
Sore itu, setelah selesai bekerja aku mampir ke toko buku langganagan ku. Grammy. Co toko buku terbesar di kota ini. Banyak orang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran datang kesini. Ada yang datang karena ingin belajar atau menemukan novel favorit mereka. Dan ada juga yang ingin datang untuk menenangkan diri. Tempat ini memang sangat nyaman untuk berfikir dan berelaxasasi sejenak. Tapi tidak sedikit dari mereka yang datang untuk mencoba makanan disini. Aku salah satu dari mereka hahaha.
Kalian tidak salah dengar. Mereka memang menyediakan makanan seperti nasi goreng, mie goreng, spagetti dll. Saat aku tanya mengapa, mereka akan mengatakan bahwa ada pengunjung yang bisa menghabiskan waktu seharian ditempat ini. Jadi bagi mereka, Grammy. Co menyediakan makanan dengan harga murah. Rasanya juga sangat enak. Cobain deh..
Tapi tenang saja, wilayahnya dibagi menjadi 2 kekuasan. Jadi bagi mereka yang ingin tenang dan santai membaca buku bisa duduk santai di lantai 2.sementara untuk yang ingin bersantai sambil mencicipi makanan bisa dilantai 1,boleh juga sambil membaca buku. Asal jangan merusak buku yang kalian baca. Ingatlah buku adalah jembatan ilmu.
"Hi mbak dara! " Sapaku pada kasir disana, dia tersenyum dan menyambutmu dengan ramah.
"Mbak Arum, gimana kabarnya sehat? " Tanya dia.
"Tentu saja, saya sangat baik hari ini. Bagaimana dengan kamu, temen temen juga pada baik kan? " Lanjutku kembali bertanya.
"Eh mbak Harum, pasti mau tanyain soal dia yah? " Ujar dara menatap aneh padaku. Aku hanya tersenyum, aku rasa dia sudah tahu tujuanku.
"Dia dilantai 2 kalau mbak harum mau ketemu. Eh mbak tau nggak? Kayaknya dia sekarang udah punya pacar. " Ujar Dara padaku, sontak aku kaget dan kembali berbisik padanya.
"Siapa? Kamu kenal? " Tanyaku lebih lanjut.
"Namanya Olivia, dia juga langganan disini mbak. Hampir tiap hari dia datang ke sini cuman buat ngajak mas panji makan siang!"
"Terus panji mau! " Lanjutku.
"Nggak mau, soalnya panji nggak mau nyusahin orang lain. Dia juga seringnya bawa bekel sendiri dari rumah. Ditambah juga ya, dia itu kayaknya nggak terlalu suka sama Olivia. " Ujar Dara padaku.
"Si oliv ini, sekarang dia udah pulang? "
"Dia masih sama panji dilantai 2! "
"Baiklah Terima kasih!" Ucapku padanya. Aku lalu berlalu dari tempat itu dan menuju ke lantai 2. Mukaku tiba tiba menjadi panas saat Dara bercerita soal panji.
__ADS_1
Panji raksa arasta. Dulu aku tidak sengaja menemuinya saat aku mampir ke tempat ini. Dia itu seorang introvert, lebih suka menyendiri daripada berbicara pada banyak orang. Karena itu dia lebih suka menghabiskan waktu dilantai 2.
Saat sampai di lantai kedua, aku segera berkeliling dan mencari keberadaanya. Pedahal aku tidak pacaran dengannya, tapi entah kenapa aku tidak suka jika dia dekat dengan gadis lain. Apa mungkin ini naluri dari seorang wanita. Setelah menjelajah akhirnya aku menemukannya dia sedang mengobrol ringan dengan seorang wanita. Aku perlahan mendekatinya dari arah belakang. Aku kira dia sedang merekomendasikan buku bacaan untuk seorang gadis. Oliv kah?
"Panji! " Panggil ku dari arah belakang.
"Eh.. Mbak harum! " Dia berbalik dan menyapa ke arahku. aku akhirnya bisa melihat dia lagi sekarang. Dia tidak terlalu tampan sih, tapi kepribadiannya yang ramah dan sopan membuatku terpikat padanya.
Aku juga bisa melihat gadis di sampingnya melirik ke arahku. Nampak tatapan tidak suka dari dia, panji tidak sadar karena posisi dia dibelakang panji.
"Ada yang bisa saya bantu mbak? " Tanya panji padaku.
"Ouh iya ada ada. " Aku kemudian merogok tasku dan mengeluarkan sebuah buku.
"Aku udah selesai baca jilid 2 nya, kira kira ada lagi nggak? Buku seru yang recomended buat aku. Ya kamu tahulah buku yang gimana? " Ujarku padanya. Dia kemudian menerima buku itu dariku.
"Oh Iyah ini namanya Olivia, panggil aja mbak oliv." Benar dugaanku gadis ini yang dimaksud oleh Dara. Kalau dia masih disini, aku rasa berarti dari tadi siang mereka berduaan dong! Hiks...
Aku kemudian mengajukan tanganku dan bersalaman dengannya. Dia juga melakukan hal yang sama kepadaku. Kami saling berkenanalan di hadapan panji.
"By the way, kalian punya selera yang sama loh buat buku bacaan. Kisah petualangan dan perjalanan cinta yang romance. Saya kira kalian berdua pasti akan cocok kalau mengobrol. Saya tinggal dulu yah! "
"Iyah! " Ujar kami secara bersamaan. Ngapain sih dia ikut ikutan menjawab seperti itu. Panji kan sedang berbicara kepadaku.
Saat panji berlalu oliv kemudian mendekat kearahku, lalu dengan ekspresi yang tegas. Tiba tiba dia berkata sangat yakin untuk tidak mendekati panji lagi.
"Ngapain lo kesini? " Tanya dia, nadanya saja sudah sangat kasar. Pertanda kalau dia tidak suka melihat keberadaanku
"Rental buku lah, kamu nggak tau ya tempat ini apa? " Ujarku padanya. Aku sangat tidak suka dengan nadanya barusan makannya aku sedikit ngegas pada gadis ini.
__ADS_1
Tapi kalau aku liat liat, gadis ini memang lumayan cantik, pakaiannya juga sangat sexy. Serta dia masih lebih muda daripada aku. Gawat! Aku bisa tersaingi kalau seperti ini. Tidak, aku tidak boleh kalah darinya.
"Okeh, kalau begitu setelah kamu mendapatkan apa yang sedang kamu cari. Lekas pergi dari sini. Aku tidak suka, waktuku dengan panji di ganggu. " Lanjutnya lagi. Dia juga menyilangkan tangan didepan dada, membuatku enek melihat sikapnya yang so cantik seperti itu.
"Memang kamu siapa, bisa melarang dan mengancam orang lain seperti itu. Kamu siapanya panji? " Ujarku kembali menantangnya. Dasar anak kemarin sore kamu bahkan belum layak untuk mendongakan wajahmu saat melihat ke arahku.
Selang beberapa lama panji kemudian datang dan membawa buku lainnya. Aku langsung tersenyum saat melihatnya datang. Tapi gadis ini malah ingin membuatku muntah, dia sesegara mengubah ekspresi garangnya dan seolah olah bersikap ramah denganku.
"Mba udah baca novel yang ini belum, ceritanya bagus banget! Mba pasti nggak akan kecewa. " Aku menyeringai menertawai sikapnya tersebut.
"Kalian akrab sekali yah! " Yhar panji menghampiri kami, setelahnya dia memberikan sebuah buku kepadaku.
"Kronologi Rasa, isinya soal apa? " Tanyaku pada panji.
"Jadi ceritanya itu kayak ada seorang wanita yang jatuh hati sama sahabatnya sendiri. Tapi nggak yakin apa si cowonya itu suka juga sama dia atau nggak. Soalnya si cewenya ini bisu. Akhirnya dia berjuang deh dengan segala cara untuk menyatakan perasaanya tersebut." Ujar dia menjelaskan.
"Saya kasih spoiler mau nggak?" Katanya membali bertanya.
"Boleh! "
"Di akhir cerita, didepan ceweknya si cowok itu bilang. Nggak masalah kalau cewek duluan yang nyatain perasaannya. Semua orang berhak buat itu, karena menang semua orang berhak buat merasakan yang namanya cinta! " Ujar panji.
Aku terkeukeuh mendengar penjelasan darinya. Dia sedang mengatai aku atau bagaimana. Jangan jangan selama ini dia tahu kalau aku menyukainya. Tunggu kalau kamu tahu kenapa kamu tidak bilang apapun padaku. Atau jangan jangan memang kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun untukku.
"Mbak! " Panji melambaikan tangan didepan wajahku. Aku terksesimak karenanya.
"Udah nggak sabar ya mbak baca bukunya. Sampai melamun gitu! " Ujarnya tersenyum ke arahku. Aku kemudian tertawa dan dia ikut tersenyum bersamaku.
"Mas mas, pindah kesana yu!" Aduh ampas bocah ini malah mengangguku bersama panji. Sepertinya dia menyukai panji sehingga dia tak mau gadis lain mendekati panji.
__ADS_1