
Setelah pulang dari makam, Yuna dan Razka segera pulang menuju ke rumah mereka. Menyusuri jalan dengan motor peninggalan ibunya Yuna membonceng adiknya karena Razka masih dibawah umur untuk mengendarai motor. Razka memang sudah bisa mengendarai motor tetapi Yuna melarangnya pergi dengan mengendarai motor karena Yuna tidak ingin adik semata wayangnya kenapa-kenapa. Karena itulah setiap Razka mau pergi Yuna selalu mengantarnya meskipun kadang-kadang Razka naik angkutan umum untuk pergi ke sekolahnya.
Ketika menyusuri malam yang indah ini bersama adiknya, kejadian tak terduga menimpa Yuna dan Razka. Entah kenapa tiba-tiba rem motornya mendadak blong
"Kakak awas" Teriak Razka
Karena rem sepeda motor yang blong membuat Yuna tak bisa menghentikan laju motornya tepatnya ketika seseorang pria paruh bayah secara tiba-tiba sudah berada di depan mereka. Karena tak bisa mengerem, kejadian naas itupun terjadi. Syukurlah Yuna masih bisa mengelak walaupun sedikit, namun meskipun Yuna bisa mengelak sedikit tetapi tetap saja pria tua tertabrak walaupun motornya. Ketika Yuna mengelak dan 'Dduaarrr
Kecelakaan terjadi dan tak bisa dielakkan. Yuna menabrak dinding trotoar yang menyebabkan dirinya dan Razka terluka. Bukan hanya pria tua itu tetapi Yuna dan Razka juga ikut terluka, namun jika seandainya Yuna tak mengelak sedikit saja mungkin si bapak akan meninggal dunia pada saat itu juga. Yuna yang masih bisa bangun langsung melihat keadaan bapak tersebut, "alhamdulillah bapak ini masih hidup" ujar Yuna
Yuna langsung berteriak meminta tolong dan syukur alhamdulillah orang-orang yang mandengar pun langsung berlarian menuju lokasi kecelakaan. Yuna yang merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya segera memeriksa keadaan sang adik. Ketika melihat keadaan adiknya yang sudah bersimbah darah membuat kaki Yuna mati rasa dan lemas seketika berada disebelah adiknya. Air mata Yuna sudah mengalir sangat deras dan Yuna tak henti-hentinya memanggil nama sang adik.
Orang-orang yang berada di lokasi kecelakaan sudah menelepon ambulans, melihat Yuna yang menangis mereka juga membawa adik Yuna yang terluka sangat parah. Itu karena punggung Razka yang langsung mengenai dinding trotoar membuat Razka menderita luka dipunggungnya. Yuna yang tak henti-hentinya menangis menggenggam tangan adiknya dan menyelipkan doa agar adiknya baik-baik saja.
__ADS_1
Sesampainya di Rumah Sakit, dokter langsung menangani kedua pasien. Ketika dokter melihat pasien pertama, betapa terkejutnya mereka melihat pria paruh bayah yang mengalami kecelakaan malam ini. Dokter yang menanganinya pun langsung meminta perawat menghubungi Kepala Rumah Sakit disini. Ini merupakan Rumah Sakit terdekat dari lokasi kecelakaan, dan pria tersebut merupakan orang yang sangat penting terutama di Rumah Sakit ini.
Kepala Rumah Sakit bergegas bahkan berlari untuk memastikan apakah yang disampaikan perawat lewat telepon itu benar atau tidak. Syukurlah ia masih di parkiran Rumah Sakit, sehingga tak butuh waktu lama baginya tiba disini. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seseorang yang ia kenal "Paman" teriaknya sangat terkejut
Karena tak ingin merahasiakan ini Dokter yang sekaligus Ketua Rumah Sakit ini segera menelepon sebuah nomor, ketika diangkat ia langsung bicara "datanglah ke Rumah Sakit sekarang karena paman terlibat kecelakaan"
Dia mendengar teriakan yang sangat keras di seberang sana "APA!!" dan karena saking terkejutnya handphone nya pun terlepas dari genggamannya
Dengan rasa yang sangat khawatir ia menuju Rumah Sakit, Sekretaris pribadinya bahkan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena dia tahu kekhawatiran Tuannya. Bahkan mobil mereka menyalip semua kendaraan yang mereka temui, syukurlah ia sangat pandai dalam hal ini sehingga tidak terjadi kecelakaan apapun.
Tuan Muda tidak menghiraukan sama sekali perkataannya sehingga terjadi tabrakan yang cukup keras dengan seorang wanita dan membuat wanita itu terjatuh. Sang wanita menangis sesegukan entah karena dia terjatuh atau karena hal lain. Karena bingung kenapa wanita ini menangis, dan mengira bahwa kecerobohannya lah yang membuat wanita ini menangis sesegukan membuatnya memapah wanita ini menuju sebuah kursi tunggu dan mendudukannya disana.
Wanita ini semakin menangis sesegukan dan membuat dua pria ini heran
__ADS_1
"Apakah tabrakan tadi begitu menyakitkan?" Tanya Tuan Muda kepada Sekretarisnya
"Hanya tertabrak sedikit Tuan" jawabnya
"Mengapa ia menangis sesegukan seakan-akan tulangnya patah karena bertabrakan denganku, jika itu denganmu maka akan masuk akal" ujar Tuan Muda
Sang Sekretaris tidak mau ambil pusing karena perkataan Tuannya yang memojokkan dirinya seakan-akan dirinya benar-benar pria yang kasar, padahal sih emang iya haha.
Seorang wanita pun datang ke arah mereka, melihat sahabatnya menangis sesegukan membuatnya sangat marah terlebih lagi ada 2 orang pria bersama sahabatnya disana membuatnya merasa jika sahabatnya menangis seperti ini pasti karena 2 orang ini.
"Apa yang kalian lakukan? hah!! sampai membuatnya menangis seperti ini" sambil menarik baju Sekretaris karena ia berdiri disamping Sekretaris
Melihat wanita yang tiba-tiba datang dan marah-marah lalu menyentuhnya kasar membuat ia ingin marah, tetapi tidak jadi karena wanita yang menangis tadi memeluknya sangat erat dan semakin menangis
__ADS_1
Tanpa basa basi mereka meninggalkan dua wanita ini yang berpelukan dan menangis bersama.