
Flashback on : Sesampainya di rumah sakit, Yuna mengikuti para perawat yang tengah membawa adiknya. Saat ditangani dokter, dokter pun memeriksa Razka dengan seksama. Setelah melihat pendarahan hebat yang terjadi kepada Razka, ia pun bertanya
"Dimana keluarga pasien?" tanya sang dokter
"Aku adalah keluarganya dok" ujar Yuna
"Aku harus segera mengoperasinya" kata dokter
Deg deg jantung Yuna seperti akan copot
mendengar hal itu "A.. Apa dok? Operasi?" jawabnya dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya
"Iya, karena kita tak memiliki pilihan lain selain operasi."
"A.. Aku tidak mau dok.. Aku tidak mau adikku dioperasi" ujarnya
"Maaf nona, tetapi kami harus melakukan penanganan yang tepat dan operasi adalah penanganan yang paling baik saat ini untuk pasien. Agar pasien bisa sembuh lagi, karena itu harus segera di operasi" kata dokter
"Sudah kububilang dokter jika aku tidak mau adikku di operasi" Yuna mulai berteriak
__ADS_1
Dokter pun menghela nafas "Nona tolong dengarkan baik-baik, kami para dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk adik anda"
"Mohon nona untuk mendengar perkataanku. Aku pasti akan berusaha sekuat mungkin karena kita tidak memiliki cara lain. Satu-satunya cara adalah dengan mengoperasinya"
"Aku sudah bilang jika aku tidak mengizinkan operasi untuk adikku, jika itu tidak maka tidak" ujarnya penuh tekanan seperti menahan marah dan rasa takut
"Tapi nona kita tidak memiliki cara lain" dokter terus menegaskan jika satu-satunya cara adalah operasi
Karena melihat Yuna yang bersikeras tidak ingin melakukan operasi ini, sang dokter pun dengan tegas mengatakan
"Jika terjadi sesuatu terhadap adikmu jangan salahkan aku dan Rumah Sakit ini."
Mendengar itu Yuna merasakan hatinya serasa disayat-sayat dan mulai menangis dengan menutup mulutnya agar tidak didengar orang lain, dia sangat takut jika terjadi apa-apa kepada adiknya
"Apakah seperti itu caramu berbicara kepada keluarga pasienmu?!" ujarnya
Dokter itu ingin berbicara dan meminta maaf tetapi sebelum itu terjadi Kepala Rumah Sakit lebih dulu memotongnya
"Kau tidak melihat keadaannya tadi? Dia itu berteriak dan meninggikan suaranya karena dia ketakutan, bukankah kau seorang dokter? Kau bahkan tidak memperhatikan ketakutannya tadi, apakah hanya operasi operasi operasi saja yang harus menjadi prioritas utama yang kau pikirkan?" ujarnya mulai kesal
__ADS_1
Dokter Kepala sok tahu padahal jika bukan Tuan Besar memberi tahunya dia juga tidak memperhatikan Yuna yang ketakutan, dia hanya ingin terlihat wow depan Tuan Besarš¤£
"Maafkan saya dokter, saya hanya melakukan tugas saya saja" ujarnya takut akan kemarahan Kepala Rumah Sakit ini
"Seharusnya kau berbicara perlahan kepada gadis itu, terpancar sangat jelas bahwa gadis itu sangat ketakutan bukan? Jika kau memakai perasaan maka kau akan melihat bahwa dalam mata gadis itu penuh dengan ketakutan"
"Tu.. Tuan besar?" ucapnya sangat terkejut
Pria paruh bayah itu adalah Tuan Besar Pemilik Rumah Sakit ini, tidak ada satupun orang yang bekerja kepadanya yang tidak tahu akan dirinya.
"Ma.. Maafkan saya Tuan Besar" ucap dokter itu gagap dan langsung banjir keringat. Karena dia takut jika dia akan dipecat karena sikapnya ini.
Tentu saja Tuan Besar akan langsung memecat jika ada pekerjanya yang kasar terhadap orang lain. Karena Tuan Besar adalah sosok yang begitu baik dan penyayang dimata banyak orang baik terhadap keluarganya sendiri atau orang lain. Karena itulah banyak orang yang begitu menyayanginya. Berbeda dengan putranya yang akan memecat jika bawahannya melakukan kesalahan, Tuan Besar akan memberi kesempatan jika orang tersebut adalah orang yang baik.
Karena itu, dokter ini ketakutan karena selama ini seperti itulah cara bekerja Tuan Besar yang begitu menghormati orang lain. Tentu saja Tuan Besar pasti akan mempertimbangkannya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Atau bisa saja dia memberi kesempatan kedua, jika orang itu bersikap baik maka Tuan Besar akan tetap mempertahankannya. Tetapi tetap saja orang itu akan diawasi diam-diam, jika ia gagal maka ia akan tetap dikeluarkan.
Meskipun masih diberi kesempatan tetapi tetap saja orang itu akan masuk daftar hitam, semua yang melakukan kesalahan itupun tidak terbebas dari itu semua. Karena takut akan itu sang dokter benar-benar terlihat sangat pucat pasi.
Melihat dokter itu yang pucat pasi membuat Tuan Besar merasa kasihan karena ia pun juga memiliki
__ADS_1
seorang putra. "Segeralah minta maaf kepada gadis itu" pinta Tuan Besar
"Ba.. Baik Tuan"