketulusan SMA sekaligus diumumkannya orang-orang yang memiliki kesempatan kuliah disana. Meskipun sudah pasti bisa kuliah disana tetapi Yuna harus mengikuti satu ujian lagi, karena jika ia berhasil sepenuhnya mendapatkan posisi pertama maka Yuna bisa membuat adiknya masuk tanpa seleksi di Universitas Internasional itu. Karena kuliah di Universitas Internasional ini merupakan impian Razka. Hal itulah yang membuat Yuna bekerja keras agar ia bisa sepenuhnya mendapatkan beasiswa itu meskipun kuliah disana bukanlah menjadi impian Yuna, baginya kuliah dimana saja itu sama saja.
karena makam ibu dan neneknya bersebelahan jadi mereka duduk diantara 2 makam. Razka juga menceritakan dirinya yang mendapatkan penghargaan karena tim basket sekolah mereka mendapatkan juara pertama se-Ibukota, dimana tim basket ini dipimpin oleh Razka.
Razka tak henti-hentinya menceritakan kebahagiaannya saat itu, meskipun Yuna tak bisa hadir Razka tetap bersyukur karena ia tahu jika doa kakaknya selalu menyertainya. Kedua kakak adik itu saling bertukar cerita sehingga tanpa di sadari mereka sudah meneteskan air mata, yang lama kelamaan membuatnya Yuna terisak karena rasa rasa rindunya terhadap ibu dan neneknya. Razka yang tak begitu ingat ibunya karena ditinggal pada saat masih sangat kecil, hanya bisa menangis mengingat kenangan bersama neneknya. Semasa hidupnya nenek selalu berusaha memberi yang terbaik untuknya dan kakaknya Yuna, nenek yang selalu ada disaat mereka membutuhkan sosok ibu.
__ADS_1
Bahkan peran nenek lebih dari seorang ibu karena nenek juga berperan sebagai seorang ayah yang terbaik bagi mereka. Banyak kenangan bersama nenek yang membuat Razka menangis, nenek yang tak henti-hentinya selalu memuji ibu mereka dimana nenek selalu mengatakan jika ibu mereka adalah ibu dan putri terbaik di dunia ini.
Tidak terasa hari sudah mulai gelap, Yuna dan Razka tidak menyadarinya karena mereka asik saling peluk dan memberi kekuatan satu sama lain ketika mereka tak dapat membendung air mata mereka di depan makam.