Panji Harum Cintaku

Panji Harum Cintaku
Panji raksa Arasta part 2


__ADS_3

Aku menginginkan Nasi goreng itu, arum dengan bersemangat memilih Nasi goreng yang akan dia makan.


"Tentu saja, nasi gorengnya hanya ada 2. Aku sudah memilih satu. Maka yang lainnya adalah milikmu. " Ujar panji santai lalu melanjutkan menyantap nasi gorengnya.


Harum kemudian membalas kalau dia menginginkan nasi goreng udang sedang panji santap. Panji langsung kaget dengan perkataan Harum. Dengan serius panji kembali bertanya, Kenapa?


Mengetahui dimana jebakan adalah langkah pertama untuk menghindarinya. Karena pilihannya hanya 2 maka kemungkinan pilihan berhasil adalah 50℅. Jika salah satu dari pemilih adalah dalang yang mengatur semuanya. Maka dia tahu dimana perangkap yang dia tanam. Senjata makan tuan pasti tidak akan berlaku jika si dalang yang memilih langkah pertama.


Panji memilih kotak A itu artinya kotak B berisi Racun. Begitu juga sebaliknya jika panji memilih kotak B berati kotak A berisi Racun. Oleh karena itu cara terbaik untuk menghindarinya dengan membiarkan panji memilih terlebih dahulu. Maka makanan manapun yang dia pilih, itu adalah jawaban yang benar. Pilihan yang tepat, berisi Nasi goreng nikmat.


"Aku ingin menginginkan box nasi goreng yang kamu makan, bukan yang itu? " Harum menunjuk lurus kearah nasi goreng yang sudah panji santap. Dia kemudian merasa senang karena telah mengalahkan panji dalam permainan yang dia buat sendiri.


"Kamu yakin, inikan sudah bekas bibirku. " Ujar Panji kembali meyakinkan Harum. Harum mengangguk dengan sangat yakin bahwa pilihannya tidak salah.


Panji hanya tertawa melihat tingkah Harum, kemudian dirinya menyetujui permintaan Harum. Panji kemudian memberikan box nasi goreng tersebut kepada Harum. Lalu memberikan sendok yang masih bersih kepada Harum.


Tapi lagi lagi Harum menolaknya, lalu dia kembali berkata bahwa dia juga menginginkan sendok yang sebelumnya panji pakai. Panji kembali mengingatkan harum bahwa air keran disana sudah mati dan baru akan menyala besok pagi. Jadi dia tetap kekeh meminta Harum untuk memakai sendok yang masih bersih. Tapi harum tidak mau kalah dan tetap menginginkan sendok yang kotor.


"Baiklah aku akan memberikan sendok ini tetapi kamu harus duduk disampingku dan memakannya bersama." Ajak panji. Harum sendiri sudah sesumbar pada panji kalau dirinya yang menang dan untuk menghargai kekalahan panji dia mengiyakan ajakan darinya.


Harum kemudian duduk disamping panji dan menyantap nasi goreng yang sebelumnya panji cicipi. Dia juga meminta panji untuk memakan Nasi goreng beracun yang tersisa disampingnya. Harum yakin saat racun itu masuk kedalam tubuh panji, setidaknya panji akan pingsan dan dia akan lari setelah hal itu terjadi.


Setelah beberapa saat memakan Nasi goreng tersebut bersama. Harum sadar tidak ada yang terjadi, dia kemudian menyadari bahwa kedua nasi goreng tersebut sebenarnya bersih. Lantas kenapa panji membuat tantangan untuk memilih nasi goreng mana yang bersih dan beracun?


"Apa kamu serius ingin pulang saja? " Tanya panji saat aku sedang melamun.


"Hah! "

__ADS_1


"Maksudku jika kamu benar benar ingin pulang, biarkan aku mengantarkanmu sampai ke rumah. Jangan salah paham aku hanya tidak ingin Grammy.co ikut terkena masalah jika sampai kamu kenapa kenapa saat dijalan! " Ujar Panji mengutarakan niatnya, harum hanya terdiam. Dalam pikirannya sekarang tidak jelas.


"Ngomong ngomong karena sikapmu barusan. Aku jadi ingat sebuah cerita klasik soal Racun dan gelas."


Diceritakan pada zaman dahulu seorang raja jatuh sakit karena di racun. Semua orang mencari tahu darimana dan bagaimana caranya raja bisa keracunan. Pedahal semua orang terdekatnya yakin bahwa apapun yang raja makan orang disekitarnya juga mengkonsumsi makanan yang sama. Jadi bagaimana hanya raja yang bisa keracunan sementara istri anak dan orang orang di sekitarnya tidak.


Setelah diselidiki dengan sangat baik dan waktu yang cukup lama. Masalah itu terkuak bahwa sebenarnya racun tersebut ada dipucuk gelas sang raja bukan berada di air yang raja minum. Dengan begitu hanya raja saja yangengalamj keracunan.


"Kamu juga pasti berpikir bahwa aku menaruh racunnya tidak di nasi goreng tapi di pucuk sendoknya iyakan. " Panji kembali tersenyum. Sementara Harum terkekeuh diam diarnyadari 1 hal. Bahwa dirinya menjadi orang pintar untuk membodohi dirinya sendiri. Dia terus terdiam tatkala sadar panji tidak berniat buruk dengannya.


Bahkan setelah semua yang terjadi Panji dengan tulus kembali membagi air minum dengan dirinya. Harum sendiri merasa malu karena sudah menyangka, menuduh, bahkan mengancam panji dengan sangat kasar.


"Teh?! " Panggil panji lagi dan kembali membuat Harum terkejut. "Jadi bagaimana? " Tanya panji.


Pandangan Harum seketika berubah dan merasa panji bisa dipercaya. Sehingga dirinya mengambil keputusan nekat setelah mempertimbangkan keadaan yang terjadi. Pukul hampir menunjukan 00.45 pagi. Bahaya memang bisa selalu mengancam jika keluar dini hari. Kalaupun dia pulang dengan selamat dia tidak yakin akan selamat dari amarah Bapaknya yang sangat galak.


Panji kemudian mengangguk lalu dia berpamitan untuk mengambil selimut dan bantal yang dia simpan. Setelah mendapat apa yang dia cari kemudian dia kembali menemui harum.


"Kamu bisa tidur di sofa sana, meski tidak seempuk kasur tapi kondisinya lebih baik dari kursi kayu ini. Oh iya kalau kau butuh sesuatu kamu bisa memanggiku. Jangan sungkan! " Ujar Panji kepada Harum.


"Tunggu, kamu berjaga dimana? " Tanya Harum memastikan. Panji kemudian menunjuk ke arah lain ruangan. Terlihat disana ada beberapa buku dan lampu baca yang menyala terang.


"Kamu sedang membaca buku? " Panji mengangguk.


"Kalau disiang hari aku tidak punya waktu untuk belajar. Jadi aku memanfaatkan waktu dimalam hari untuk membaca buku dan sedikit belajar darinya. Aku juga terbiasa menginap disini karena itu aku suka membawa bantal dan selimut. " Jelas panji kepada Harum. Selanjutnya panji beralih kemejanya dan melanjutkan membaca.


Ketika Harum terbangun di pagi hari saat azan subuh berkumandang. Harum melihat panji yang tertidur di mejanya. Sepertinya dia kelelahan sampai tertidur. Harum kemudian mendekati panji dan membangunkannya untuk shalat subuh. Sementara dirinya absen karena sedang berhalangan.

__ADS_1


Dia kemudian berpamitan kepada Panji untuk segera pulang. Tapi sebelum itu terjadi panji juga meminta ijin, menumpang sampai ke masjid terdekat yang jaraknya sekitar 6 KM. Harum mengiyakannya, mereka pergi menuju masjid lalu harum menurunkan panji disana.


"Hey mbak! Terima kasih atas tumpangannya."


"Tidak, seharusnya aku yang berterima kasih karena kamu banyak membantuku semalam. " Ujar Harum menjawab panji.


"Siapa Namamu? "


"Namaku panji, Panji Raksa Arasta. " Ujarnya menjawab.


"Namaku Harum khosasih! Salam kenal! " Ujar Harum kemudian tersenyum. Dia menutup kaca mobil lalu mengemudi meninggalkan panji. Yang tidak dia sangka panji berteriak kearahnya.


"Namamu cantik! Aku akan mengingatnya! " Panji juga melambai lambaikan tangan kepada Harum dari belakang.


"Jadi gitu ceritanya?!" Ujar ibunya kepada Harum. Harum mengangguk dan tersenyum.


"Karena itu kamu jatuh cinta sama dia? " Tanya ibunya lagi.


"Semenjak kejadian itu harum tertarik sama panji. Harum sering datang ke sana, pinjam buku sebagai alibi cuman buat tahu sifat panji. Setelah itu Harum sadar kalau panji itu orang yang sederhana, ramah, idaman banget pokoknya bu. Nggk ganteng sih tapi menarik. "


"Menurut Harum laki laki yang berhasil menahan hawa nafsu dan hasratnya terutama pada wanita. Pasti dia adalah laki laki yang baik. Harum jatuh cinta sama dia bu! " Ujar Harumnmalu malu didepan ibunya.


Dengan santai ibunya malah kembali tertawa. Lalu kembali berkata kalau dia yakin pilihan Arum adalah yang terbaik dan dia merestui hubungannya dengan panji.


"Tapi masalahnya, Harum takut bapak nggak setuju bu. Panji cuman orang biasa, pegawai toko bukan pengusaha apalagi ahli agama seperti yang bapak mau selama ini. "


"Bapakmu itu biar urusan ibu saja. Kamu punya urusan yang lebih penting. Gimana caranya kamu bilang ke panji kalau kamu suka sama dia." Ujar ibunya pada Harum.

__ADS_1


"Itumah gampang bu, panji tadi kasih aku buku. Isinya mirip mirip sama keadaan aku sekarang. Kayaknya dia ngeh deh kalau aku sama dia! " Ujar Harum yakin dengan penuh percaya diri.


__ADS_2