Pangeran Untuk Tuan Muda

Pangeran Untuk Tuan Muda
6. Niat terselubung terhadap gadis itu


__ADS_3

Mendengar semua perkataan Tuan Besar membuat hati Yuna sedikit tenang, setidaknya tidak ketakutan seperti tadi


"Baiklah pak, aku akan mendengarkan saran anda. Dulu ibu sering mengatakan kepadaku jika aku tidak mencobanya bagaimana aku tahu jika itu berhasil atau tidak, jika bukan ibuku yang mengatakan itu kurasa aku tidak akan pernah belajar bersepeda lagi setelah jatuh dulu dan mungkin aku tidak akan bisa mengendarai motor" ujar Yuna tertawa kecil karena sudah merasa tenang


"Lihatlah kau cantik ketika tersenyum, jangan pernah menangis lagi" ujar Tuan Besar


Tuan Besar kembali melanjutkan "Ibumu benar nak, jika kau tidak mencobanya kau tidak akan tahu hasilnya. Jika kau tidak kembali belajar bersepeda kau tidak akan bisa mengendarai motor, jika kau tidak bisa mengendarai motor mungkin kita tak akan pernah bertemu karena kecelakaan ini." ujarnya tertawa yy


Yuna merasa sedikit tidak enak karena perkataan Tuan Besar, karena itu dia langsung menunduk dan meminta maaf "Maafkan aku pak, maaf karena membuatmu kecelakaan" ujarnya tidak enak hati


Tuan Besar yang merasa sedikit menyinggung Yuna langsung mengatakan "Nak, aku baik-baik saja kau tak perlu mengkhawatirkan aku. Sekarang kita fokus pada penyembuhan adikmu dulu, biar aku yang mengurusnya. Kau hanya harus fokus dengan dirimu juga, apakah kau sudah memeriksakan dirimu nak?" Tanya Tuan Besar


Karena kondisi Yuna yang berantakan, sejak tadi dia tidak ingin mengatakannya karena takut akan sangat menyinggung Yuna. Karena merasa perasaan Yuna baik-baik saja sekarang, dia berani mengatakannya. Kondisi Yuna yang berantakan, jilbabnya yang sudah kesana kesini, bajunya yang sangat kotor membuat Tuan Besar takut jika Yuna kenapa-kenapa


"Aku baik-baik saja pak, anda tidak perlu mengkhawatirkan diriku" ujar Yuna tersenyum


"Tapi apakah kau sudah memeriksakan dirimu?" Tuan Besar kembali bertanya


"Iya pak, tadi ada dokter yang memeriksaku sebentar. Anda tidak perlu khawatir" ujarnya berbohong


"Syukurlah jika kau baik-baik saja" ujar Tuan Besar tersenyum


Dokter Kepala yang melihat itu tersenyum-senyum sendiri karena dia tahu jika pamannya ini adalah pria penyayang


"Aku begitu mengkhawatirkanmu dan lihat kau malah bersantai disini" ucap seseorang dengan sedikit marah

__ADS_1


Dia adalah ayah dokter kepala, dia merupakan dokter pribadi dari Tuan Besar


"Bagaimana kau bisa tahu tentang kejadian Itu" tanya Tuan Besar


"Aku yang memberi tahu papa, paman" ucap dokter kepala


"Bagaimana keadaannya?" tanya sang dokter kepada anaknya karena jika bertanya kepada Tuan Besar dia pasti akan mengatakan ia baik-baik saja, jika tidak dipaksa maka ia tidak akan pernah diperiksa keadaannya


"Paman baik-baik saja pa, dokter telah memeriksanya tadi dan aku pun telah melihat pemeriksaannya. Hanya sedikit luka dibagian kaki"


"Itu baik-baik saja katamu, jika baik-baik saja maka tak akan terluka sedikitpun" dia memarahi dokter kepala


"Aku hanya pingsan sebentar tadi karena terkejut, aku baik-baik saja. Luka ini juga luka sedikit, kau tidak perlu khawatir hingga memarahi anakmu seperti itu" ujar Tuan Besar marah karena sahabatnya ini yang begitu lebay


"Aku hanya takut jika kau berbohong tentang keadaaanmu seperti dulu, lihatlah karena hal itu kau bahkan kritis karena menyembunyikannya dari kami semua dan mengatakan jika kau baik-baik saja namun nyatanya tidak" sang dokter tidak ingin kesalahan dulu terjadi lagi


"Kau jangan khawatir nak, aku baik-baik saja. Sudahlah jangan terlalu menghkawatirkan diriku. Kau pergilah untuk mengoperasi adik gadis ini, dia ada di dalam segera minta dokter dan perawat lain membantumu" ujarnya kepada sahabatnya itu


Karena terkejut tiba-tiba ia ingin menolak karena ia ingin segera beristirahat dirumah, dan sebelum ia memotong Tuan Besar lebih dulu berbicara kepada Yuna


"Kau tidak perlu khawatir nak, dia adalah dokter terpercaya. Seperti diriku yang mempercayainya mengoperasi ayahku dulu, kau juga harus mempercayainya dengan sepenuh hatimu"


Karena merasa sangat tenang sekarang, Yuna mempercayai Tuan Besar dan mempercayai dokter ini


"Baik" ujarnya sambil tersenyum

__ADS_1


"Segera siapkan operasi ini" titahnya pada dokter Kepala karena ia akan berbicara kepada sahabatnya itu


Sang dokter juga memiliki pertanyaan kepadanya, karena itulah dia juga ingin berbicara


"Ada apa sebenarnya? Bukankah banyak dokter lain disini mengapa kau menyuruh diriku" tanyanya penuh selidik


"Gadis itu sama seperti diriku dulu yang begitu trauma karena operasi yang gagal terhadap orang yang sangat dicintainya, kumohon mengertilah"


"Aku mengerti sekarang, hanya saja aku heran karena kau tidak akan mengatakan hal itu jika bukan dengan orang terdekatmu terutama soal traumamu dulu. Dimana kau bertemu gadis itu? Aku bahkan belum pernah bertemu dengannya"


Tuan Besar menceritakan semuanya tanpa mengurangi ataupun menambahinya, dan sahabatnya tentu saja mengerti akan hal itu. Ia pun bersyukur jika gadis itu tak mengelak mungkin saja sahabatnya ini akan terluka sangat parah


Tuan Besar juga merencanakan sesuatu dengan sang dokter, dan tentu sang dokter harus mendukung rencananya ini


"Cihh, sudah kuduga bahwa kau memiliki niat terselubung terhadap gadis itu. Kau benar-benar licik"


Tuan Besar pun tertawa, lalu meminta sahabatnya merahasiakan itu


"Tentu saja aku akan mendukungmu, aku percaya terhadap penilaianmu. Aku harus pergi untuk mengoperasi pasienku" ujarnya


"Baiklah, aku percaya kepadamu" ujarnya sambil menepuk pundak sahabatnya lalu pergi


"Bukankah seharusnya aku yang pergi lebih dulu setelah mengatakan aku harus pergi"


Tuan Besar hanya tertawa mendengar itu

__ADS_1


Sang dokter pun mulai mengoperasi di dalam ruangan operasi, sedangkan di dalam ruangan VVIP Tuan Besar telah mulai pada rencananya


"Kau harus mengatakan yang aku katakan tadi, tidak boleh kurang atau lebih!" tegasnya


__ADS_2