
"Aku tidak mau paman, dia sangat mengkhawatirkan paman. Aku tidak mau berbohong, jika dia mengetahuinya aku pasti akan habis paman"
"Paman lihat siapa yang berdiri di belakangnya"
"Iya, dia memang yang terbaik untuk puteraku".
"Dengarlah, ada 1 permintaan yang aku ingin dia menuruti keinginanku itu."
"Beritahu aku dulu paman, maka aku akan menurutimu" ucapnya karena meskipun takut karena membayangkan itu tetapi tetap saja ia penasaran mengapa pamannya bersikeras ingin berbohong
Karena tidak memiliki jalan lain akhirnya ...
"Jika kau tidak mau maka kau akan kulepas jabatanmu di Rumah Sakit ini" Tuan Besar mengancam karena dia tahu jika tentang ini pasti dia akan menuruti keinginannya ini
'Lihatlah kau mirip dengan puteramu paman yang sangat suka mengancamku seperti ini' batinnya sedih
'Syukurlah aku tahu kelemahannya dari ayahnya jika ia akan dilepaskan jabatannya dulu oleh puteraku, karena jika tidak aku tak akan bisa memintanya tanpa memberi tahu rencanaku itu' batin Tuan Besar bahagia
Flashback off
"Kakak pasti akan melakukan yang terbaik" ujarnya menyeka sisa air matanya
"Razka pasti akan baik-baik saja, percayalah" ujar Queen memberi kekuatan
Yuna pun mengangguk dan tersenyum, Yuna dan Queen pun berpelukan karena selama ini hanya Queen yang ada untuk Yuna dan hanya Yuna yang ada untuk Queen. Yuna dan Queen bertemu di SMA Internasional di kota ini, Queen yang notabene anak orang kaya sedangkan Yuna yang hanya mengandalkan beasiswanya membuat Yuna beruntung karena hanya Queen yang ingin berteman dengannya. Sedangkan Queen merasa sangat bersyukur memiliki Yuna karena hanya Yuna yang selama ini hanya ingin berteman dengannya tanpa hubungan status keluarga dan tanpa maksud lain, karena itulah Queen selalu menceritakan tentang Yuna kepada ibunya dan membuat ibunya juga begitu menyayangi Yuna
Yuna pun mengangguk dan tersenyum, Yuna dan Queen pun berpelukan karena selama ini hanya Queen yang ada untuk Yuna dan hanya Yuna yang ada untuk Queen. Yuna dan Queen bertemu di SMA Internasional di kota ini, Queen yang notabene anak orang kaya sedangkan Yuna yang hanya mengandalkan beasiswanya untuk masuk ke SMA Internasional membuat Yuna beruntung karena hanya Queen yang ingin berteman dengannya.
Sedangkan Queen merasa sangat bersyukur memiliki Yuna karena hanya Yuna yang selama ini hanya ingin berteman dengannya tanpa hubungan status keluarga dan tanpa maksud lain, karena itulah Queen selalu menceritakan tentang Yuna kepada ibunya, membuat ibunya juga begitu menyayangi Yuna dan menganggap Yuna anaknya sendiri.
__ADS_1
Karena ia dan papa Queen sangat sibuk untuk urusan pekerjaan mereka membuat mereka tidak ada waktu untuk Queen karena itulah ibunya sangat bersyukur dengan kehadiran Yuna. Ibunya Queen merupakan salah satu designer terbaik di Kota ini. Kehadiran Yuna disisi Queen seakan mengisi kekosongan dirinya dan sang suami, Yuna yang merupakan teman curhat dimana Queen menceritakan banyak hal dimulai tentang kesepiannya karena orang tuanya fokus pada pekerjaan masing-masing sampai semua hal yang hanya Queen beritahu ke Yuna saja.
"Tunggulah disini, aku akan membelikanmu pakaian" ujar Queen
Yuna menggeleng perlahan "Tidak Queen, tidak perlu"
Queen menggelengkan kepalanya "Tidak perlu? Kau Yakin?" jawabnya tidak percaya
"Hmm, iya. Tak perlu" ujarnya tersenyum
"Lihatlah dirimu sekarang Yuna, sangat berantakan dan seperti tak terurus. Tidak mencerminkan dirimu sama sekali, jika itu aku mungkin akan masuk akal. Karena kan selama ini yang bantu mengurus diriku itukan kamu, tapi jika seorang Yuna terlihat seperti ini ckckck" ujarnya melihat Yuna dari atas ke bawah
"para pria akan sangat terkejut jika mereka tahu Yuna yang kulihat malam ini sangat jelek dan sangat berantakan, bisa jadi mereka akan kabur nanti" ujarnya berbisik
Yuna pun tertawa mendengar perkataan Queen dan berakhir dimana mereka tertawa bersama.
Akhirnya operasi selesai, Yuna dan Queen sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para dokter dan perawat.
"Tidak perlu berterimakasih nak, aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang dokter dan sahabat" ujarnya tersenyum
Mendengar itu Yuna langsung ingat Tuan Besar
"Dok, saya juga ingin berterimakasih kepada.. " perkataan Yuna terpotong karena takut mengganggu
"Besok saja dok" sambung Yuna sedikit tidak enak karena ini sudah semakin malam
Sang dokter mengerti, dan tersenyum "Dia pasti belum tidur, dan dia pasti akan senang jika kau mengunjunginya" ujarnya tahu sahabatnya tidak akan tidur sebelum bertemu dirinya dan bertanya tentang operasi ini berjalan dengan lancar dan sukses atau tidak. Meskipun Tuan Besar sangat percaya jika operasi ini akan sukses, namun ia tetap khawatir.
"Ayo ikutlah denganku" ujar dokter
__ADS_1
"Aku pergi dulu" ujar Yuna kepada Queen
Saat Yuna berjalan menuju ruangan VVIP Tuan Besar, Queen yang merasa bertanggung jawab sama seperti Yuna mengikuti para perawat membawa Razka menuju kamar perawatan.
Di dalam ruangan VVIP terdapat 3 pria yang tidak beranjak dari sofa sejak tadi, Tuan Muda juga telah meminta sekretarisnya duduk bersama mereka.
'Kurang kerjaan sekali mereka ini' Tuan Besar yang terus memejamkan matanya semakin kesal karena mereka tetap diruangan ini
'Aku bahkan tidak bisa leluasa bergerak, bukannya membujuknya pulang dan kembali besok dia malah mempertahankan mereka disini. Dasar dokter tak becus..' ujarnya semakin marah dan tentu saja dia hanya mengatakannya dalam hati karena jika mengatakannya keras-keras mungkin saja nanti rencananya akan gagal
Disaat Tuan Besar memaki dalam hatinya, dokter paruh Bayah dan Yuna tiba diruangannya
Yuna yang telah merapikan sedikit baju dan jilbabnya membuatnya sedikit lebih rapi dibanding tadi yang sangat berantakan
Tuan Muda yang melihat kehadiran paman dokter membuatnya langsung beranjak
"Akhirnya paman datang" ujarnya
"Ayahmu pasti baik-baik saja" ujar sang dokter melewati mereka langsung menuju sahabatnya
'Lihatlah dia bahkan telah menyelesaikan bagiannya dengan sangat baik' ujar sang dokter geleng kepala di dalam hati
Karena Tuan Besar telah mengatakan rencananya membuat sang dokter menyelesaikan sisanya seperti rencana Tuan Besar
Dan akhirnya Yuna kembali bertemu Tuan Muda, Yuna yang sejak tadi berada di belakang dokter membuatnya berhenti ketika melihat Tuan Muda berada didepannya
"Pria ini..." ujarnya perlahan mengingat pria tadi
"Wanita aneh" ujar Tuan Muda
__ADS_1
Tuan Muda mengatakan dengan suara yang keras sehingga semua mata menuju ke arah dirinya, dan Yuna membelalak mendengar pria di depannya mengatkan dirinya wanita aneh