Pangeran Untuk Tuan Muda

Pangeran Untuk Tuan Muda
3. Melakukan segalanya untuk orang tersayang


__ADS_3

'wanita yang sangat aneh' batin mereka kompak


Tuan Muda yang merasa begitu aneh karena wanita tadi yang masih menangis sesegukan, dan Sekretaris yang hatinya masih dalam keadaan marah karena seorang wanita aneh yang baru datang menarik kasar bajunya


'belum selesai satu wanita aneh, dan sekarang datang satu lagi' batinnya. Sedangkan Tuan Muda masih merasa aneh karena ini pertama kalinya ia melihat wanita yang tidak bisa berhenti menangis, membuatnya tidak ingin bertemu dengan wanita aneh itu lagi


Setelah meninggalkan wanita yang masih menangis itu, Tuan Muda segera menuju ke ruangan perawatan. Syukurlah tadi sang dokter telah mengirim pesan kepada sekretarisnya jika pasien telah dipindahkan ke ruangan perawatan VVIP 10 menit yang lalu.


Sesampainya mereka di dalam ruangan, dokter muda nan tampan itu segera beranjak dari sofa ketika melihat kedatangan sahabatnya.


"Akhirnya kau tiba juga" ujar sang dokter


Tanpa basa basi dia langsung bertanya karena ingin mengetahui lebih jelas kenapa ayahnya bisa terlibat kecelakaan. "Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi kepada ayahku"


"Duduklah dulu, aku akan menjelaskan sambil kita duduk" pinta sang dokter


"Katakan padaku sekarang!" ucapnya dengan dingin dan penuh tekanan pada ucapannya

__ADS_1


"Baiklah.. baiklah" ucap dokter tak ingin ribut karena dia tau dan sangat mengenal pria ini jika dia mengatakan 1 maka harus 1 dan jika dia mengatakan sekarang maka harus sekarang jika tidak menuruti maka sama saja dengan mati. Hal itu pun tentu saja sudah diketahui oleh orang terdekatnya


Akhirnya sang dokter mengatakan kejadian kecelakaan tadi yang dia ketahui dari seseorang yang tak lain adalah Yuna. Tanpa menambahkan atau mengurangi semuanya sangat jelas sesuai yang Yuna ceritakan


Dengan wajah yang merah padam dan sangat marah dia mulai frustrasi dan mengatakan "Kurang ajar sekali wanita itu, beraninya dia menabrak ayahku". Tentu saja dia sangat marah terlebih lagi tentang kedekatannya dengan ayahnya yang memang sangatlah dekat.


"Tunggu dulu, aku akan menjelaskannya terlebih dulu" dokter segera melanjutkan perkataannya


"Awalnya kecelakaan itu terjadi ketika paman tiba-tiba sudah berada di depan sepeda motor mereka, mereka yang tidak mengetahui bahwa rem motornya blong tidak bisa mengerem ketika itu terjadi. Karena tidak dapat mengerem dengan baik, wanita itu langsung mengarahkan ke arah samping sehingga kemudinya mengenai dinding jalan. Syukurlah ia dapat mengelak karena jika ia tidak mengelak, maka sepenuhnya paman yang akan terluka"


"Cihh kau bodoh sekali" ujarnya mengejek


"Aku percaya kepadanya" kata sang dokter


Dia tetap saja marah dan tentu saja sang dokter berusaha menenangkannya, dan tentu saja sambil mendumel dalam hati 'lihatlah apa yang dilakukan oleh sekretaris sialan ini, bukannya malah membantuku menenangkannya dia malah diam saja sejak tadi'


Sang dokter terus menenangkan Tuan Muda sekaligus sahabatnya ini, dengan mengatakan jika ayahnya baik-baik saja. Meskipun masih dalam tahap pemulihan dan sekarang belum sadar, mereka seharusnya bersyukur karena keadaannya masih lebih baik dibandingkan seorang pria yang terbaring koma di ICU, yang tak lain adalah Razka adik Yuna

__ADS_1


"Kita masih harus bersyukur karena paman masih baik-baik saja dibanding adik wanita itu" kata dokter


"Aku tidak peduli bahkan jika dia mati pun aku tak akan peduli" ujarnya sembari duduk di sofa


"Ckck kau memang sangat keterlaluan" ujar dokter muda nan tampan itu


Sambil memijat pangkal hidungnya Tuan Muda memejamkan matanya perlahan. Karena mengetahui Tuannya sangat lelah, ia berinisiatif memijit pundak Tuannya.


"Kapan ayahku akan sadar, aku ingin secepatnya ayahku sadar"


"Bersabarlah, jika tidak malam ini maka besok pagi"


"Awas saja jika besok pagi ayahku tidak bangun, jika itu sampai terjadi maka aku sendiri yang akan membuatmu terbaring selamanya" ucapnya dengan dingin dan menyeramkan


"Hehe iyaa pasti bangun kok, aku yakin percayalah padaku" sambil cengengesan karena dia sedang ketakutan sekarang mendengar ancaman sahabatnya itu


Disisi lain di kursi tunggu, tepatnya wanita yang masih menangis itu yang tak lain adalah Yuna perlahan mulai berhenti menangis. Begitu pula dengan sahabatnya yang juga mulai berhenti menangis, syukurlah tadi Yuna sempat menghubungi sahabatnya ketika ia tiba di Rumah sakit. Queen terlambat karena tadi ada tamu dirumahnya, ketika tamunya pulang Queen langsung bergegas menuju rumah sakit.

__ADS_1


Yuna berjanji kepada dirinya sendiri "Kakak pasti akan melakukan yang terbaik" ujarnya sambil menyeka sisa air matanya


__ADS_2